Inspiratif! Pak Dukuh di Wonosari Sulap Galon Bekas Jadi Media Tanam Padi

Inspiratif! Pak Dukuh di Wonosari Sulap Galon Bekas Jadi Media Tanam Padi

Pradito Rida Pertana - detikJogja
Senin, 29 Jun 2026 16:17 WIB
Susanto bersama Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih saat memanen sebagian tanaman padi miliknya di Ngelorejo, Gari, Wonosari, Gunungkidul.
Susanto bersama Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih saat memanen sebagian tanaman padi miliknya di Ngelorejo, Gari, Wonosari, Gunungkidul. Foto: dok. Dukuh Ngelorejo Susanto
Gunungkidul -

Dukuh Ngelorejo, Gari, Wonosari, Gunungkidul memanfaatkan ratusan galon bekas untuk menanam padi di pekarangan rumahnya. Minimnya lahan dan keterbatasan dana tak lagi jadi penghalang untuk bertani.

Adalah Susanto (44), pria yang menjabat sebagai Dukuh Ngelorejo yang menjadi inisiator di kampungnya. Susanto yang sudah lama menggeluti dunia cocok tanam ini terinspirasi dari video Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menanam menggunakan galon di rumah dinasnya.

"Waktu itu saya lihat Bu Bupati, Mbak Endah dan sowan (berkunjung) ke rumah dinas Bupati. Ternyata menanam pakai galon dan saya terapkan saja," kata Susanto kepada detikJogja, Senin (29/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelahnya, pria yang akrab disapa Santo Mboso ini pun menerapkannya di pekarangan rumahnya. Santo yang pun memanfaatkan lahan kosong 10 meter persegi yang terbengkalai miliknya.

ADVERTISEMENT

"Lalu saya mulai cari galon ke mana-mana, dari minta, beli hingga dikasih. Akhirnya saya dapat 1.200 galon dalam waktu empat bulan," ujarnya.

Galon-galon bekas itu lalu dia tata di lahan miliknya yang ternyata hanya mampu menampung 840 galon. Santo lalu mencari tanah untuk mulai menanam.

"Galon itu lalu diberi tanah dan benih padi Ciherang, padi sisa itu. Untuk mulai menanam padi di galon itu akhir bulan Maret 2026," ucapnya.

Sedangkan untuk pengairan tanaman padinya, Santo mengaku menyiraminya secara manual menggunakan selang air. Namun, penyiraman tersebut berlangsung dalam beberapa tahap alias tidak setiap hari Santo lakukan.

"Sebulan pertama itu disiram satu kali. Lalu dua bulan seminggu dua kali, lalu tiga bulan seminggu sekali. Tapi seminggu terakhir sampai mau panen itu dikeringkan," katanya.

Penampakan ratusan galon disulap jadi media tanam padi milik Dukuh Ngelorejo, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Susanto.Penampakan ratusan galon disulap jadi media tanam padi milik Dukuh Ngelorejo, Gari, Wonosari, Gunungkidul, Susanto. Foto: dok. Dukuh Ngelorejo Susanto

Santo mengaku hal ini dia lakukan untuk mengedukasi warganya. Mengingat, banyak lahan kosong yang tak produktif di Ngelorejo.

"Saya ingin mengedukasi masyarakat dengan biaya semurah-murahnya bisa menanam, khususnya padi. Contoh, saya punya lahan 10 m2 dengan estimasi 1.000 galon. Nah dengan kalkulasi misal beli sawah 10 m2 kan Rp 15-20 juta. Tapi dengan galon Rp 2 juta, dan tanah beli katakanlah Rp 1 juta kan sangat terjangkau sekali," ujarnya.

"Terus penyiramannya tidak setiap hari dan pilih pakai selang, kenapa? Biar jadi pembelajaran bagi masyarakat kalau dengan dana minim bisa bertani," lanjut Santo.

Terkait hasilnya, Santo mengaku sudah panen pada Juni ini bersama Bupati Gunungkidul. Namun, belum semua tanaman padinya bisa panen karena penanamannya tidak serentak.

"Sebagian sudah panen, kemarin sama Bu Bupati yang memanen. Kalau jumlahnya kira-kira satu galon 1 ons, tapi ini mau saya sampling lagi jumlahnya. Untuk hasil panennya kemarin bagus, mungkin karena kontrol pupuk baik, pencegahan hama juga berlangsung dengan baik," ucapnya.

Di sisi lain, Santo mengaku senang karena beberapa warganya mulai tertarik menanam di galon. Meski Santo akui warganya kebanyakan menanam sayuran.

"Warga mulai tertarik menanam sayuran pakai galon, tidak apa-apa. Karena yang penting mereka sudah memanfaatkannya jadi lahan produktif, apalagi di Gunungkidul banyak lahan atau pekarangan tidak produktif," katanya.

Terkait apakah akan menanam tanaman lain, Santo mengiyakannya. Bahkan, Santo akan menambah lagi jumlah galon untuk tempat tanamannya.

"Kalau ke depannya padi tetap, tapi semua sayuran mau saya tanam biar punya dapur hidup. Selain itu saya mau tambah lagi 1.000 galon, tapi ya secara bertahap karena cari galon segitu kan butuh waktu juga," ujarnya.




(ams/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads