Trump Yakin Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Cedera Kena Serangan AS-Israel

Internasional

Trump Yakin Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Cedera Kena Serangan AS-Israel

Novi Christiastuti - detikJogja
Jumat, 13 Mar 2026 16:15 WIB
May 31, 2019 file photo shows, Son of Irans Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, attends a demonstration to mark Jerusalem day in Tehran. (Photo by Morteza Nikoubazl/NurPhoto via Getty Images)
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jogja -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meyakini, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei terluka dalam serangan yang digelar AS bersama Israel. Diketahui, serangan yang dilancarkan pada 28 Februari 2026 menewaskan ayah Mojtaba, Ayatollah Ali Khamenei, dan sejumlah anggota keluarganya.

Trump menyuarakan klaim itu dalam wawancara dengan jurnalis Fox News, Brian Kilmeade, yang ditayangkan pada Kamis (12/3) malam waktu setempat, dilansir Al Jazeera dan Reuters via detikNews Jumat (13/3/2026).

"Saya pikir dia mungkin (masih hidup). Saya pikir dia mengalami cedera, tetapi saya pikir dia mungkin masih hidup dalam kondisi tertentu, Anda tahu," kata Trump dalam wawancara tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mojtaba sendiri hingga saat ini belum muncul ke publik sejak diumumkan sebagai Pemimpin Tertinggi ketiga Iran. Ia dipilih Majelis Pakar Iran dalam pengumuman yang disampaikan Minggu (1/3) lalu.

Adapun pernyataan perdana Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi disampaikan secara tertulis, dan dibacakan presenter televisi pemerintah Iran pada Kamis (12/3) waktu setempat.

Sumber internal Teheran yang tidak ingin mengungkap identitasnya menyatakan kepada Reuters Rabu (11/3), Mojtaba menderita luka ringan. Namun, pemimpin berusia 56 tahun itu disebut beraktivitas seperti biasa.

Sebelumnya, televisi pemerintah Iran dalam laporannya menyebut Mojtaba sebagai "veteran perang yang terluka dalam perang Ramadan", tetapi tidak pernah menyebutkan secara spesifik cedera yang dialaminya.

Sedangkan seorang penasihat pemerintah Iran, Yousef Pezeshkian, yang juga putra dari Presiden Masoud Pezeshkian, mengatakan bahwa Mojtaba "dalam keadaan aman dan sehat".

Dalam pernyataan publik pertamanya, Mojtaba bersumpah untuk tetap menutup Selat Hormuz dan menyerukan negara-negara tetangga Iran untuk menutup pangkalan AS di wilayah mereka, atau berisiko menjadi sasaran Teheran.

Trump Klaim AS Unggul Lawan Iran

Dalam pernyataan terpisah di Gedung Putih, Trump mengklaim perang melawan Iran "berlangsung sangat cepat". Ia pun melontarkan pujian kepada militer AS.

"Situasi dengan Iran berjalan sangat cepat. Mereka melakukannya dengan sangat baik, militer kita tak tertandingi," ucap Trump, seperti dilansir AFP.

"Mereka (Iran-red) benar-benar negara teror dan kebencian, dan mereka membayar harga yang mahal sekarang," sebutnya.

Pernyataan ini disampaikan setelah Mojtaba merilis komentar publik pertamanya. Namun Trump tidak memberikan tanggapan langsung atas pernyataan Mojtaba yang bersumpah akan membalas dendam dan bertekad terus melawan AS-Israel.

Beberapa hari terakhir, Trump memberikan isyarat beragam tentang kemajuan dalam perang melawan Iran. Dia sempat sesumbar mengatakan bahwa "kita menang" melawan Iran, dan sempat menyebut bahwa perang dapat berakhir "sangat segera". Namun Trump juga bersikeras akan perlunya terus berperang.




(apu/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads