SDN Nglarang Sleman yang Terdampak Tol Jogja-Solo Batal Direlokasi

SDN Nglarang Sleman yang Terdampak Tol Jogja-Solo Batal Direlokasi

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Kamis, 12 Mar 2026 13:41 WIB
Kondisi SDN Nglarang di Kalurahan Tlogoadi, Mlati, Sleman yang terdampak proyek Tol Jogja-Solo Paket 2.2, foto diambil pada Selasa (14/10/2025).
Kondisi SDN Nglarang di Kalurahan Tlogoadi, Mlati, Sleman yang terdampak proyek Tol Jogja-Solo Paket 2.2, foto diambil pada Selasa (14/10/2025). Foto: dok detikJogja
Sleman -

Bupati Sleman Harda Kiswaya menyebut relokasi SDN Nglarang di Kalurahan Tlogoadi, Kapanewon Mlati yang terdampak tol Jogja-Solo batal. Hal itu menyusul sulitnya mendapatkan lahan pengganti dan keterbatasan anggaran.

Harda menjelaskan alasan pembatalan relokasi itu setelah dirinya berkomunikasi dengan Lurah dan dinas terkait ihwal lahan pengganti yang tak kunjung didapatkan. Sementara siswa harus segera mendapatkan kepastian agar bisa belajar dengan nyaman.

"Saya minta teman-teman kelurahan untuk bisa memahami. Alhamdulillah sudah bisa. Sehingga sudah sepakat berkaitan dengan SD (Negeri Nglarang) tidak jadi pindah," kata Harda saat dihubungi wartawan, Kamis (12/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain lokasi lahan yang terus berubah, pagu anggaran yang disediakan juga terbatas sejumlah Rp 3,1 miliar. Dia mengatakan anggaran yang disediakan tidak cukup untuk sampai pada tahap pembangunan gedung.

ADVERTISEMENT

"Ini (alasan nggak jadi pindah) dari kondisi yang ada. Tanah penggantinya ribet dan uangnya Rp 3,1 miliar. Itu berarti untuk tanah dan bangunan tidak cukup," ujarnya.

Harda melanjutkan, meski batal direlokasi, sekolah tersebut tetap akan dibangun ulang. Pasalnya, ada beberapa ruangan yang terdampak tol dan bangunan sudah termakan usia.

"Nanti segera rapat kemudian tidak lanjut ke lokasi cek luasnya tinggal berapa. Terus nanti site plan-nya dibahas. Itu SD bangunan saat SD Impres. Sudah lama banget," ujarnya.

Dia melanjutkan, waktu pembongkaran dan pembangunan sekolah masih akan dirapatkan kenbali. Sembari menunggu proses pembangunan sekolah yang baru, pihak kontraktor tol akan membangunkan sekolah sementara.

"Nah, ini menunggu. Tadi PR juga (terkait proses KBM). Untuk sementara informasi nanti jasa marga untuk pembangunan sekolah sementara," pungkasnya.

Diketahui, SDN Nglarang terkatung-katung akibat terdampak proyek strategis nasional Tol Jogja-Solo Paket 2.2. Kegiatan belajar mengajar siswa terganggu oleh debu, kebisingan, dan getaran alat berat yang beroperasi hanya beberapa meter dari kelas.

Relokasi gedung terkendala status tanah pengganti yang merupakan Tanah Kas Desa (TKD) dan berstatus Lahan Sawah Dilindungi (LSD) atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Terakhir,SDN Nglarang dikabarkan akan direlokasi ke tanah kas desa yang tak jauh dari lokasi bangunan lama.

Kabar ini disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sleman, Agung Armawanta. Agung menjelaskan bahwa lokasi yang dipilih masih berada di dusun yang sama.

"Tanahnya TKD. Luasnya sekitar 4.000-an meter persegi. Cukup luas," kata Agung saat dihubungi wartawan, Rabu (7/1).

Kesepakatan ini tercapai setelah melalui proses diskusi panjang terkait status lahan pengganti. Agung mengungkapkan bahwa rekomendasi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meminta agar mencari alternatif lahan pengganti selain Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) atau Lahan Sawah Dilindungi (LSD).




(afn/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads