Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan

Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan

Tim detikJogja - detikJogja
Senin, 15 Jun 2026 05:00 WIB
Situasi massa aksi yang masih bertahan di simpang tiga Jalan Affandi atau pertigaan Gejayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Sabtu (13/6/2026).
Demo di simpang tiga Jalan Affandi atau pertigaan Gejayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Sabtu (13/6/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Sebuah alat pelacak ditemukan di bawah kerangka mobil yang sedang dinaiki mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto seusai ia ikut aksi demonstrasi di Gejayan, Jogja.

Kejadian itu diketahui Tiyo tak lama setelah ia ikut aksi demonstrasi di Gejayan, Jogja, Sabtu (13/6) lalu. Pada malam itu, di tengah perjalanan, tiba-tiba muncul notifikasi di ponsel Tiyo.

Hal itu dibagikan Tiyo dalam postingan di akun Instagram pribadinya @tiyoardianto_. detikJogja telah diizinkan untuk mengutip keterangan dalam postingan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sepulang dari Gejayan, saya baru sadar ada notifikasi penting dan genting sebuah alat pelacak yang bernama PBX Finder ditemukan bergerak bersama saya," kata Tiyo dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).

Alat pelacak yang disebut bernama PBX Finder itu ditemukan Tiyo di bawah rangka kendaraan yang dia tumpangi.

ADVERTISEMENT

"Kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan," ujar dia.

Belum diketahui siapa yang memasang alat pelacak itu. "Dipasang entah oleh siapa, tapi yang jelas ini adalah satu kejadian yang sangat menjijikkan, yang menunjukkan betapa menjijikkannya juga rezim yang hari ini berkuasa," ucap dia.

"Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa dengan ketulusan cinta justru dibalas dengan ancaman dan marabahaya," imbuhnya.

Sebelumnya, pada Februari lalu, Tiyo juga mengaku mendapat serangkaian teror mulai dari pesan berisi tentang ancaman membuka aib hingga penculikan.

Tiyo juga mengaku dikuntit orang tak dikenal pada Rabu (11/2). Tiyo yang tengah berada di salah satu kedai merasa penguntit itu mengambil foto dirinya. Tiyo sempat berupaya mengejar penguntit namun tidak tertangkap.

Pihak kampus ketika itu melalui Juru Bicara UGM, Dr I Made Andi Arsana, menyatakan pimpinan kampus telah berkomunikasi dengan Tiyo terkait teror tersebut. Kampus juga telah menugaskan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) untuk memberikan perlindungan.

"Pimpinan UGM telah melakukan komunikasi dengan Ketua BEM UGM, Sdr. Tiyo Ardianto, yang diberitakan mendapat teror dari pihak luar, dan menugaskan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) untuk melakukan pemantauan dan perlindungan yang diperlukan," kata Made Andi dalam keterangannya, Jumat (20/2).

Demo Aliansi Rakyat Memanggil di Gejayan

Sebelumnya, ratusan massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi demonstrasi di simpang tiga Jalan Affandi atau pertigaan Gejayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, Sabtu (13/6). Massa menyuarakan 10 tuntutan dalam aksi itu.

Pantauan detikJogja, Sabtu (13/6) pukul 15.50 WIB, massa berpakaian serba hitam memadati area simpang. Mereka membentangkan spanduk-poster berbagai ukuran serta menempatkan satu mobil pikap sebagai mimbar orasi.

Massa yang hadir tidak cuma dari kalangan mahasiswa saja, namun terdiri dari beberapa kalangan seperti akademisi, aktivis, buruh, hingga pengemudi ojek online.

Perwakilan dari berbagai kalangan itu silih berganti berorasi meneriakkan tuntutan-tuntutan. Beberapa juga membacakan puisi-puisi bernada perlawanan.

"Kami meminta pada kesempatan ini, Presiden Prabowo dan Wakil Presiden (Gibran Rakabuming) masih waras dan pro rakyat untuk meninjau ulang seluruh program yang dipermasalahkan," pekik Guru Besar dalam Bidang Ilmu Media dan Jurnalisme di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII), Prof Masduki dalam orasinya, Sabtu (13/6).

Akibat aksi massa ini, arus lalu lintas menuju simpang Gejayan baik dari utara, barat, maupun Selatan sempat ditutup total. Polisi mengalihkan arus kendaraan ke jalan-jalan alternatif.




(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads