- Hikmah Nuzulul Quran bagi Muslim 1. Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan kepada Allah SWT 2. Mengingat Sejarah Turunnya Al-Quran 3. Menurunkan Keberkahan bagi Umat Islam 4. Sebagai Syiar Islam dan Sarana Mendakwahkan Al-Quran 5. Waktu Sempurna untuk Memperbanyak Ibadah 6. Ruang Edukasi dan Literasi
- Amalan Malam Nuzulul Quran 1. Memperbanyak Bacaan Al-Quran 2. Melantunkan Dzikir 3. Melakukan Sholat Malam 4. Melaksanakan I'tikaf 5. Memperbanyak Doa
Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya wahyu pertama yang berupa Al-Quran dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang diperingati setiap tanggal 17 pada bulan Ramadan dalam kalender Hijriah.
Dilansir dari laman NU Online, Al-Quran turun secara bertahap selama 23 tahun. Hal ini sebagaimana seperti yang dipaparkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya Al-Bidayah wan Nihayah sebagai berikut:
"Permulaan wahyu (diturunkannya Al-Qur'an) kepada Rasulullah saw bertepatan dengan hari Senin pada malam ketujuh belas bulan Ramadhan. Dan dikatakan, bertepatan dengan tanggal 24 Ramadhan." (Ibnu Katsir, Al-Bidayah wan Nihayah, [Beirut, Darul Fikr], juz III, halaman 11).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu sebagai umat Islam yang berpedoman pada Al-Quran, sudah sepantasnya untuk memperingati peristiwa Nuzulul Quran karena di dalamnya mengandung berbagai keistimewaan dan hikmah yang dapat diteladani.
Lantas, apa saja hikmah Nuzulul Quran bagi seorang muslim? Mari simak penjelasan mengenai hikmah yang dapat diteladani dari Nuzulul Quran yang telah dirangkum oleh detikJateng dari laman Kementerian Agama RI Prov. Sulawesi Utara, dan laman UIN Sunan Gunung Djati, NU Online, dan MUI Digital.
Hikmah Nuzulul Quran bagi Muslim
Peristiwa Nuzulul Quran memiliki makna yang mendalam, karena melalui peristiwa tersebut Allah SWT menurunkan kitab yang menjadi tiang bagi umat Islam. Al-Quran bukan hanya untuk dibaca, namun di dalamnya terkandung seluruh aspek kehidupan, mulai dari ilmu, doa, ibadah, hingga akidah. Oleh sebab itu, memahami hikmah dari peringatan Nuzulul Quran adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Berikut hikmah Nuzulul Quran, antara lain sebagai berikut:
1. Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan kepada Allah SWT
Momen Nuzulul Quran menjadi pengingat bahwa Al-Quran adalah wahyu Allah yang menjadi pedoman hidup manusia, khususnya umat Islam. Dengan mengingat peristiwa turunnya Al-Quran, maka dapat memotivasi umat Islam untuk semakin beriman, memperbaiki kualitas ibadah, serta meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT.
2. Mengingat Sejarah Turunnya Al-Quran
Seperti yang kita tahu, bahwa Nuzulul Quran adalah peristiwa diturunkannya Al-Quran, maka peringatannya setiap tahun akan mengingatkan umat Islam pada proses turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Karena itu, diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran untuk meningkatkan semangat untuk lebih dekat dengan Al-Quran, dengan memperbanyak bacaan, memahami maknanya, serta mengamalkan ajarannya dalam kehidupan nyata.
3. Menurunkan Keberkahan bagi Umat Islam
Al-Quran bukan sekadar bacaan, melainkan pedoman yang mengatur seluruh aspek kehidupan umat Islam, mulai dari anjuran hingga larangan. Dengan menjadikannya sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan di dunia, umat Islam dipercaya akan mendapatkan keberkahan, ketenangan, serta arah hidup yang jelas sesuai dengan nilai-nilai yang diridhoi oleh Allah SWT. Selain itu, pada malam ini malaikat Jibril bersama para Malaikat turun ke Bumi bersamaan dengan turunnya Al-Quran. Allah SWT berfirman:
"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan"( QS.Al-Qadar [97]:4).
4. Sebagai Syiar Islam dan Sarana Mendakwahkan Al-Quran
Peringatan Nuzulul Quran juga menjadi bagian dari syiar Islam. Pasalnya, momen istimewa ini seringkali dirayakan dengan berbagai kegiatan keislaman, seperti kegiatan kajian, atau ceramah. Oleh karena itu, nilai-nilai Al-Quran akan semakin dikenal luas. Hal ini merupakan bagian dari dakwah untuk mengingatkan masyarakat bahwa Al-Quran adalah landasan dalam berpikir dan bertindak.
5. Waktu Sempurna untuk Memperbanyak Ibadah
Nuzulul Quran menjadi momen yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak pahala. Pada waktu ini mengandung banyak keutamaan yang dapat diraih dengan mudah. Oleh karena itu, umat Islam berbondong-bondong dalam memperbanyak bacaan Al-Quran, melaksanakan sholat malam, berdzikir, berdoa, serta melakukan amalan-amalan kebaikan lainnya sebagai bentuk untuk menghidupkan malam.
6. Ruang Edukasi dan Literasi
Saat memperingati Nuzulul Quran, banyak masyarakat mengisinya dengan kegiatan Islami seperti pengajian, tadarus dan pendalaman Al-Quran, hingga lomba cerdas cermat atau kuis keislaman. Kegiatan-kegiatan ini menjadikan peringatan Nuzulul Quran sebagai ruang edukasi dan literasi yang nyata, karena tidak hanya mengenang turunnya Al-Quran, tetapi juga menjadi sarana belajar bersama, menambah wawasan agama, serta menumbuhkan semangat memahami dan mengamalkan ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Amalan Malam Nuzulul Quran
Dalam rangka mengejar hikmah Nuzulul Quran, selain mengikuti kegiatan keislaman seperti kajian, ceramah, atau lomba, juga terdapat beberapa amalan yang dianjurkan untuk dilaksanakan oleh seorang muslim guna meraih pahala sebanyak-banyaknya, di antaranya:
1. Memperbanyak Bacaan Al-Quran
Sesuai dengan namanya, Nuzulul Quran atau peristiwa turunnya Al-Quran, maka pada momen istimewa ini umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Quran. Amalan ini semakin utama karena membaca Al-Quran adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Ramadan, khususnya saat moment Nuzulul Quran. Karena itu, banyak umat Islam yang berlomba-lomba untuk mengkhatamkan bacaan Al-Qurannya pada malam Nuzulul Quran.
Hal ini sebagaimana yang termaktub dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menjelaskan bahwa pada malam Nuzulul Quran, malaikat Jibril memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk membaca Al-Quran.
وقد جاء عن بعض أصحابنا أنه ليلة نزول القرآن، وقد نزل على النبي صلى الله عليه وسلم فيها جبريل عليه السلام، وأمره بقراءة القرآن بمختلف الأقراء، وأخبره بتفسير الشريعة الإسلامية
Artinya: "Telah datang dari beberapa sahabat kami bahwa pada malam Nuzulul Quran turunlah Jibril as ke hadapan Nabi SAW dan beliau memerintahkan beliau membaca Al-Quran dengan berbagai macam bacaannya dan menunjukkan cara membacanya dengan baik, serta memberikan penjelasan tentang hukum-hukum syariat Islam."
2. Melantunkan Dzikir
Berdzikir merupakan salah satu amalan mulia yang dapat dilakukan oleh umat Islam pada malam Nuzulul Quran. Dzikir adalah amalan ibadah dalam upaya mengingat, menyebut, dan mengagungkan nama Allah SWT, baik melalui hati maupun lisan. Amalan ini adalah salah satu yang disukai Allah karena mendekatkan diri kepada-Nya, sehingga mendatangkan keutamaan. Keutamaan berdzikir salah satunya seperti yang dijelaskan dalam QS Al Ankabut ayat 45 :
اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Artinya: "Sungguh, mengingat Allah (dzikrullah) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."
3. Melakukan Sholat Malam
Sholat malam adalah salah satu sholat sunah yang sangat mulia setelah sholat maktubah atau sholat lima waktu yang hukumnya wajib. Karena itu, bagi umat Islam yang menunaikan sholat malam, sesungguhnya itu adalah perbuatan yang dianggap sebagai tanda kemuliaan untuk orang-orang yang beriman, sebagaimana yang terkandung pada hadits Ath-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Awsath:
جَاءَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ إِلَى النَّبِيِّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ أَحْبَبْتَ فَإِنَّكَ مَفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ، ثُمَّ قَالَ: يَا مُحَمَّدُ شَرَفُ الْمُؤْمِنِ قِيَامُ اللَّيْلِ وَعِزُّهُ اسْتِغْنَاؤُهُ عَنِ النَّاسِ
Artinya, "Jibril as datang menemui Nabi saw. Lalu berkata (kepada beliau): "Wahai Muhammad, hiduplah sekehendakmu (namun ingatlah) selanjutnya engkau benar-benar akan mati. Cintailah siapa saja yang engkau cintai (namun ingatlah) selanjutnya engkau benar-benar akan berpisah dengannya. Dan berbuatlah sekehendakmu (namun ingatlah) selanjutnya benar-benar engkau akan menerima balasan dari apa yang engkau perbuat", Lalu dia berkata lagi: "Wahai Muhammad, kemuliaan seorang mukmin terletak pada shalat malam. Kehormatannya terletak pada tidak butuhnya ia kepada manusia." (HR Ath-Thabrani dalam al-Mu'jam al-Awsath).
4. Melaksanakan I'tikaf
I'tikaf merupakan aktivitas berdiam diri di masjid dalam kurun waktu tertentu dengan mengerjakan berbagai ibadah guna mengharap ridho serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, I'tikaf juga dapat dilakukan pada malam Nuzulul Quran dengan melakukan berbagai amalan yang sebelumnya telah disebutkan. Hal ini sebagaimana yang termuat dalam Hadits riwayat Aisyah ra:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ اْلعَشَرَ اْلأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ. [رواه مسلم]
Artinya: "Bahwa Nabi saw melakukan i'tikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadhan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan i'tikaf setelah beliau wafat." [HR. Muslim]
Selain itu, adapun niat I'tikaf adalah sebagai berikut :
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى
Artinya, "Aku berniat I'tikaf di masjid ini karena Allah."
5. Memperbanyak Doa
Berdasarkan ungkapan Sufyan At-Tsauri, Al-Hafizh Ibnu Rajab, ia berkata bahwa selain membaca Al-Quran, memperbanyak doa adalah amalan yang bagus, termasuk dalam moment Nuzulul Quran:
ومراده أن كثرة الدعاء أفضل من الصلاة التي لا يكثر فيها الدعاء وإن قرأ ودعا كان حسنا. وقد كان النبي صلى الله عليه وسلم يتهجد في ليالي رمضان ويقرأ قراءة مرتلة لا يمر بآية فيها رحمة إلا سأل ولا بآية فيها عذاب إلا تعوذ. فيجمع بين الصلاة والقراءة والدعاء والتفكر. وهذا أفضل الأعمال وأكملها في ليالي العشر وغيرها والله أعلم
Artinya, "Maksudnya adalah memperbanyak doa lebih utama dibanding sholat yang di dalamnya tidak terdapat banyak doa. Dan jika ia membaca (Al-Quran) dan berdoa maka lebih bagus."
Hal ini disampaikan dengan menengok realita bahwa Rasulullah SAW melaksanakan sholat tahajud di malam-malam bulan Ramadan sembari membaca Al-Quran dengan tartil. Pada moment ini, jika beliau membaca ayat tentang rahmat maka beliau akan berdoa, dan jika beliau membaca ayat azab maka beliau akan meminta perlindungan kepada Allah SWT.
Demikianlah beberapa hikmah Nuzulul Quran bagi muslim dalam peningkatan ibadah, iman, dan taqwa, lengkap dengan beberapa amalannya. Semoga bermanfaat, detikers!
Artikel ini ditulis oleh Khofifah Azzahro peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.
(sto/afn)

Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil