Peristiwa ribut-ribut di Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Jogja, yang dinarasikan karena tidak membayar jasa kencan viral di media sosial. Berdasarkan hasil pemeriksaan kepolisian terungkap pemicu keributan tersebut.
Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu (16/5/2026) pukul 00.15 WIB di depan Bread Pastry, Jalan HOS Cokroaminoto, Tegalrejo, Kota Jogja.
"Diduga tindak pidana penganiayaan, pada Sabtu dini hari di Jalan HOS Cokroaminoto," kata Dani saat dimintai konfirmasi wartawan, Sabtu (16/5).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban diketahui pria berinisial S (46) yang dalam video viral itu dipukul oleh sejumlah orang. Sedangkan sejumlah saksi yang diperiksa polisi yakni wanita inisial IPA (28), dan tiga pria inisal IBS (24), H (47), dan A (45).
Ia menjelaskan peristiwa itu bermula saat korban datang ke kos IPA di Umbulharjo pada Jumat (15/5) malam pukul 21.00 WIB. Di kos tersebut korban diajak oleh IPA dan IBS minum minuman beralkohol.
"Setelah selesai minum-minuman beralkohol di kos, korban diajak kedua saksi karaoke di wilayah Pasar Kembang Yogyakarta," jelasnya.
Di tempat karaoke di Pasar Kembang (Sarkem) tersebut, keduanya kembali mengajak korban minum-minuman beralkohol. kemudian korban, IPA, dan IBS pulang dengan menggunakan sepeda motor.
Posisi korban saat itu dibonceng oleh IPA. Dalam perjalanan pulang saat melewati Jalan HOS Cokroaminoto korban meminta bertukar posisi.
"Ketika IPA menghentikan sepeda motornya dan kemudian terjadi percekcokan antara korban dan IPA. Kemudian korban dianiaya oleh IPA dan IBS," ujarnya.
Adapun berdasarkan keterangan korban, percekcokan itu terjadi karena cara IPA berkendara membahayakan akibat terpengaruh alkohol. Namun, hal itu direspons berlebihan oleh IPA.
"Keterangan korban bahwa IPA dalam mengendarai sepeda motor tidak sesuai atau membahayakan sehingga korban meminta untuk menjadi drivernya. Namun IPA tidak mau sehingga terjadi percekcokan," ucapnya.
Setelah kejadian, korban menjalani pengobatan di RS Ludiro Husodo Yogyakarta. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan Polsek Tegalrejo.
(ams/ams)

Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil