Pemkot Jogja menyiapkan setidaknya 15 tempat penitipan anak (daycare) untuk anak-anak korban kekerasan di daycare Little Aresha Jogja. Pemkot juga akan menanggung biayanya hingga akhir semester atau sampai Juni mendatang.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo mengatakan, selain pemulihan psikologi anak dan orang tua, hal yang tak kalah penting dari kasus ini ialah adanya daycare alternatif. Sebab, mayoritas orang tua masih bekerja sehingga membutuhkan daycare baru secepatnya untuk anak mereka.
"Ini menjadi sesuatu yang sangat emergency, karena orang tua dua-duanya pada umumnya bekerja dan terpaksa menitipkan anak dan bagaimana seandainya kemudian tidak ada tempat untuk menitipkan," ujar Hasto saat jumpa pers di Mapolresta Jogja, Senin (27/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka kami sudah mengidentifikasi ada 15 daycare atau TPA (tempat penitipan anak) lainnya yang ada di sekitar itu dan bisa menampung sampai 70-an anak," sambungnya.
Hasto mengatakan, Pemkot Jogja akan menanggung seluruh biaya penitipan bagi anak-anak korban daycare Little Aresha sampai akhir semester.
"Kami memutuskan untuk pembiayaan sampai akhir semester. Ini kami dari pemerintah kota bisa menanggung hal tersebut untuk memberikan pendampingan dan pembiayaan kepada korban," ujar Hasto.
Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja, Retnaningtyas mengatakan jumlah daycare yang disiapkan Pemkot masih akan terus bertambah.
"Ada 15 untuk sementara dan ini masih akan ditambah 17 lokasi lagi yang akan dibuka untuk anak-anak berpindah sekolahnya," terangnya saat ditemui di Kota Jogja, Selasa (28/4/2026).
Ratna menambahkan, para orang tua dibebaskan untuk memilih daycare yang sudah disiapkan. Namun, ia masih belum merinci data daycare yang telah siap ditempati.
"Biaya ditanggung oleh pemerintah kota sampai akhir semester ini, berarti sampai bulan Juni. Orang tua diberi kebebasan mana yang cocok untuk anak-anaknya," pungkasnya.
(dil/apu)

Komentar Terbanyak
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja