Sejumlah Saksi Diperiksa soal Dugaan Guru SLB Jogja Lecehkan Siswi Difabel

Sejumlah Saksi Diperiksa soal Dugaan Guru SLB Jogja Lecehkan Siswi Difabel

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Sabtu, 21 Feb 2026 12:28 WIB
Despair. The concept of stopping violence against women and human trafficking,  International Womens Day
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Tinnakorn Jorruang)
Jogja -

Polisi telah memeriksa beberapa saksi terkait dugaan seorang guru yang melecehkan siswi difabel sekolah luar biasa (SLB) di Jogja. Kasus tersebut saat ini masih dalam tahap penyelidikan polisi.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Jogja, Ipda Apri Sawitri, mengatakan polisi telah mendatangkan saksi terkait dugaan kasus pelecehan tersebut. Sementara hingga saat ini untuk pelaku belum dilakukan pemeriksaan.

"Masih proses penyelidikan. Administrasi penyelidikan yang sudah kita lakukan, sama interogasi aja saksi-saksi," ujar Apri saat dihubungi detikJogja, Sabtu (21/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Besok kalau sudah sidik, baru kita melangkah ke pelakunya gitu. Kalau untuk motif, ya kita belum tahu karena memang kita belum melakukan pemeriksaan pelaku," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Pihak siswi sekolah luar biasa (SLB) di Jogja yang diduga dilecehkan oleh gurunya membuat laporan ke Polresta Jogja. Laporan dibuat oleh kuasa hukum pihak siswi dan diterima oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Jogja.

Kuasa hukum korban, Hilmi Miftazen, mengatakan laporan yang dibuat adalah dugaan pelecehan seksual yang dilakukan salah satu oknum guru di SLB tempat siswi tersebut bersekolah.

"Jadi pelaporan ini adalah dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru di salah satu sekolah luar biasa di Yogyakarta," kata Hilmi seusai membuat laporan di Polresta Jogja, Jumat (20/2).

"Mungkin kami belum bisa menyebutkan (nama sekolah) karena masih dalam proses penanganan di Penyidik PPA. Untuk kronologinya mungkin kita juga belum bisa mengungkap karena masih dalam penanganan penyidikan," sambungnya.




(aku/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads