Uniknya Nama Dusun Jenengan Sleman, Kerap Bikin Salah Paham

Uniknya Nama Dusun Jenengan Sleman, Kerap Bikin Salah Paham

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Jumat, 20 Mar 2026 11:01 WIB
Gapura Padukuhan Jenengan yang terletak di Kalurahan Maguwoharjo, Depok, Sleman.
Gapura Padukuhan Jenengan yang terletak di Kalurahan Maguwoharjo, Depok, Sleman. Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja.
Sleman -

Nama Dusun Jenengan di Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman sering menimbulkan cerita lucu. Hal ini karena kata 'jenengan' dalam bahasa Jawa juga digunakan sebagai sapaan untuk menghormati seseorang.

Dukuh Jenengan, Jamadi Tomorejo, mengatakan nama dusun tersebut kerap menimbulkan kesalahpahaman ketika warga memperkenalkan alamatnya kepada orang yang belum mengenalnya.

"Ada beberapa cerita lucu. Kalau orang baru tanya rumahnya di mana, dijawab 'Jenengan'. Yang tanya malah bingung karena mengira itu sapaan, bukan nama dusun," kata Jamadi saat berbincang dengan detikJogja, Selasa (3/32026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menuturkan kejadian semacam itu sudah beberapa kali terjadi, bahkan sejak puluhan tahun lalu. Salah satunya dialami warga yang bertemu orang dari daerah lain saat mengikuti proses pendaftaran kepolisian.

Menurut Jamadi, ketika ditanya asal daerah, warga tersebut menjawab 'Jenengan'. Namun orang yang bertanya justru menyebutkan nama dirinya sendiri karena mengira kata itu adalah sapaan.

"Orang sana kira dia sedang disapa. Akhirnya dia malah menjawab namanya sendiri," ujarnya.

Jamadi memperkirakan kejadian serupa sudah lebih dari sepuluh kali terjadi berdasarkan cerita warga yang sampai kepadanya.

"Mungkin lebih dari sepuluh kejadian. Itu yang cerita ke saya saja, yang tidak cerita mungkin ada juga," katanya.

Meski sering menjadi bahan candaan, Jamadi menilai nama dusun tersebut justru menjadi keunikan tersendiri bagi wilayahnya. Menurutnya, keunikan nama tersebut juga menjadi bagian dari identitas dusun yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

"Paling kalau ada yang dengar alamatnya, mereka bilang unik. Tapi memang ada sejarahnya dari cerita orang-orang tua dulu," ucapnya.

Senada, Umar, salah satu pemuda setempat, mengamini bahwa fenomena ini sudah menjadi makanan sehari-hari bagi warga Jenengan. Menurutnya, situasi menjadi semakin canggung ketika lawan bicara merasa sedang diajak berkomunikasi, padahal warga hanya sedang menyebutkan alamat.

"Guyonan pasti sering kita dengar namun tidak hanya guyonan namun ada kebingungan juga oleh beberapa orang dengan kata 'Jenengan'. Apalagi orang yang baru mendengarkan nama dusun Jenengan, dikiranya kita bertanya balik pada mereka dan timbulah kesalahpahaman," terang Umar.

Bagi Umar, kebingungan ini justru menunjukkan betapa eratnya bahasa Jawa dalam tata krama sehari-hari. Di mana kata jenengan adalah bentuk penghormatan yang sangat lazim digunakan daripada kata koe yang memiliki arti sama.

"Meskipun artinya sama yang berarti Anda atau kamu namun panjenengan ini lebih sopan dan menghormati," pungkasnya.




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads