- Tanggal Idul Adha 2026 Hasil Sidang Isbat
- Puasa Sunah di Bulan Dzulhijjah 1. Puasa Awal Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah) 2. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) 3. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) 4. Puasa Ayyamul Bidh 5. Puasa Senin Kamis
- Jadwal Puasa Bulan Dzulhijjah Sebelum dan Setelah Idul Adha 1. Jadwal Puasa Sebelum Idul Adha 2026 2. Jadwal Puasa Setelah Idul Adha 2026
Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan yang istimewa bagi umat Islam. Selain identik dengan pelaksanaan ibadah haji dan Hari Raya Idul Adha, bulan ini juga dipenuhi berbagai amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan, salah satunya puasa.
Puasa sunnah di bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan yang besar. Bahkan, ada yang dapat menghapus dosa selama 2 tahun dan menjadi amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah pada bulan Dzulhijjah, termasuk menjalankan puasa sunnah.
Menariknya, puasa di bulan Dzulhijjah tidak hanya dilakukan sebelum Idul Adha saja. Setelah hari raya pun masih ada puasa sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan. Maka dari itu, penting bagi umat Islam untuk mengetahui jadwal lengkapnya agar tidak keliru dalam pelaksanaannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, kapan saja puasa bulan Dzulhijjah sebelum dan sesudah Idul Adha? Mari simak jadwal lengkapnya di bawah ini!
Tanggal Idul Adha 2026 Hasil Sidang Isbat
Sebelum mengetahui jadwal puasa sunnah di bulan Dzulhijjah, umat Islam perlu memahami terlebih dahulu tanggal Hari Raya Idul Adha 2026 di Indonesia berdasar sidang isbat. Sebab, seluruh jadwal puasa Dzulhijjah berkaitan langsung dengan penentuan awal bulan Dzulhijjah melalui sidang isbat pemerintah.
Di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Agama RI menetapkan awal bulan Hijriah menggunakan metode hisab dan rukyatul hilal. Hisab merupakan perhitungan astronomi untuk menentukan posisi hilal, sedangkan rukyatul hilal dilakukan dengan pengamatan langsung di sejumlah titik pemantauan di Indonesia. Hasil kedua metode tersebut kemudian dibahas dalam sidang isbat sebelum diputuskan secara resmi.
Dilansir laman resmi Kementerian Agama, tanggal 1 Dzulhijjah 1447 Hijriah ditetapkan pada 18 Mei 2026 dalam sidang isbat yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (17/5/2026). Sidang tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar.
"Dengan demikian berdasarkan hasil hisab dan adanya laporan hilal tersebut dapat terlihat disepakati bahwa tanggal 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada hari Senin tanggal 18 Mei 2026 Masehi. Dan demikian Hari Raya Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada hari Rabu 27 Mei 2026," ujar Menag.
Dengan hasil sidang isbat tersebut, umat Islam di Indonesia dapat mulai melaksanakan puasa sunnah Dzulhijjah sejak 1 Dzulhijjah 1447 H atau Senin, 18 Mei 2026. Sementara itu, Hari Raya Idul Adha ditetapkan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Penetapan ini sekaligus menjadi acuan dalam menentukan jadwal puasa Tarwiyah, puasa Arafah, hingga hari Tasyrik.
Puasa Sunah di Bulan Dzulhijjah
Sebagai bulan yang istimewa, ada beberapa amalan sunah untuk dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah. Salah satunya adalah puasa yang memiliki keutamaan besar karena dilakukan pada bulan yang dimuliakan Allah SWT.
Berdasarkan penjelasan di buku Siapa Berpuasa Dimudahkan Urusannya yang ditulis oleh Khalifa Zain Nasrullah, ada beberapa puasa sunah yang dianjurkan di bulan yang penuh berkah ini. Secara umum, puasa sunnah di bulan Dzulhijjah terbagi menjadi puasa sebelum Idul Adha dan sesudah Idul Adha, meliputi:
1. Puasa Awal Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah)
Puasa ini dilakukan sejak tanggal 1 hingga 7 Dzulhijjah. Meski tidak wajib, puasa pada hari-hari awal Dzulhijjah sangat dianjurkan karena termasuk dalam amalan saleh yang dicintai Allah SWT. Ibadah satu ini masuk dalam rangkaian puasa sunnah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah
2. Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah, tepat sehari sebelum puasa Arafah. Ibadah sunah ini berkaitan dengan persiapan jamaah haji menuju Mina. Puasa ini juga masuk dalam rangkaian puasa sunah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
3. Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)
Puasa Arafah merupakan puasa sunnah paling utama di bulan Dzulhijjah bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Oleh karena itu, puasa ini menjadi salah satu amalan yang paling banyak dikerjakan umat Islam menjelang Idul Adha.
4. Puasa Ayyamul Bidh
Selain puasa sebelum Idul Adha, di bulan Dzulhijjah juga terdapat puasa Ayyamul Bidh yang dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah. Puasa ini merupakan amalan sunnah rutin setiap pertengahan bulan Hijriah. Puasa ini tetap bisa dikerjakan setelah Idul Adha selesai, tepatnya setelah hari tasyrik berakhir, mulai dari tanggal 14-nya.
5. Puasa Senin Kamis
Ada pula puasa sunah Senin dan Kamis yang dikerjakan di setiap bulannya. Puasa ini memang tidak dikhususkan pada bulan Dzulhijjah, tetapi pelaksanaannya tetap bisa dilakukan dan tentu mendapat pahala. Pelaksanaannya pun harus menyesuaikan, yakni di luar hari raya Idul Adha dan hari Tasyrik.
Jadwal Puasa Bulan Dzulhijjah Sebelum dan Setelah Idul Adha
Setelah memahami jenis puasanya, kini saatnya mengetahui jadwal puasa bulan Dzulhijjah sebelum dan sesudah Idul Adha. Jadwal berikut mengacu pada kalender Hijriah Kementerian Agama RI tahun 2026 dan hasil sidang isbat.
1. Jadwal Puasa Sebelum Idul Adha 2026
Berikut jadwal puasa sunnah sebelum Hari Raya Idul Adha 2026:
- 1 Dzulhijjah: Senin, 18 Mei 2026 (Puasa sunnah Dzulhijjah/Senin)
- 2 Dzulhijjah: Selasa, 19 Mei 2026 (Puasa sunnah Dzulhijjah)
- 3 Dzulhijjah: Rabu, 20 Mei 2026 (Puasa sunnah Dzulhijjah)
- 4 Dzulhijjah: Kamis, 21 Mei 2026 (Puasa sunnah Dzulhijjah/Kamis)
- 5 Dzulhijjah: Jumat, 22 Mei 2026 (Puasa sunnah Dzulhijjah)
- 6 Dzulhijjah: Sabtu, 23 Mei 2026 (Puasa sunnah Dzulhijjah)
- 7 Dzulhijjah: Minggu, 24 Mei 2026 (Puasa sunnah Dzulhijjah)
- 8 Dzulhijjah: Senin, 25 Mei 2026 (Puasa Tarwiyah)
- 9 Dzulhijjah: Selasa, 26 Mei 2026 (Puasa Arafah)
2. Jadwal Puasa Setelah Idul Adha 2026
Setelah Idul Adha, umat Islam tidak diperbolehkan berpuasa pada hari tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Baru kemudian lanjut puasa sunah antara lain sebagai berikut:
- 14 Dzulhijjah: Minggu, 31 Mei 2026 (Puasa Ayyamul Bidh)
- 15 Dzulhijjah: Senin, 1 Juni 2026 (Puasa Ayyamul Bidh/Senin)
- 18 Dzulhijjah: Kamis, 4 Juni 2026 (Puasa Kamis)
- 22 Dzulhijjah: Senin, 8 Juni 2026 (Puasa Senin)
- 25 Dzulhijjah: Kamis, 11 Juni 2026 (Puasa Kamis)
- 29 Dzulhijjah: Senin, 15 Juni 2026 (Puasa Senin)
Sebagai catatan, puasa Ayyamul Bidh tidak harus selalu dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan berjalan. Umat Islam boleh mengerjakannya pada tanggal-tanggal lain, baik bersambung maupun terpisah-pisah. Wallahu a'lam bish-shawab.
Demikian jadwal puasa sunnah bulan Dzulhijjah sebelum dan setelah Idul Adha 2026 lengkap dengan jenis dan ketentuannya. Semoga membantu ya, Lur!
Artikel ini ditulis oleh Mardliyyah Hidayati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
(num/ams)

Komentar Terbanyak
Awal Mula Ide Mbah Suhan Bikin 'Sawah Rongsok' di Gunungkidul
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja