Jenazah Praka Farizal Diperkirakan Tiba di Indonesia Jumat atau Sabtu

Jenazah Praka Farizal Diperkirakan Tiba di Indonesia Jumat atau Sabtu

Jauh Hari Wawan S - detikJogja
Kamis, 02 Apr 2026 09:28 WIB
Praka Farizal dan istrinya.
Praka Farizal dan istrinya. Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
Kulon Progo -

Proses pemulangan jenazah almarhum Praka Farizal Rhomadhon terus diupayakan. Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah Kolonel Inf Dimar Bahtera mengatakan jenazah Praka Farizal kemungkinan tiba di Indonesia paling lambat Sabtu mendatang.

Praka Farizal diketahui gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Dimar menjelaskan, berdasarkan informasi yang didapatkan dari Satgas di UNIFIL jenazah Praka Farizal rencananya akan dibawa ke rumah sakit di Beirut, Kamis (2/4). Di Beirut akan dilaksanakan mekanisme repatriasi dari UN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian rencana pemberangkatan, saya baru saja komunikasi dengan yang di misi Satgas, dari upaya dari UNIFIL, dari Force Commander, kemudian dari Satgas kita, dari Dansatgas yang ada di sana itu informasi terakhir nanti direncanakan hari Kamis," kata Dimar ditemui wartawan di Kulon Progo, Rabu (1/4/2026) malam.

ADVERTISEMENT

Dari Beirut, jenazah akan diberangkatkan ke Istanbul, Turki, sebelum diterbangkan langsung ke Bandara Soekarno-Hatta.

"Dari Kamis itu dari posisi di Beirut nanti akan bergerak ke Turki, ke Istanbul. Kemudian dari Turki, jenazah jadi satu, direct flight ke Soekarno-Hatta. Kurang lebih seperti itu," imbuhnya.

Setibanya di Indonesia, masih ada upacara penghormatan dari negara. Baru setelah itu jenazah akan dibawa ke kediaman masing-masing.

Dengan selisih waktu sekitar lima jam dan durasi perjalanan sekitar 10 jam, Dimar memperkirakan jenazah dapat tiba pada Jumat atau paling lambat Sabtu. Almarhum Praka Farizal akan diterbangkan dengan dua prajurit lain yang juga menjadi korban.

"Kalau misalkan dia berangkatnya pagi dari sana, itu berarti mudah-mudahan di hari Jumatnya itu bisa sudah sampai di Indonesia. Jumat (atau) Sabtu kurang lebih," ucapnya.

Dimar menambahkan, rencana tersebut masih bersifat dinamis mengingat situasi konflik di Lebanon.

"Ini cukup dinamis ya, karena situasinya di depan itu daerah konflik. Jadi ini baru plan rencana, tetapi dinamikanya mungkin bisa bergeser, tetapi gambarannya sudah jelas ketika tadi saya seperti saya sampaikan," pungkasnya.




(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads