Beredar narasi 60 ribu calon mahasiswa baru (maba) jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tidak mendaftar ulang. Universitas Gadjah Mada (UGM) pun merilis jumlah calon maba pada seleksi tahun ini yang mengundurkan diri.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof Wening Udasmoro memaparkan pada tahun ini total jumlah pendaftar di UGM mencapai 143.595 pendaftar reguler dan 4.305 pendaftar international undergraduate program (IUP).
"Jumlah total maba yang diterima 10.411 reguler dan 1.234 IUP," terang Wening saat dihubungi detikJogja, Senin (29/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rinciannya, untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), jumlah total pendaftarnya mencapai 29.456 pendaftar. Sedangkan jumlah total maba yang diterima jalur SNBP 2.836 mahasiswa.
Untuk calon maba yang mengundurkan diri pada jalur SNBP, kata Wening, tahun ini hanya 0,6% dari total maba yang diterima. Jumlah tersebut menurutnya lebih rendah dibanding tahun lalu.
"Maba yang tidak daftar ulang di SNBP sebanyak 20 orang, terjadi penurunan dari tahun sebelumnya," ujar Wening.
Kemudian untuk jalur SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) jumlah total pendaftarnya 64.473 pendaftar dengan total peminat 84.637. Sedangkan jumlah total maba yang diterima jalur SNBT 2.857 mahasiswa.
Terakhir untuk jalur seleksi mandiri, terdapat total pendaftar sebanyak 44.972 pendaftar. Jumlah total maba yang diterima jalur mandiri sebanyak 4.480 mahasiswa.
"(Jumlah maba yang tidak melakukan daftar ulang) jaliur SNBT sebanyak 138 orang. Sampai saat ini jalur mandiri masih proses registrasi sehingga belum dapat dihitung total calon maba yang tidak daftar ulang," papar Wening.
"Tidak diketahui (alasan maba tidak melakukan daftar ulang atau mengundurkan diri), karena maba tidak wajib menyampaikan alasannya kepada PTN," sambungnya.
Khusus untuk calon maba yang mengundurkan diri pada jalur SNBP, Wening bilang, tidak ada sanksi bagi sekolah asal maba.
Lalu untuk pengisian kuota pada kursi calon maba yang tidak daftar ulang, UGM memberlakukan skema sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Permendiktisaintek Nomor 3 Tahun 2026 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Program Sarjana Pada Perguruan Tinggi Negeri.
"Kursi calon mahasiswa SNBP yang tidak daftar ulang akan ditambahkan ke dalam kuota di jalur SNBT. Kuota SNBT yang tidak terisi akan ditambahkan ke dalam kuota jalur mandiri," ungkap Wening.
60 Ribu Calon Maba Disebut Tak Daftar Ulang
Diberitakan detikEdu, beredar narasi bahwa terdapat 60 ribu calon mahasiswa jalur SNBP yang tidak mendaftar ulang. Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan, meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk melakukan penelusuran menyeluruh terkait hal ini.
"Apakah 60 ribu itu memilih jurusan yang salah atau memang diloloskan pada jurusan yang tidak dia berkenan? Yang kedua apakah dia diterima di perguruan tinggi negeri yang lain yang menurut yang bersangkutan lebih sesuai?" ujar Sofyan Tan, dikutip dari TVR Parlemen pada Rabu (24/6).
"Yang paling dikhawatirkan adalah yang ketiga bahwa yang lolos ini karena tidak bisa dibiayai lewat KIP Kuliah, maka mereka itu tidak melanjut. Nah, karena itu yang terakhir ini harus didalami dan disurvei untuk mencari apakah betul yang seperti ini yang dugaan banyak orang," imbuhnya.
Menanggapi itu, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof Dr Ir Eduart Wolok, menegaskan bahwa narasi yang beredar bahwa 60 ribu siswa tidak daftar ulang SNBP itu tidak benar.
"60 ribuan itu (10% dari data total awal) yang tidak daftar ulang semua jalur (SNBP, SNBT, dan Mandiri) di SNPMB 2025," jelasnya melalui konfirmasi kepada detikEdu, Rabu (24/6/2026).
"Untuk SNBP sendiri persentase daftar ulang dari yang diterima ada di angka 92%," kata Eduart lagi.
(aku/alg)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Sebut Pelapor Dirinya ke Polisi Lagi Caper ke Presiden
Duduk Perkara Danrem Pamungkas Cekcok dengan Marshal Saat Ikut Maraton