Apakah Sholat Tarawih Harus Pakai Bilal? Ini Penjelasan Hukumnya

Apakah Sholat Tarawih Harus Pakai Bilal? Ini Penjelasan Hukumnya

Nur Umar Akashi - detikJogja
Rabu, 18 Feb 2026 12:49 WIB
Muslims prayer at home
Ilustrasi bilal Tarawih. (Foto: Getty Images/iStockphoto/agrobacter)
Jogja -

Bila detikers perhatikan, sebagian masjid di tanah air melibatkan peran bilal dalam melaksanakan sholat Tarawih. Bilal bertugas menyerukan semacam aba-aba sebagai penanda untuk jemaah yang kemudian membalas.

Dikutip dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Online, sejatinya, bilal adalah sebutan untuk orang yang bertugas memberi aba-aba. Tidak hanya untuk sholat Tarawih saja, tetapi juga sholat Hari Raya, sholat Gerhana, dan sholat Jumat.

Kehadiran bilal adalah sesuatu yang menarik untuk dibahas, termasuk hukumnya. Apakah sholat Tarawih harus pakai bilal? Simak pembahasan selengkapnya melalui uraian di bawah ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin Utamanya:

  • Bilal adalah orang yang bertugas menyerukan aba-aba dalam pelaksanaan sholat Tarawih, sholat Hari Raya, hingga sholat Gerhana.
  • Sholat Tarawih tidak harus dikerjakan dengan bilal. Ada yang menganggapnya bid'ah hasanah, ada pula yang menolak praktik bilal.
  • Dalam menjalankan tugasnya, seorang bilal menyeru jemaah dengan kalimat khusus. Bacaannya berbeda-beda untuk setiap pelaksanaan sholat Tarawih.

ADVERTISEMENT

Hukum Bilal di Sholat Tarawih

Menurut penjelasan di buku Menapak Jalan Kebahagiaan: Kumpulan Khotbah Jumat oleh H Amrizal MAg dkk, bilal adalah perkara baru (bid'ah). Alih-alih bid'ah sesat, bilal dianggap sebagian kalangan sebagai bid'ah yang baik (hasanah).

Pemunculan bilal didasarkan atas perintah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam saat Haji Wada'. Kala itu, Nabi SAW menyuruh seseorang untuk meminta perhatian orang banyak agar memperhatikan khutbahnya.

Syaikh Sulaiman al-Jamal menjelaskan:

قال حج وأقول يستدل لذلك أي للسنة بأنه صلى الله عليه وسلم أمر من يستنصت له الناس عند إرادته خطبة منى في حجة الوداع وهذا شأن المرقى فلا يدخل في حد البدعة أصلا إهـ

Artinya: "Syekh Ibnu Hajar berkata, saya mengatakan, dalil mengangkat muraqqi dari sunah Nabi adalah bahwa Rasulullah memerintahkan seseorang untuk menginstruksikan manusia untuk diam saat beliau Nabi hendak menyampaikan khutbah Mina di Haji Wada', yang demikian ini adalah ciri khas dari seorang muraqqi, maka tradisi tarqiyyah sama sekali tidak masuk dalam kategori bid'ah." (Hasyiyah al-Jamal 'ala Fath al-Wahhab)

Berdasar keterangan di laman NU Online, Syaikh Syihabuddin al-Qalyubi juga menganggap bilal sebagai bid'ah yang baik. Sebab, bilal menyerukan hal-hal positif, seperti bersholawat kepada Nabi SAW dan diam saat khatib akan berkhutbah.

Di sisi lain, seperti keterangan di buku Panduan Lengkap Puasa Ramadhan Menurut Al-Qur'an dan Sunnah oleh Abu Ubaidah Yusuf dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa, bilal termasuk perkara yang diada-adakan sehingga mesti ditinggalkan. Bilal dijelaskan termasuk kategori istihsan.

Istihsan adalah menetapkan suatu syariat yang tidak syar'i. Imam asy-Syafi'i sendiri diketahui mengingkari praktik istihsan. Sang imam berkata:

مَنِ اسْتَحْسَنَ فَقَدْ شَرَعَ

Artinya: "Barang siapa yang istihsan maka ia telah membuat syariat." (al-Mankhul hal 374 dan Jam'ul Jawami' 2/395)

Terlepas dari perbedaan pandangan mengenai kebolehan bilal, yang pasti, bilal bukanlah kewajiban. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam diketahui tidak memerintahkan secara khusus bilal dalam sholat Tarawih. Wallahu a'lam bish-shawab.

Bacaan Bilal Sholat Tarawih

Sebenarnya, seperti apa bacaan bilal untuk sholat Tarawih? Diambil dari laman NU Jawa Timur, begini bacaan bilal dan jawaban jamaah:

Sholat Tarawih Pertama

صَلُّوْا سُنَّةَ التَّرَاوِيح رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمْ الله (Bilal)

الصَّلاة لا إله إلا الله (Jemaah)

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ (Bilal)

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارِك عليه (Jemaah)

Sholat Tarawih Kedua

فَضْلاً مِنَ اللَّهِ تَعَالَى وَنِعْمَةً (Bilal)

وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةٌ (Jemaah)

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ (Bilal)

اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ وَبَارِك عليه (Jemaah)

سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ لله وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ (Jemaah, dibaca 3x)

Sholat Tarawih Ketiga

الْخَلِيفَةُ الأُولى سَيِّدُنَا أَبو بكر الصديق (Bilal)

رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ (Jemaah)

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد (Bilal)

اللهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارِكْ عليه (Jemaah)

Sholat Tarawih Keempat

فَضْلاً مِنَ اللَّهِ تَعَالَى وَنِعْمَةً (Bilal)

وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةٌ (Jemaah)

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ (Bilal)

اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ وَبَارِك عليه (Jemaah)

سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ لله وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ (Jemaah, dibaca 3x)

Sholat Tarawih Kelima

الْخَلِيفَةُ الثَّانِيَةُ سَيِّدُنَا عُمَرُ بْنُ الْحَطَّابِ (Bilal)

رضي اللهُ عَنْهُ (Jemaah)

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد (Bilal)

اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ وَبَارِك عليه (Jemaah)

Sholat Tarawih Keenam

فَضْلاً مِنَ اللَّهِ تَعَالَى وَنِعْمَةً (Bilal)

وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةٌ (Jemaah)

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ (Bilal)

اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ وَبَارِك عليه (Jemaah)

سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ لله وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ (Jemaah, dibaca 3x)

Sholat Tarawih Ketujuh

الْخَلِيفَةُ الثَّالِثَةُ سَيِّدُنَا عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ (Bilal)

رضي اللهُ عَنْه (Jemaah)

اللّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا محمد (Bilal)

اللهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارِك عَلَيْه (Jemaah)

Sholat Tarawih Kedelapan

فَضْلاً مِنَ اللَّهِ تَعَالَى وَنِعْمَةً (Bilal)

وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةٌ (Jemaah)

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ (Bilal)

اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ وَبَارِك عليه (Jemaah)

سُبْحَانَ الله وَالْحَمْدُ لله وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ (Jemaah, dibaca 3x)

Sholat Tarawih Kesembilan

الْخَلِيفَةُ الرَّابِعَةُ سَيدْنَا عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِب (Bilal)

كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ (Jemaah)

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّد (Bilal)

اللهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ وَبَارِكْ عليه (Jemaah)

Sholat Tarawih Kesepuluh

أَخِرُ التَرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ الله (Bilal)

الصَّلَاةُ لَا إِلَهَ إِلا الله (Jemaah)

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ (Bilal)

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلّمْ وَبَارِكْ عليه (Jemaah)

Nah, itulah sekilas penjelasan mengenai hukum bilal dalam pelaksanaan sholat Tarawih. Semoga menjawab pertanyaan detikers, ya!

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan bilal Tarawih?

Bilal tarawih adalah petugas yang memandu bacaan sholawat, dzikir, atau seruan di sela-sela pelaksanaan sholat Tarawih dan Witir.

2. Apakah boleh sholat Tarawih tanpa bilal?

Boleh. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pun tidak secara khusus menyebutkan bilal dalam sabda-sabdanya. Bahkan, ada yang menganggap bilal sebagai bid'ah buruk.

3. Apakah bilal Tarawih bid'ah?

Bid'ah berarti perkara baru dalam agama. Dalam konteks itu, bilal adalah bid'ah hasanah (baik). Menurut Syaikh Ibnu Hajar yang dikutip Syaikh Sulaiman al-Jamal, bilal atau muraqqi bukan bid'ah.




(sto/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads