Teka teki identitas kerangka yang ditemukan dalam rumah kosong di perumahan Nogotirto, Gamping, Sleman, terungkap. Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa kerangka tersebut adalah mantan suami dari pemilik rumah tersebut.
"Untuk korban atas nama inisial HS," kata Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (5/2/2026).
Salamun, mengungkapkan bahwa kepastian identitas ini didapatkan setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan mendalam oleh tim forensik RS Bhayangkara Polda DIY. Setelah dilakukan olah TKP dan evakuasi, tim medis melakukan pemeriksaan odontologi (gigi) dan data pendukung lainnya. Hasilnya diketahui bahwa korban merupakan mantan suami dari SRS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban merupakan mantan suami dari saksi SRS (60) dan ayah kandung dari saksi FS (21)," ujarnya.
Soal penyebab kematian, Salamun mengatakan masih dalam penyelidikan. Akan tetapi, hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tulang belulang yang diperiksa.
"(Penyebab kematian) Masih didalami," ujarnya.
Sebelumnya, peristiwa itu diketahui saat pemilik rumah berinisial SRS (60) bersama anaknya berinisial FS (21) mendatangi rumah pada Selasa (3/2). Mereka hendak membersihkan rumah yang telah lama tidak ditempati.
Setelah pintu rumah berhasil dibuka, keduanya mendapati kondisi rumah penuh debu karena tidak berpenghuni dalam waktu lama. Selain itu, mereka menemukan sebuah sepeda motor dan helm dalam keadaan berdebu.
Karena merasa curiga dengan keberadaan kendaraan itu, mereka kemudian menghubungi ketua RT setempat dan warga lainnya untuk bersama-sama mengecek kondisi rumah.
"Saat dilakukan pengecekan di lantai atas rumah, para saksi menemukan kerangka manusia di depan pintu kamar tidur," ujarnya.
Temuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Gamping. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi kemudian segera melakukan olah TKP. Sementara kerangka manusia itu dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut.
(afn/aku)

Komentar Terbanyak
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja