Teror Api Tak Kunjung Henti, Fia Warga Sleman Terpaksa Mengungsi

Teror Api Tak Kunjung Henti, Fia Warga Sleman Terpaksa Mengungsi

Tim detikJogja - detikJogja
Jumat, 29 Mei 2026 11:38 WIB
Bekas barang-barang yang tiba-tiba terbakar di rumah Mutfiana, warga Seyegan, Sleman, Kamis (28/5/2026)
Bekas barang-barang yang tiba-tiba terbakar di rumah Mutfiana, warga Seyegan, Sleman, Kamis (28/5/2026) (Foto: Jauh Hari Wawan/detikJogja)
Sleman -

Teror api yang membakar barang-barang dalam rumah keluarga Mutfiana di Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman, masih berlanjut. Teror ini membuat penghuni rumah terpaksa mengungsi ke rumah tetangga.

Sang pemilik rumah, Mutfiana, mengatakan ia bersama suami dan anaknya saat malam mengungsi untuk sementara waktu. Meski demikian, rumahnya tetap dijaga setiap malam.

"Sementara ngungsi ke rumah sebelah, nggak berani jauh-jauh. Tapi tetap kita di samping rumah tetap jaga terus. Karena kalau telat sekian menit kalau nggak konangan (ketahuan), istilahnya, nanti semua kena," ucapnya saat ditemui di rumahnya, Kamis (28/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fia, sapaan akrabnya menyebut, api terakhir muncul (27/5) malam. Saat itu, handuk di kamar yang belum pernah muncul api tiba-tiba terbakar. Beruntung, ia mengetahui kejadian itu dan segera memadamkan api.

"Masih ada kebakaran, lokasinya juga pindah-pindah. Terakhir semalam sekitar pukul 22.55 WIB, itu membakar handuk," kata Fia.

Fia menyebut kejadian kebakaran itu mulai terjadi sejak Sabtu (23/5) dini hari dan terus berlanjut. Ia menjelaskan kebakaran muncul di lokasi acak.

Ia mencatat sejak pertama kali kejadian sampai hari ini, total 39 kali terjadi kebakaran. Rata-rata api membakar barang seperti kain, furnitur, dan benda-benda lain yang mudah terbakar.

"Total sudah 39 kali di 34 titik berbeda yang terbakar. Furnitur, pakaian, tikar, barang-barang yang mudah terbakar. Tapi ya aneh atasnya kebakar mosok bawah tidak terbakar," jelasnya.

Menurutnya, setelah Tim Gegana Polda DIY telah melakukan penyisiran pada Minggu (24/5) dan menemukan kebocoran gas metana, ia langsung memperbaiki saluran septic tank. Akan tetapi setelah diperbaiki, nyatanya kejadian kebakaran masih saja terulang. Terutama saat malam hari.

"Yang dianjurkan dari Gegana sudah kami lakukan. Terus baju-baju memang sudah diungsikan sebenarnya, tapi ya ada aja yang kebakaran gitu," ucapnya.

Fia mengaku telah melaporkan kejadian ini ke polisi. Menurut informasi dari Tim Gegana, kejadian kebakaran masih ada karena sisa gas metana yang bocor belum sepenuhnya hilang.

"(Dari Gegana bilang) Cuma menghabiskan sisa-sisa gas, dari bawah tanah. Hilangnya metana bisa dalam mingguan atau bulanan," ucapnya.

Sebelumnya, warga Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman digegerkan dengan kebakaran berulang yang membakar sejumlah perabotan di salah satu rumah. Hasil penyelidikan, polisi menyebut api diduga berasal dari kebocoran gas metana dari septic tank.

Sang pemilik rumah, Mutfiana, mengatakan kebakaran sudah terjadi selama dua hari terakhir. Awalnya, ia mengetahui api membakar kain.

"Itu dari Sabtu (23/5) malam jam 12 malam. Awalnya kain yang terbakar. Terus muncul lagi sampai merembet kusen pintu," kata Mutfiana saat ditemui wartawan, Minggu (24/5).

Sementara itu, petugas serta Tim Inafis Polresta Sleman, serta Tim Gegana Polda DIY langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP. Hasil penyelidikan sementara, kebakaran diduga dipicu oleh gas metana yang berasal dari septic tank di lokasi tersebut.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Gegana Polda DIY, kebakaran dipicu adanya kebocoran gas metana dari septic tank yang saluran pembuangan gasnya tidak sesuai standar, sehingga gas masuk ke dalam rumah dan memicu kebakaran," kata Kapolsek Seyegan AKP Pujiono saat dimintai konfirmasi, Minggu (24/5).




(aku/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads