Apakah Masih Boleh Puasa Ayyamul Bidh Syawal 2026? Cari Tahu Hukumnya!

Apakah Masih Boleh Puasa Ayyamul Bidh Syawal 2026? Cari Tahu Hukumnya!

Sri Wahyuni Oktafia - detikJogja
Selasa, 07 Apr 2026 19:04 WIB
Ilustrasi Puasa Ayyamul Bidh
Ilustrasi Puasa Ayyamul Bidh (Foto: Hello Aesthe/Pexels)
Jogja -

Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan setiap pertengahan bulan hijriah, yakni pada tanggal 13, 14, dan 15. Amalan ini juga bisa dilaksanakan di bulan Syawal sebagai bagian dari ibadah sunnah setelah Ramadan yang memiliki banyak keutamaan.

Namun, dalam praktiknya, tidak sedikit umat Islam yang baru menyadari atau memiliki kesempatan untuk menjalankan puasa ini setelah tanggal-tanggal tersebut terlewat. Kondisi ini kemudian menimbulkan pertanyaan, apakah masih boleh memulai puasa Ayyamul Bidh di hari ini meskipun tidak dimulai dari tanggal 13?

Untuk menjawab hal tersebut, penting memahami hukum dan ketentuan pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh menurut ajaran Islam. Simak penjelasan lebih lengkapnya berikut ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Puasa Ayyamul Bidh?

Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada pertengahan bulan hijriah, tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulannya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam buku Fiqih Puasa karya M. Hasyim Ritonga, yang menyebutkan bahwa puasa ini termasuk amalan rutin yang dianjurkan bagi umat Muslim.

Secara bahasa, "Ayyamul Bidh" berarti "hari-hari putih". Penamaan ini memiliki beberapa penjelasan. Salah satunya dikaitkan dengan kisah Nabi Adam AS ketika diturunkan ke bumi. Dikisahkan, tubuh Nabi Adam sempat menghitam akibat sengatan matahari, kemudian Allah SWT memerintahkannya untuk berpuasa selama tiga hari. Setiap hari puasa yang dijalankan membuat bagian tubuhnya kembali putih hingga sempurna pada hari ketiga.

Selain itu, ada pula pendapat lain yang menyebutkan bahwa istilah Ayyamul Bidh merujuk pada kondisi malam di tanggal-tanggal tersebut yang tampak terang benderang karena cahaya bulan purnama. Pada waktu itu, bulan terlihat bersinar penuh sejak terbenam hingga terbit kembali, sehingga malam dan siangnya tampak "putih" atau terang.

Hukum Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh termasuk dalam kategori puasa sunnah muakkad, yaitu amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Anjuran ini didasarkan pada berbagai hadis Nabi Muhammad SAW yang menunjukkan keutamaan puasa sunnah, termasuk puasa yang dilakukan secara rutin setiap bulan.

Dalam buku Manisnya Iman Damainya Ibadah karya Moh. Nur Sholeh dijelaskan bahwa puasa Ayyamul Bidh memiliki kedudukan istimewa di antara puasa sunnah lainnya. Salah satu hadis yang menjadi dasar anjuran tersebut adalah sabda Rasulullah SAW,

"Puasa yang paling baik setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Muharram, dan puasa yang paling baik setelahnya adalah puasa Ayyamul Bidh." (HR Muslim)

Dengan status sunnah muakkad-nya, puasa ini sangat dianjurkan untuk diamalkan secara konsisten. Meski tidak wajib, umat Islam yang melaksanakannya akan mendapatkan pahala yang besar, sementara yang meninggalkannya tidak berdosa.

Apakah Masih Boleh Puasa Ayyamul Bidh?

Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan selama tiga hari setiap bulan hijriah, tepatnya pada tanggal 13, 14, dan 15 atau saat pertengahan bulan. Menurut buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa karya Ali Amrin Al Qurawy, pelaksanaan puasa ini tidak sepenuhnya dibatasi hanya pada tanggal tersebut.

Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits ketika sahabat Nabi SAW, Mu'adzah RA, bertanya kepada Aisyah RA, "Apakah Rasulullah SAW berpuasa tiga hari setiap bulannya?" Aisyah menjawab, "Ya." Mu'adzah kembali bertanya, "Pada hari apa beliau melaksanakannya?" Aisyah menjawab, "Beliau tidak mempermasalahkan hari apa beliau berpuasa" (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Berdasarkan keterangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa memulai puasa Ayyamul Bidh hari ini tetap diperbolehkan, meskipun tidak dimulai dari tanggal 13. Pelaksanaannya pun dibebaskan, berturut-turut maupun terpisah.

Selain itu, merujuk kalender Syawal 2026 versi pemerintah maupun Muhammadiyah, saat ini masih berada dalam bulan Syawal. Artinya, umat Islam masih memiliki kesempatan untuk menjalankan puasa Ayyamul Bidh di bulan ini. Masih tersedia waktu sekitar 12 hari menurut versi pemerintah dan NU, serta sekitar 11 hari menurut Muhammadiyah untuk melaksanakan puasa Ayyamul Bidh di bulan Syawal tahun 2026.

Meski begitu, waktu yang paling utama tetap pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan hijriah. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, "Wahai Abu Dzar, jika engkau hendak berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15." (HR Tirmidzi)

Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh

Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma yaumul biidh sunnatal lillahita'aalaa.

Arti: "Saya niat berpuasa sunnah yaumul bidh karena Allah Ta'ala"

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Keutamaan Ayyamul Bidh sangat besar bagi yang menjalankannya. Berikut 3 keutamaan melaksanakan puasa Ayyamul Bidh dirangkum dari buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa karya Ali Amrin Al Qurawy dan Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslimah oleh Muhammad Syukron Maksum.

1. Seperti Puasa Sepanjang Masa

Salah satu keutamaan utama puasa Ayyamul Bidh adalah pahalanya yang setara dengan puasa sepanjang masa. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW, "Barang siapa yang berpuasa tiga hari pada setiap bulan, maka seolah-olah ia berpuasa sepanjang masa." (HR Tirmidzi)

Keutamaan ini berkaitan dengan prinsip bahwa setiap amal kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Dengan demikian, satu hari puasa bernilai seperti sepuluh hari. Jika seseorang berpuasa selama tiga hari dalam sebulan, maka pahalanya setara dengan 30 hari atau satu bulan penuh.

Apabila amalan ini dilakukan secara konsisten setiap bulan, maka seseorang akan memperoleh pahala seperti berpuasa sepanjang tahun. Inilah yang membuat puasa Ayyamul Bidh menjadi salah satu amalan ringan, tetapi memiliki ganjaran yang sangat besar.

2. Melaksanakan Sunnah Rasulullah SAW

Puasa Ayyamul Bidh merupakan amalan yang rutin dilakukan oleh Rasulullah SAW setiap bulan. Dengan melaksanakan puasa ini, seorang muslim berarti telah meneladani kebiasaan Rasulullah dalam beribadah sehari-hari.

Mengikuti sunnah Rasulullah tidak hanya menunjukkan kecintaan kepada beliau, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setiap amalan sunnah yang dilakukan dengan ikhlas akan menambah pahala dan menyempurnakan ibadah wajib.

Selain itu, orang yang istiqamah dalam menjalankan sunnah akan mendapatkan keberkahan dalam hidupnya. Ia akan lebih terarah dalam beribadah serta merasakan ketenangan batin karena berusaha mengikuti ajaran Rasulullah SAW.

3. Memberi Istirahat pada Organ Tubuh

Selain memiliki nilai ibadah, puasa Ayyamul Bidh juga memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh. Saat berpuasa, sistem pencernaan mendapatkan waktu untuk beristirahat dari aktivitas mengolah makanan secara terus-menerus.

Kondisi ini membantu tubuh untuk melakukan proses pemulihan dan menjaga keseimbangan organ. Dengan jeda makan yang teratur, organ pencernaan tidak bekerja terlalu berat, sehingga dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Sisa Syawal 2026

Berhubung pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh sangat bergantung dengan bulan hijriah berjalan, tanggalnya perlu diketahui dengan tepat. Yuk, cek sisa Syawal 2026 versi pemerintah dan Muhammadiyah di bawah ini!

1. Versi Pemerintah

Merujuk pada keputusan Kementerian Agama tahun 2026, ditetapkan tanggal 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026. Berdasarkan keputusan tersebut, berikut kalender bulan Syawal 1447 H versi pemerintah:

  • 19 Syawal 1447 H: Rabu, 8 April 2026
  • 20 Syawal 1447 H: Kamis, 9 April 2026
  • 21 Syawal 1447 H: Jumat, 10 April 2026
  • 22 Syawal 1447 H: Sabtu, 11 April 2026
  • 23 Syawal 1447 H: Minggu, 12 April 2026
  • 24 Syawal 1447 H: Senin, 13 April 2026
  • 25 Syawal 1447 H: Selasa, 14 April 2026
  • 26 Syawal 1447 H: Rabu, 15 April 2026
  • 27 Syawal 1447 H: Kamis, 16 April 2026
  • 28 Syawal 1447 H: Jumat, 17 April 2026
  • 29 Syawal 1447 H: Sabtu, 18 April 2026

2. Versi Muhammadiyah

Dikutip dari Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), berikut sisa kalender bulan Syawal 2026 versi Muhammadiyah:

  • 20 Syawal 1447 H: Rabu, 8 April 2026
  • 21 Syawal 1447 H: Kamis, 9 April 2026
  • 22 Syawal 1447 H: Jumat, 10 April 2026
  • 23 Syawal 1447 H: Sabtu, 11 April 2026
  • 24 Syawal 1447 H: Minggu, 12 April 2026
  • 25 Syawal 1447 H: Senin, 13 April 2026
  • 26 Syawal 1447 H: Selasa, 14 April 2026
  • 27 Syawal 1447 H: Rabu, 15 April 2026
  • 28 Syawal 1447 H: Kamis, 16 April 2026
  • 29 Syawal 1447 H: Jumat, 17 April 2026

Demikian penjelasan mengenai hukum mengerjakan puasa Ayyamul Bidh Syawal sekarang. Semoga menjawab pertanyaanmu, ya, detikers!

Artikel ini ditulis oleh Sri Wahyuni Oktafia peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik




(num/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads