Sejumlah karangan bunga mulai berdatangan di rumah duka Praka Farizal Rhomadhon, Padukuhan Ledok, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo. Praka Farizal gugur dalam serangan Israel terhadap Lebanon pada Minggu (29/3) lalu.
Pantauan detikJogja pukul 10.11 WIB, karangan bunga memenuhi halaman rumah duka. Mulai dari jalan masuk menuju rumah duka lalu memutar di area halaman.
Karangan bunga itu ada dari Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri, Ketua Harian PSI Ahmad Ali, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo, Menlu, hingga Wamenlu. Ada juga karangan bunga dari sejumlah politisi PSI, PKS, hingga sejumlah jenderal TNI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain karangan bunga, tampak juga pelayat bergantian mulai berdatangan ke rumah duka. Para pelayat menyalami anggota keluarga Praka Farizal dan menyampaikan belasungkawa. Selain warga, sejumlah anggota TNI juga masih berada di rumah duka.
Sebelumnya, Komandan Kodim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dyan Niti Sukma mengatakan terkait pemulangan jenazah, masih menunggu dari Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI.
"Kami masih berkomunikasi dengan PMPP TNI terkait pemulangan almarhum. Jadi saat ini masih tahap menunggu," kata Dyan, Senin (30/3/2026).
Karangan bunga berdatangan di rumah duka Praka Farizal Rhomadhon di Kulon Progo, Selasa (31/3/2026) Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja |
Dyan melanjutkan, pemulangan jenazah diupayakan bisa secepatnya dilakukan. Ia berharap lusa jenazah sudah tiba di Indonesia dengan catatan segala proses administrasi sudah diselesaikan.
"Insyaallah mudah-mudahan lusa sudah bisa sampai Tanah Air. Tapi itu pun kami tetap monitor terkait dengan pemulangan almarhum," kata Dyan.
Dilansir detikNews, Senin (30/3), Praka Farizal Rhomadhon menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas (Kima) Yonif 113/JS. Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, terutama karena ia meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang baru berusia dua tahun.
Karangan bunga berdatangan di rumah duka Praka Farizal Rhomadhon di Kulon Progo, Selasa (31/3/2026) Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja |
Insiden tersebut terjadi pada Minggu (29/3/2026) di markas UNIFIL yang terletak di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan. Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi kontak senjata antara militer Israel (IDF) dan kelompok Hizbullah.
Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Narsullah, menjelaskan bahwa serangan tersebut mengenai prajurit yang sedang bertugas di lapangan. "Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut menimpa Prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL," ungkap Aulia dalam keterangannya, Senin (30/3/2026).
Insiden maut ini terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026, di tengah meningkatnya eskalasi antara militer Israel (IDF) dan kelompok Hizbullah. Sebuah ledakan proyektil mengenai markas UNIFIL di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan.
Karangan bunga berdatangan di rumah duka Praka Farizal Rhomadhon di Kulon Progo, Selasa (31/3/2026) Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja |
(afn/ahr)




Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil