Kondisi Terkini 12 Rumah Terdampak Banjir-Longsor Ngawen Gunungkidul

Kondisi Terkini 12 Rumah Terdampak Banjir-Longsor Ngawen Gunungkidul

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Kamis, 19 Feb 2026 17:12 WIB
Rumah warga Jono, Tancep, Ngawen, Gunungkidul penuh dengan material longsoran berupa lumpur, pohon dan bebatuan, Rabu (18/2/2026).
Rumah warga terdampak longsor di Dukuh Jono, Tancep, Ngawen, Gunungkidul, dipotret Rabu (18/2/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Gunungkidul -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul menyebut delapan rumah yang rusak akibat material longsoran di Dukuh Jono, Tancep, Ngawen, Gunungkidul, telah bersih. Sedangkan empat rumah lainnya belum bisa ditempati karena masih kotor.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan BPBD bersama warga hari ini kembali melakukan pembersihan rumah yang terdampak material longsoran. Pembersihan itu berlangsung hingga sore ini.

"Dari 12 rumah yang terdampak, hingga sore hari ini yang sudah selesai kami bersihkan total delapan rumah. Untuk empat rumah lainnya masih dalam proses pembersihan," katanya saat dihubungi wartawan, Kamis (19/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purwono menyebut kemungkinan besar pembersihan empat rumah lainnya dilanjutkan besok. Pasalnya sebagian besar warga menjalankan puasa dan saat ini sudah mendekati waktu berbuka puasa.

"Kemungkinan akan dilanjutkan besok, yang jelas empat rumah itu termasuk salah satunya rumah yang paling atas, yang paling parah," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Purwono melanjutkan, bersihnya delapan rumah tersebut membuat pemiliknya mulai kembali menempati. Sebelumnya mereka tinggal sementara di rumah saudaranya.

"Delapan rumah yang sudah bersih sudah mulai kembali digunakan oleh warga, jadi sudah tidak mengungsi lagi. Tapi yang empat rumah masih belum bisa dihuni," ucapnya.

"Jadi warga dari empat rumah itu sampai sekarang masih mengungsi di rumah saudaranya yang lokasinya juga tidak begitu jauh dari sini," lanjut Purwono.

Diberitakan sebelumnya, Lurah Tancep, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, Yudianto, menyebut ada belasan bangunan yang rusak akibat diterjang banjir dan longsor di Dukuh Jono.

"Ada 12 rumah dan 1 masjid yang rusak, terus ada lima (rumah di antaranya) yang rusak parah karena kena lumpur, batu, dan pohon," kata Yudianto saat ditemui wartawan di lokasi, Rabu (18/2/2026).

"Kalau rumah yang rusak parah ada lima unit, rumah-rumah itu berada di dekat bukit," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, sejak Selasa (17/2) siang menyebabkan longsor dan banjir material dari bukit. Akibatnya, puluhan warga mengungsi sementara karena rumahnya penuh dengan material longsor batu dan tanah.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarta menyebut Kalurahan Jurangjero dan Tancep di Ngawen yang terdampak paling parah.

"Pasalnya, akibat dari banjir dan longsor ini ada sejumlah warga mengungsi karena rumahnya penuh material longsoran," kata Edy kepada wartawan, Rabu (18/2/2026).

Terkait jumlah pengungsi, Edy mengatakan jumlahnya mencapai puluhan kepala keluarga (KK). Pengungsi terbanyak disebut berasal dari Jurangjero.

"Untuk pengungsi di Jurangjero sekitar 25 KK dan sudah menempati Balai Pedukuhan Wonosari. Lalu untuk di Tancep ada sekitar 10 KK mengungsi dan untuk sementara menempati Balai Kalurahan," ujarnya.

Edy menyebut tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Menurutnya, paling banyak kerugian materi.

"Korban jiwa nihil, hanya kerugian materi karena banyak rumah warga yang terkena material longsoran," ucapnya.

Sementara itu, Panewu Ngawen Agus Sumaryono mengatakan, bahwa awalnya terjadi hujan pada Selasa (17/2) siang. Selanjutnya, sekitar pukul 16.00 WIB bukit di dekat permukiman warga longsor.

"Karena hujan deras, material longsoran berupa tanah, batu dan pohon tumbang terbawa aliran air dan mengarah ke permukiman warga," kata Agus.

Menyoal jumlah rumah yang rusak, Agus mengungkapkan ada belasan unit. Namun, jumlah itu masih bersifat sementara karena pihaknya masih melakukan pendataan.

"Dari pendataan sementara ada lima rumah rusak berat dan 13 rumah rusak ringan," ujarnya.




(dil/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads