Selayaknya jalan lintas Provinsi, jalan Magelang pun memiliki ukuran yang lebar dan sangat ramai kendaraan hingga susah untuk diseberangi. Namun, terdapat 'jalan tikus' yang menjadi andalan warga Kapanewon Tempel dan sekitarnya untuk menyeberangi riuhnya Jalan Magelang.
Jalan tikus ini berada di bawah jembatan di Jalan Magelang kilometer 17,4 atau di sebelah selatan pasar Tempel. Warga setempat biasa menyebut jalan ini terowongan Gundengan.
Sesuai namanya, jalan tikus ini memiliki terowong yang terletak di bawah jembatan di Jalan Magelang kilometer 17,4. Jalan tikus ini menghubungkan dua wilayah di desa Margorejo, Kapanewon Tempel, yakni Gandengan Kidul di barat dan Ngebong di timur jalan Magelang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalan tikus ini tak terlalu lebar, hanya sekitar 3 meteran. Di sana juga terpampang papan larangan mobil melintas. Jalannya pun cukup mulus dengan panjang kurang lebih 200 meter.
Jalan tikus ini berada di bawah jembatan di Jalan Magelang kilometer 17,4, Jumat (17/4). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja |
Warga sekitar jalan itu, Totok, mengatakan jalan dan terowongan itu dibuat atas inisiatif warga Gandengan Kidul.
"Yang inisiatif buat terowongan warga Gundengan, tahunnya sekitar 2010-an, belum terlalu lama," ujar Totok saat ditemui detikJogja di kediamannya, Jumat (17/4/2026).
"Kan dulu banyak warga Gundengan Kidul itu yang punya sawah di sini (sisi timur), nah semakin lama kan jalan raya semakin ramai to, nah daripada nyebrang jalan itu, dibuatkan terowongan," sambungnya.
Namun kini, kata Totok, manfaat jalan tikus ini sudah dirasakan masyarakat luas. Terutama siswa-siswa sekolah. Di sisi barat terowongan terdapat SMKN 1 Tempel, sedangkan di sisi timur ada SMPN 1 Tempel.
"Kebanyakan anak-anak sekolah yang sekolah di seberang jalan kan lewatnya terowongan, kalau pagi rame banget, sama sepulang sekolah," ungkap Totok.
Selain siswa-siswa sekolah, warga masyarakat pun banyak yang terbantu dengan kehadiran terowongan ini, termasuk Totok. Masyarakat bisa memangkas waktu perjalanan lantara U-Turn atau sodetan jalan berjarak 1 kilometer di selatan jembatan.
"Saya tiap hari lewat, kalau mau ke pasar Tempel itu kan mau nyebrang rame banget. Kalau putar balik kalau dari sini satu kiloan, ya cukup memangkas waktu," pungkas Totok.
Jalan tikus ini berada di bawah jembatan di Jalan Magelang kilometer 17,4, Jumat (17/4). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja |
(alg/apl)


Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja