Lukisan potret Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka karya perupa Suhardiyono alias Kibar laku terjual. Lukisan tersebut dibeli langsung oleh Gibran melalui stafnya yang mendatangi kediaman Kibar di Ngemplak. Begini penampakan lukisan tersebut.
Berdasarkan pantauan detikJogja pada Selasa (14/4) lalu, lukisan Gibran dibuat di atas kanvas berukuran sedang. Adapun warna latar belakang lukisan itu dominan warna merah dengan sedikit sapuan warna putih.
Di karya Kibar, Gibran digambarkan sebagai sosok yang kental dengan unsur budaya Jawa. Hal itu tercermin dari ikat kepala yang bernuansa tradisional Jawa serta kain lurik yang dikenakan. Selain itu, Gibran digambarkan sedang menghadap ke samping.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu tim pendamping Kibar, Atsir Mahatma Adam, mengungkapkan karya yang terjual yakni lukisan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Lukisan itu terjual pada Sabtu (18/4) lalu.
"Lukisan Gibran dibeli oleh Gibran lewat stafnya Gibran. (Dibeli) Sabtu," kata Adam saat dihubungi wartawan, Senin (20/4/2026).
Terkait harga lukisan tersebut, tim pendamping tidak mengetahui secara detail. Akan tetapi, dari informasi yang ia terima, lukisan dibeli dengan harga yang layak.
"Dibeli dengan harga layak, langsung ke rekening Pak Kibar. Pihak pendamping nggak mengintervensi apapun. Nominalnya Pak Kibar nggak berkenan untuk diketahui khalayak," katanya.
Sebelumnya, Adam mendampingi Kibar untuk membantu mengatasi penjualan karya. Termasuk ikut mendampingi saat berkomunikasi dengan pihak bank. Hasilnya bank memberikan tenggat waktu 4 bulan terhitung dari Februari 2026 untuk Kibar melunasi utang.
"Kami diberi waktu 4 bulan ya untuk membayar utangnya. Awalnya nilainya Rp 536 juta. Setelah berjalan dengan bunga, sekarang mungkin sudah sekitar Rp 556 juta," ujarnya.
Suhardiyono Kibar (76) dan lukisan 'Gibran' berbusana Jawa (paling kanan) yang sudah laku terjual, Sabtu (18/4/2026). Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja |
Selama dua bulan pertama, tim mencoba menjual lukisan Kibar melalui jaringan relasi. Namun upaya itu belum membuahkan hasil. Akhirnya ia bersama tim berinisiatif untuk video hingga akhirnya viral.
"Kita nggak punya kenalan kolektor, kita nggak punya siapa-siapa di bidang ini, benar-benar babat alas," ucapnya.
Adam juga menegaskan bahwa tim pendamping tidak mengambil keuntungan dari penjualan karya Kibar.
"Kami tidak akan mengambil sepeserpun dari penjualan lukisan Pak Kibar," tegasnya.
Sejak viral, sejumlah penawaran mulai berdatangan, meski tidak semuanya serius. Meski begitu, beberapa penawaran cukup tinggi mulai muncul. Lukisan bergambar Gibran Rakabuming Raka disebut telah ditawar hingga Rp 37 juta, sementara karya lukis Soekarno ditawar mencapai Rp 42 juta.
"Penawaran paling tinggi lukisan Gibran ini sudah ditawar Rp37 (juta), ini (menunjuk lukisan Soekarno) ditawar Rp42 (Juta)," ungkapnya.
(ams/ams)

Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja