Praka Farizal Rhomadhon, prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) pada misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), gugur dalam serangan Israel di Lebanon. Ia meninggal dunia pada Minggu (29/3) waktu setempat.
Almarhum merupakan warga Padukuhan Ledok RT 17, Dukuh Ledok, Wakidi (60), mengenal Farizal sebagai sosok yang tumbuh besar di padukuhan itu. Sejak kecil hingga lulus SMA, almarhum dikenal tidak pernah bermasalah di lingkungan masyarakat.
"Kehidupannya dari Mas Rizal itu baik-baik saja. Baik orang itu. Jadi tidak pernah apa istilahnya nakal," kata Wakidi kepada wartawan saat ditemui di rumah duka, Senin (30/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, Farizal yang merupakan anak terakhir dari dua bersaudara dikenal peduli terhadap lingkungan. Ia kerap terlibat dalam kegiatan Karang Taruna dan membantu kegiatan warga.
"Iya baik. Ada kegiatan apa saja itu mengikuti dan mendukung sampai sekarang itu kalau muda-mudi punya istilah punya apa kegiatan sering membantu," jelasnya.
Wakidi mengenal Praka Farizal memiliki satu orang putri dan istri yang berasal dari Kebumen. Sepengetahuan Wakidi, mendiang bertugas di Aceh. Terakhir kali ia bertemu yakni pada Idul Fitri tahun lalu.
"Ya tahun ini nggak, yang (Idul Fitri) kemarin pulang. Saya ketemu di lapangan pas hari Idul Fitri itu," katanya.
Soal informasi meninggalnya Praka Farizal, Wakidi mengaku mendapatkan informasi pagi tadi dari kerabat korban yang juga seorang prajurit.
"Mengabarinya ya itu tadi, cuma ada apa warga saya (Farizal) yang kena halangan itu tadi," ujarnya.
Soal rencana pemakaman, Wakidi menyebut keluarga menghendaki agar jenazah dimakamkan di makam umum daerah Kulon Progo. Hanya saja, dirinya masih akan berkomunikasi lagi dengan pihak keluarga.
"Iya di sini, dimakamkan mau di sini. Kan tadi dari Kodim sudah tanya, besok nanti makamnya di Makam Pahlawan atau di makam umum. Nah saya matur (bilang) sama keluarga makamnya di umum saja. Di Nambangan Ledok." jelasnya.
Selain itu, dirinya juga belum bisa memastikan kapan jenazah tiba di rumah duka.
"Informasinya belum ada, sampai sekarang belum ada informasi lagi," pungkasnya.
Sebelumnya, dilansir detikNews, seorang anggota TNI yang menjadi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) tewas akibat serangan di Lebanon. Indonesia mengecam serangan tersebut.
"Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui akun X @Kemlu_RI, Senin (30/3).
Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan belasungkawa terdalam atas meninggalnya anggota TNI yang tergabung dalam UNIFIL. RI menegaskan kecaman atas serangan Israel ke Lebanon.
"Indonesia menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon, menghentikan serangan terhadap penduduk sipil dan infrastruktur, serta kembali ke dialog dan diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan memajukan perdamaian," tegas Kemlu.
(aku/ams)

Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil