3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Israel Klaim Belum Tentu gegara Militernya

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Israel Klaim Belum Tentu gegara Militernya

Rita Uli Hutapea - detikJogja
Selasa, 31 Mar 2026 12:33 WIB
Members of the United Nations peacekeepers (UNIFIL) look at the Lebanese-Israeli border, as they stand on the roof of a watch tower ‏in the town of Marwahin, in southern Lebanon, October 12, 2023. (Reuters)
Pasukan penjaga perdamaian PBB bertugas di menara pengawas di Lebanon bagian selatan. (Foto: dok. Reuters)
Jogja -

Militer Israel atau IDF menyatakan telah menyelidiki dua insiden terpisah yang menewaskan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan. Israel menyebut insiden itu terjadi di wilayah rawan perang.

"Insiden-insiden tersebut sedang ditinjau secara menyeluruh untuk mengklarifikasi keadaan dan menentukan apakah insiden tersebut diakibatkan oleh aktivitas Hizbullah atau aktivitas IDF," tulis militer Israel di Telegram, dilansir kantor berita AFP yang dikutip detikNews, Selasa (31/3/2026).

"Perlu dicatat bahwa insiden-insiden ini terjadi di area pertempuran aktif, di mana mereka beroperasi melawan kelompok Hizbullah yang didukung Iran," imbuh unggahan militer Israel tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh karena itu, tidak boleh diasumsikan bahwa insiden di mana tentara UNIFIL terluka disebabkan oleh IDF," katanya, merujuk pada Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL).

Sebagai informasi, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengumumkan dua prajurit penjaga perdamaian asal Indonesia tewas pada Senin (30/3). Selain itu, dua prajurit lainnya dilaporkan terluka.

"Akibat ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL dan menghancurkan kendaraan mereka," ujar PBB.

Insiden itu, menurut PBB, terjadi di dekat Bani Hayyan di Lebanon selatan.

Serangan ini terjadi sehari setelah seorang prajurit penjaga perdamaian Indonesia lainnya tewas ketika sebuah proyektil menghantam markas misi di Ett Taibe pada Minggu (29/3), kata PBB dalam situs resminya.

Kepala Operasi Perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Jean Pierre Lacroix, menyatakan "belasungkawa sedalam-dalamnya kepada Pemerintah Indonesia dan keluarga tiga penjaga perdamaian UNIFIL yang tewas dalam dua hari terakhir".

PBB mengutuk serangan mematikan dalam dua hari berturut-turut tersebut terhadap pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di Lebanon (UNIFIL).

"Para penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target," kata Lacroix kepada para jurnalis dalam jumpa pers di Markas Besar PBB di New York, dilansir BBC, Selasa (31/3).




(ams/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads