Peluru Artileri PD I Nyangkut di Dubur Pria, RS Panggil Penjinak Bom

Internasional

Peluru Artileri PD I Nyangkut di Dubur Pria, RS Panggil Penjinak Bom

Sarah Oktaviani Alam - detikJogja
Rabu, 04 Feb 2026 11:43 WIB
Ilustrasi dokter melakukan operasi
Ilustrasi tim dokter mengeluarkan peluru Perang Dunia I dari dubur seorang pria di Prancis. Foto: Getty Images/shapecharge
Jogja -

Kejadian nyeleneh terjadi di Toulouse, Prancis. Seorang pria mendatangi rumah sakit dan mengeluhkan nyeri hebat di bagian bawah tubuhnya.

Si lelaki mengaku kepada petugas medis bahwa dia memasukkan benda ke dalam rektumnya. Namun, dia tidak menjelaskan lebih lanjut benda apa yang dimaksud.

Dilansir detikHealth Selasa (3/2/2026), begitu rumah sakit memeriksanya, terungkap ada peluru artileri Perang Dunia I yang tersangkut di dalam duburnya. Peluru itu berukuran 16x4 sentimeter, dan diketahui berasal dari tahun 1918.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situasi itu memaksa rumah sakit meminta bantuan tim penjinak bom dan petugas pemadam kebakaran. Lokasi sempat dievakuasi karena adanya kekhawatiran peluru tersebut berpotensi meledak.

ADVERTISEMENT

"Pada saat pengeluaran, ahli bedah menyadari bahwa itu adalah selongsong peluru Perang Dunia Pertama, panjangnya sekitar 16 cm dan lebarnya 4 cm," kata tim kepolisian, dikutip dari Unilad.

"Sebagai tindakan pencegahan, petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memperkuat agar mencegah risiko kebakaran selama intervensi," sambungnya.

Begitu berhasil dikeluarkan, selongsong tersebut segera diteliti. Terungkap, kondisinya sudah tidak aktif, sehingga tim penjinak bom menyatakan lokasinya sudah aman.

Bukan Kejadian Pertama

Ternyata ini bukan kejadian pertama di Prancis. Ancaman bom serupa pernah terjadi di rumah sakit lain, yang juga mengharuskan sebagian orang dievakuasi.

Dalam kasus tersebut, pria berusia 88 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dubur yang serupa. Juru bicara Rumah Sakit Sainte Musse di Toulon memberikan pernyataan.

"Keadaan darurat terjadi dari pukul 21.00 hingga 23.30 yang membutuhkan intervensi personel penjinak bom, evakuasi pasien dewasa dan anak-anak, serta pengalihan pasien darurat yang datang," terang pihak rumah sakit.

Pria lanjut usia tersebut diketahui memasukkan peluru artileri sepanjang sekitar panjang 20 cm dan lebar 5 cm ke dalam rektumnya hingga tersangkut. Meski begitu, tim penjinak bom memastikan kecil kemungkinan peluru itu akan meledak di dalam tubuh pasien.

"Mereka meyakinkan kami dengan mengatakan bahwa itu adalah barang koleksi dari Perang Dunia Pertama, yang digunakan oleh militer Prancis," tambahnya.

Pihak rumah sakit menyebut pria tersebut dapat pulih sepenuhnya setelah penanganan medis.




(apu/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads