Anggota Joxzin Tewas Dibacok Saat Tidur Disebut Sempat Terlibat Saling Tantang

Anggota Joxzin Tewas Dibacok Saat Tidur Disebut Sempat Terlibat Saling Tantang

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Jumat, 27 Feb 2026 17:16 WIB
Brigade Joxzin mendatangi Polres Bantul untuk menyampaikan surat terbuka ke Kapolres Bantul terkait kasus pembunuhan di Sedayu yang menewaskan salah satu anggotanya, Jumat (27/2/2026).
Brigade Joxzin mendatangi Polres Bantul untuk menyampaikan surat terbuka ke Kapolres Bantul terkait kasus pembunuhan di Sedayu yang menewaskan salah satu anggotanya, Jumat (27/2/2026). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja
Bantul -

Brigade Joxzin mengungkapkan anggotanya yang meninggal dunia usai dibacok orang tak dikenal (OTK) di rumahnya di daerah Argomulyo, Sedayu, Bantul sempat terlibat saling tantang dengan kelompok lain. Korban Kitin Yoga Tama Rustamaji atau YTR (36) itu seorang wiraswasta.

"Dari keterangan teman-teman Joxzin se-daerah, informasinya sempat ada tantang-tantangan perkelahian dengan kelompok lain," kata Anggota Tim Hukum dan HAM Brigade Joxzin, Mohamad Novweni saat dihubungi detikJogja, Jumat (27/2/2026).

Namun, Novweni mengaku tidak mengetahui kelompok tersebut berasal dari mana. Selain itu, saling tantang antara TYR (36) dan kelompok lain itu, disebut sudah terjadi beberapa waktu lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beberapa pekan kemarin kok itu yang tantang-tantangan itu, lalu selang beberapa pekan terjadi kejadian itu," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, Novweni mengaku tak mau asal menduga asal kelompok yang terlibat saling tantang dengan Yoga. Pihaknya menyerahkan penanganan kasus itu ke Polres Bantul.

"Tapi kita tidak bisa menduga pelaku dari ormas atau sebagainya karena semua diserahkan ke polisi dan polisi baru mendalaminya," ucapnya.

Terlepas dari hal tersebut, selama menjadi anggota Brigade Joxzin, Novweni menyebut yang bersangkutan tidak pernah bermasalah dengan anggota lain atau kelompok lain.

"Kalau di anggota Joxzin belum pernah bermasalah, baik dengan anggota sendiri dan kelompok lain," katanya.

Sedangkan untuk profil YTR, Novweni mengungkapkan sehari-hari dikenal sebagai seorang wiraswasta. Di mana usahanya berhubungan dengan memelihara ternak.

"Almarhum itu wiraswasta, dia melihara ayam jago. Jadi dia memelihara anakan ayam jago lalu membesarkannya," katanya.

Sementara itu, polisi belum banyak bicara terkait keterangan soal korban sempat terlibat saling tantang. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan.

"Saat ini masih didalami, masih pemeriksaan saksi-saksi," kata Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto, saat dimintai konfirmasi.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria tewas usai menjadi korban penganiayaan menggunakan parang di salah satu rumah daerah Kaliurang, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Penganiayaan berlangsung di dalam rumah saat korban tidur bersama istri dan anaknya pada Rabu (25/2) lalu.

Ada dua pelaku yang menggunakan penutup muka dan menyerang korban. Setelah pelaku berhasil membacok TYR, selanjutnya pelaku langsung pergi meninggalkan rumah TYR. Sedangkan anak TYR yang masih berusia lima tahun tidak mengalami luka apapun, dan istri korban mengalami luka karena sempat menangkis serangan pelaku.




(ams/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads