Rekonstruksi Ungkap Momen Sadis Cobro Habisi Anggota Joxzin Saat Tidur

Rekonstruksi Ungkap Momen Sadis Cobro Habisi Anggota Joxzin Saat Tidur

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Jumat, 10 Apr 2026 17:54 WIB
Rekonstruksi pembunuhan anggota Joxzin di Polres Bantul.
Rekonstruksi pembunuhan anggota Joxzin di Polres Bantul. Foto: Dok. Polres Bantul.
Bantul -

Tersangka pembunuhan anggota Brigade Joxzin di Sedayu, Bantul, SS (29) alias Cobro memperagakan puluhan adegan dalam rekonstruksi di Polres Bantul. Polisi menyebut adegan mengalami penambahan hingga 53 adegan.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan SS memperagakan dari datang ke rumah korban KYR (36) hingga pesta minuman keras yang berujung maut. Dari hal tersebut, terungkap pemicu utama kemarahan KYR adalah ucapan korban yang dinilai merendahkan.

"Sebanyak 41 berkembang menjadi 53 adegan diperagakan oleh tersangka. Mulai dari saat tersangka datang ke rumah korban, termasuk adegan saat korban berkata-kata yang menyinggung tersangka SS, 'Nek sok-sokan alim ojo ning kene' (Kalau merasa paling alim jangan di sini)," katanya kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rita melanjutkan, penambahan reka adegan tersebut seiring dengan detail-detail baru yang terungkap di lapangan. Lebih lanjut, Rita menyebut, rekonstruksi juga menggambarkan momen krusial saat korban dan saksi-saksi lain tengah mengonsumsi minuman keras.

ADVERTISEMENT

"Meski berada di lokasi yang sama, tersangka SS diketahui tidak ikut minum-minuman keras," ujarnya.

Akan tetapi, akibat terdorong rasa sakit hati yang mendalam, SS yang sempat pulang ke rumahnya kemudian mengajak FS untuk kembali mendatangi rumah korban.

"Tersangka SS bersama FS kemudian datang kembali dan menyelinap masuk ke rumah korban. Di sanalah tersangka SS melancarkan penganiayaan berat menggunakan senjata tajam jenis golok saat korban tidak berdaya, hingga menyebabkan korban meninggal dunia," ucapnya.

Di sisi lain, Rita mengungkapkan, bahwa rekonstruksi berlangsung di halaman Mapolres Bantul untuk keamanan dan kelancaran.

"Tersangka SS dihadirkan dalam rekonstruksi, sementara untuk korban menggunakan peran pengganti," katanya.

Diberitakan sebelumnya, korban tewas dibacok saat tidur bersama istri dan anaknya di rumahnya pada Rabu (25/2) pukul 05.30 WIB. Istri korban juga terluka akibat menangkis serangan itu.

Polisi menyebut SS mendatangi rumah korban bersama satu rekannya yang berinisial FS (22) warga Gamping, Sleman. Mereka datang dengan berboncengan sepeda motor.




(apl/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads