Apa Itu MBTI? Ini Cara Kerja dan 16 Tipe Kepribadian yang Termasuk di Dalamnya

Apa Itu MBTI? Ini Cara Kerja dan 16 Tipe Kepribadian yang Termasuk di Dalamnya

Angely Rahma - detikJogja
Selasa, 12 Mei 2026 11:52 WIB
Apa Itu MBTI? Ini Cara Kerja dan 16 Tipe Kepribadian yang Termasuk di Dalamnya
16 Tipe Kepribadian MBTI. (Foto: Gemini AI)
Jogja -

Pernah ikut tes kepribadian lalu mendapatkan hasil berupa empat huruf seperti INFJ, ESTP, atau ENTP? Banyak orang penasaran, apa sebenarnya arti dari kombinasi huruf tersebut dan sejauh mana hasilnya bisa menggambarkan diri kita. Tes kepribadian ini dikenal dengan nama MBTI, dan popularitasnya terus meningkat, terutama di kalangan anak muda.

MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator kerap digunakan untuk mengenali kecenderungan kepribadian seseorang, mulai dari cara berpikir, berkomunikasi, hingga mengambil keputusan. Tak hanya sekadar tren di media sosial, MBTI juga sering dimanfaatkan dalam dunia pendidikan, konseling, hingga pekerjaan sebagai alat bantu memahami diri sendiri dan orang lain.

Lalu, sebenarnya apa itu MBTI, bagaimana cara kerjanya, dan apa saja tipe kepribadian yang termasuk di dalamnya? Agar tidak sekadar ikut-ikutan, yuk kenali lebih jauh tentang MBTI dan 16 tipe kepribadian yang paling sering dibahas ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu MBTI?

Dikutip dari laman Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, MBTI merupakan singkatan dari Myers-Briggs Type Indicator, sebuah instrumen psikologi yang cukup populer dan sering digunakan untuk mengenali kecenderungan kepribadian seseorang.

Tes ini tidak hanya dipakai untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga banyak dimanfaatkan dalam dunia pendidikan, konseling, hingga dunia kerja. Tujuannya yaitu untuk membantu seseorang memahami cara berpikir, berperilaku, serta berinteraksi dengan orang lain agar komunikasi dan kerja sama bisa berjalan lebih efektif.

Secara historis, MBTI dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs bersama putrinya, Isabel Briggs Myers. Keduanya merancang MBTI dengan tujuan menerjemahkan teori kepribadian milik Carl Gustav Jung agar lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dijelaskan dalam publikasi ilmiah berjudul Peran Tes Kepribadian MBTI dalam Proses Konseling: Meningkatkan Pemahaman dan Pengembangan Individu karya Zubaidah dkk dalam Jurnal Menara Ilmu.

Meski demikian, MBTI bukan alat penilaian mutlak. Karena hasil tes bisa berubah, setiap individu sebaiknya menggunakan MBTI sebagai cara untuk refleksi diri bukan label permanen yang terus melekat sepanjang hidup.

Lebih jauh, pemahaman terhadap tipe kepribadian dapat membantu seseorang memiliki persepsi dan penilaian yang lebih jelas, sehingga mampu menjalani hidup sesuai dengan keinginan dan tujuan di masa depan.

Cara Kerja MBTI

Pada dasarnya, tes kepribadian seperti MBTI dirancang untuk mengukur aspek-aspek non-kognitif dalam diri manusia. Artinya, yang dinilai bukanlah tingkat kecerdasan atau keterampilan teknis, melainkan kecenderungan emosional, cara mengambil keputusan, pola interaksi sosial, hingga sikap seseorang dalam menghadapi berbagai situasi.

Masih merujuk pada publikasi ilmiah karya Zubaidah dkk dalam Jurnal Menara Ilmu, tes kepribadian berfungsi untuk memahami karakteristik individu yang berkaitan dengan temperamen, pola emosi, kesehatan mental, serta hubungan sosial. Aspek-aspek tersebut dinilai penting karena sangat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan.

Dalam praktiknya, MBTI membagi kepribadian manusia ke dalam empat dimensi utama. Pertama, Ekstroversi (E) dan Introversi (I), yang menggambarkan dari mana seseorang memperoleh energi, apakah dari interaksi sosial atau dari dunia internalnya sendiri.

Kedua, Sensing (S) dan Intuition (N), yang berkaitan dengan cara seseorang memproses informasi, apakah lebih mengandalkan fakta konkret atau intuisi dan gambaran besar. Ketiga, Thinking (T) dan Feeling (F), yang menunjukkan dasar seseorang dalam mengambil keputusan, logis atau mempertimbangkan perasaan. Terakhir, Judging (J) dan Perceiving (P), yang berhubungan dengan gaya hidup, apakah lebih terstruktur atau fleksibel.

Kombinasi dari keempat dimensi tersebut kemudian menghasilkan 16 tipe kepribadian, seperti ESTJ, INTP, ENTJ, ISTP, dan lainnya.

Sebagai contoh, tipe ENTP menggambarkan individu dengan kecenderungan Ekstrovert-Intuition-Thinking-Perceiving, yaitu pribadi yang ekspresif, penuh ide, logis, dan fleksibel. Nama setiap tipe kepribadian diambil dari huruf awal empat dimensi yang menyusunnya. Dari sinilah MBTI membantu seseorang mengenali kecenderungan dirinya.

16 Jenis MBTI dan Karakteristik Singkatnya

Dikutip dari laman The Minds Journal, MBTI membagi kepribadian manusia ke dalam 16 tipe. Masing-masing tipe memiliki kecenderungan cara berpikir, bersikap, dan berinteraksi yang berbeda. Berikut penjelasannya secara ringkas.

1. ISTJ - Sang Ahli Logistik

ISTJ dikenal sebagai pribadi yang terstruktur, bertanggung jawab, dan patuh pada aturan. Mereka menyukai keteraturan, menghargai tradisi, serta cenderung bekerja tenang di balik layar.

2. ESTJ - Sang Eksekutif

Berbeda dari ISTJ yang lebih privat, ESTJ tampil tegas dan lugas di lingkungan sosial. Mereka pandai memimpin, mengatur sistem, dan memastikan segala sesuatu berjalan sesuai rencana.

3. ISFJ - Sang Pembela

ISFJ adalah sosok yang penuh perhatian dan peduli pada orang lain. Mereka senang membantu secara nyata dan sering mengekspresikan kepedulian lewat tindakan, bukan kata-kata.

4. ESFJ - Sang Konsul

ESFJ dikenal ramah, terbuka, dan sangat peduli dengan keharmonisan sosial. Mereka mudah berempati dan sering menjadi penghubung dalam sebuah kelompok.

5. ISTP - Sang Virtuoso

ISTP cenderung tenang, mandiri, dan suka bereksperimen langsung di dunia nyata. Mereka menyukai tantangan praktis dan biasanya lebih banyak bertindak daripada berbicara.

6. ESTP - Sang Pengusaha

ESTP dikenal berani, spontan, dan penuh energi. Mereka senang mencoba hal baru, mudah bergaul, serta menikmati hidup yang mengalir apa adanya tanpa terlalu banyak perencanaan.

7. ISFP - Sang Petualang

ISFP identik dengan pribadi yang santai, kreatif, dan menghargai kebebasan. Mereka mengikuti kata hati dan tidak ragu melawan arus demi nilai yang diyakini.

8. ESFP - Sang Penghibur

ESFP adalah tipe yang ceria dan menikmati momen saat ini. Mereka senang bersosialisasi, mudah menularkan semangat, dan sering menjadi pusat perhatian dalam lingkungan sosial.

9. INTP - Sang Ahli Logika

INTP dikenal analitis, rasional, dan haus pengetahuan. Mereka senang mengeksplorasi ide, berpikir mendalam, dan berargumen secara logis.

10. ENTP - Sang Pendebat

ENTP gemar berdiskusi dan bertukar gagasan. Mereka kritis, kreatif, dan senang menentang sudut pandang lama demi menemukan cara berpikir baru.

11. INTJ - Sang Arsitek

INTJ adalah pemikir strategis yang fokus pada masa depan. Mereka suka merancang rencana jangka panjang dan tidak mudah bertindak sebelum semuanya terasa masuk akal.

12. ENTJ - Sang Komandan

ENTJ tampil sebagai pemimpin alami yang tegas dan visioner. Mereka cepat mengambil keputusan dan tidak ragu menantang tradisi jika dianggap tidak efektif.

13. INFP - Sang Mediator

INFP dikenal idealis, reflektif, dan sangat menghargai nilai-nilai personal. Mereka peka terhadap perasaan dan memiliki empati yang tinggi terhadap orang lain.

14. ENFP - Sang Penggerak

ENFP penuh antusiasme dan semangat hidup. Mereka mencintai kebebasan, kreativitas, dan senang mendukung orang lain untuk berkembang sesuai potensinya.

15. INFJ - Sang Advokat

INFJ merupakan pribadi idealis yang peduli pada perubahan sosial. Mereka empatik, intuitif, dan sering memikirkan cara membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

16. ENFJ - Sang Protagonis

ENFJ dikenal hangat, inspiratif, dan berorientasi pada manusia. Mereka pandai memotivasi orang lain dan sering muncul sebagai pemimpin yang peduli dan visioner.

Setiap tipe kepribadian memiliki keunikan, kelebihan, dan tantangannya masing-masing. Dengan memahami MBTI secara bijak, diharapkan bisa lebih menghargai perbedaan, meningkatkan kualitas komunikasi, serta mengenal diri sendiri dengan cara yang lebih positif.

Artikel ini ditulis oleh Angely Rahma, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik.




(sto/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads