Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto, menemukan alat pelacak di bawah kerangka mobil yang sedang dia naiki. Kejadian itu diketahui Tiyo tak lama setelah ia ikut aksi demonstrasi di Gejayan, Jogja, kemarin.
Pada Sabtu (13/6) malam, dalam perjalanan, tiba-tiba muncul notifikasi di ponselnya. Hal itu dibagikan Tiyo dalam postingan di akun Instagram pribadinya @tiyoardianto_. detikJogja telah diizinkan untuk mengutip keterangan dalam postingan tersebut.
"Sepulang dari Gejayan, saya baru sadar ada notifikasi penting dan genting sebuah alat pelacak yang bernama PBX Finder ditemukan bergerak bersama saya," kata Tiyo dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alat pelacak yang disebut bernama PBX Finder itu ditemukan Tiyo di bawah rangka kendaraan yang dia tumpangi.
Tiyo tidak mengetahui siapa yang memasang alat tersebut.
"Dipasang entah oleh siapa, tapi yang jelas ini adalah satu kejadian yang sangat menjijikkan, yang menunjukkan betapa menjijikkannya juga rezim yang hari ini berkuasa," kata dia.
"Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa dengan ketulusan cinta justru dibalas dengan ancaman dan marabahaya," sesalnya.
Sebelumnya, pada Februari lalu,Tiyo juga mengaku mendapat serangkaian teror. Saat itu Tiyo mengaku ada sekitar 6 nomor asing (dari luar negeri) yang menghubunginya dengan pesan ancaman penculikan dan membuka aib.
Tiyo juga mengaku dikuntit orang tak dikenal pada Rabu (11/2). Tiyo yang tengah berada di salah satu kedai merasa penguntit itu mengambil foto dirinya. Tiyo sempat berupaya mengejar penguntit namun tidak tertangkap.
Pihak kampus ketika itu melalui Juru Bicara UGM, Dr I Made Andi Arsana, menyatakan pimpinan kampus telah berkomunikasi dengan Tiyo terkait teror tersebut. Kampus juga telah menugaskan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) untuk memberikan perlindungan.
"Pimpinan UGM telah melakukan komunikasi dengan Ketua BEM UGM, Sdr. Tiyo Ardianto, yang diberitakan mendapat teror dari pihak luar, dan menugaskan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) untuk melakukan pemantauan dan perlindungan yang diperlukan," kata Made Andi dalam keterangannya, Jumat (20/2).
Demo di Gejayan Akhir Pekan Ini
Diberitakan sebelumnya, ratusan massa yang mengatasnamakan diri Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi demonstrasi di simpang tiga Jalan Affandi atau pertigaan Gejayan, Caturtunggal, Depok, Sleman, kemarin. Mereka membawa 10 tuntutan dalam aksi kali ini.
Pantauan detikJogja, Sabtu (13/6) pukul 15.50 WIB, massa berpakaian serba hitam memadati area simpang. Mereka membentangkan spanduk-poster berbagai ukuran serta menempatkan satu mobil pikap sebagai mimbar orasi.
Massa yang hadir tidak cuma dari kalangan mahasiswa saja, namun terdiri dari beberapa kalangan seperti akademisi, aktivis, buruh, hingga pengemudi ojek online.
Perwakilan dari berbagai kalangan itu silih berganti berorasi meneriakkan tuntutan-tuntutan. Beberapa juga membacakan puisi-puisi bernada perlawanan.
"Kami meminta pada kesempatan ini, Presiden Prabowo dan Wakil Presiden (Gibran Rakabuming) masih waras dan pro rakyat untuk meninjau ulang seluruh program yang dipermasalahkan," pekik Guru Besar dalam Bidang Ilmu Media dan Jurnalisme di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII), Prof Masduki, dalam orasinya, Sabtu (13/6).
Akibat aksi massa ini, arus lalu lintas menuju simpang Gejayan baik dari utara, barat, maupun selatan ditutup total. Polisi mengalihkan arus kendaraan ke jalan jalan alternatif.
(dil/ams)

Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil