Warga menggeruduk kantor Balai Kalurahan Bangunkerto, Turi, Sleman, siang ini menjadi viral di media sosial. Massa warga dengan mengendarai motor memadati area depan balai kalurahan dan menggeber-geberkan kendaraan.
Pantauan detikJogja di lokasi pada pukul 16.19 WIB, situasi berangsur kondusif. Hanya terlihat beberapa pamong kalurahan dan petugas keamanan yang berjaga di sekitar kantor kalurahan.
Di depan kantor kalurahan, tampak bertumpuk sejumlah spanduk yang berisi ungkapan kemarahan warga terkait kasus dugaan korupsi yang melibatkan pamong Kalurahan Bangunkerto beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Panewu Turi, Joko Susilo, membantah kegiatan tersebut merupakan aksi demonstrasi ataupun bentuk protes terhadap kasus apapun.
"Hari ini anak-anak muda janjian main motor bareng menelusuri jalan yang ada di Kapanewon Turi, sebagian jalan di Kapanewon Turi. Karena warga Bangunkerto, tentunya fokusnya di Bangunkerto," kata Joko saat ditemui detikJogja di lokasi, Minggu (21/6/2026).
Dia menegaskan tidak ada tuntutan maupun pesan tertentu yang disampaikan dalam aksi tersebut. Pemerintah kapanewon dan warga hanya melakukan pemantauan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman.
"Itu tidak ada pesan ataupun tuntutan apa pun dari anak-anak muda itu. Hari ini aman, tidak apa-apa, cuma main bareng antarkampung," ujarnya.
Saat ditanya apakah kegiatan itu berkaitan dengan kasus dugaan korupsi anggaran desa yang sebelumnya mencuat di Bangunkerto, Joko membantahnya.
"Ini enggak ada hari ini. Enggak ada tuntutan sama sekali, enggak ada masukan pendapat. Ini murni anak-anak kumpul bareng, main motor bareng," katanya.
Sementara itu, Kapolsek Turi, Adhy Irawan, mengatakan kegiatan tersebut dimulai sekitar pukul 13.00 WIB. Ia menegaskan aksi tersebut berlangsung kondusif sampai akhir.
"Sebetulnya kita lebih mengedepankan pelayanan bagi warga yang mau menyampaikan aspirasi. Namun yang terjadi siang hingga sore hari ini kan pawai dari segelintir warga Bangunkerto," katanya.
"Tidak ada penyampaian orasi, tidak ada penyampaian apa pun dari mereka. Mereka hanya pengin show of, sudah itu saja," ujarnya.
Adhy memperkirakan terdapat sekitar ratusan kendaraan yang mengikuti aksi tersebut. Massa sempat berhenti di depan Balai Kalurahan Bangunkerto dan menggeber-geber kendaraan mereka.
"Ya cuma menggeber-geberkan kendaraan di depan gapura Kelurahan Bangunkerto. Enggak ada yang masuk juga," katanya.
Adhy memastikan tidak terjadi kericuhan selama kegiatan berlangsung. Massa kemudian membubarkan diri sekitar pukul 16.30 WIB.
"Membubarkan diri sendiri. Tidak ada kita memerintahkan bubar. Atas kesadaran mereka sendiri," pungkasnya.
(apl/apl)

Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil