Muslihat Buron Kasus Pembunuhan Dekat SMAN 3 Jogja Kelabui Polisi

Muslihat Buron Kasus Pembunuhan Dekat SMAN 3 Jogja Kelabui Polisi

Tim detikJogja - detikJogja
Rabu, 10 Jun 2026 07:30 WIB
Pelaku kejahatan jalanan diborgol polisi / pelaku street crime. Agung Pambudhy/BeritaKlik.
Ilustrasi pelaku kejahatan diborgol polisi. Foto: agung pambudhy
Jogja -

Pria berinisial SR (19) alias Tian, salah satu buron dalam kasus pembunuhan pelajar inisial AA (18) di dekat SMAN 3 Jogja, telah ditangkap. Selama menjadi buron, Tian berpindah tempat tinggal tiap tiga hari sekali.

Pindah Tempat Tiap 3 Hari

Dalam kasus ini, Tian merupakan otak dari kaburnya keenam pelaku lain. Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Riski Adrian, mengatakan SR alias Tian diamankan pada Minggu (7/6) lalu di rumah salah satu temannya di Gondokusuman, Jogja.

"Rupanya Tian ini setiap 3 hari berpindah-pindah tempat tinggal. Saat kita melakukan penangkapan, si Tian ini baru 3 hari di rumah kawannya. Memang dia ini setiap 3 hari pindah-pindah untuk mengelabui petugas," ujar Adrian kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan memang dari awal kejadian sampai kemarin tertangkap yang bersangkutan memang tidak pernah pulang ke rumahnya," imbuhnya.

Otaki Kaburnya Pelaku ke Cilacap

Adrian menjelaskan, Tian berperan sebagai orang yang memfasilitasi atau membawa kabur para tersangka ke Cilacap, Jawa Tengah. Tian merupakan alumni dari sekolah para tersangka dan termasuk anggota geng yang sama dengan para tersangka.

"Memang peran dari yang bersangkutan ini, memang para tersangka 3 orang yang kita tangkap di awal itu tidak mengenali orang yang ada di Cilacap. Penghubungnya itu si Tian," ungkap Adrian.

"Memang kalau menurut pengakuan si Tian, mereka salah satu dari orang yang di Cilacap itu pernah ke Jogja, pernah main-main ke Jogja, pernah ketemu sama Tian, sehingga saling kenalnya di situ. Pernah kopdar bareng, kopi darat bareng," sambungnya.

Mobil sewaan yang digunakan Tian untuk membawa para tersangka kabur ke Cilacap kini telah disita polisi. Polisi juga tengah mendalami soal sumber dana operasional para tersangka.

"Nah ini yang lagi kita dalami, siapakah yang membiayai atau mereka solidaritas sesama mereka mengumpulkan uang ini lagi kita dalami," ujar Adrian.

Residivis Kasus Serupa

Adrian menambahkan, SR juga seorang residivis kasus serupa. Namun kasus sebelumnya selesai dengan restorative justice (RJ).

"Si Tian ini beberapa kali juga sudah inkrah di pengadilan. Kemarin juga sempat bulan yang lalu melakukan hal yang sama, tapi dia turut membantu, tapi dia saat itu diselesaikan secara RJ, namun dia melakukan lagi perbuatan ini. Dia memang residivis," terangnya.

3 Buron Masih Dikejar

SR adalah satu dari empat orang pelaku yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Adapun tiga pelaku pembunuhan lainnya masih terus dikejar hingga kini.

Diberitakan sebelumnya, diketahui AA ditemukan tewas dekat SMAN 3 Jogja pada Minggu (17/5) lalu. Dia tewas dibacok usai berpapasan dengan 6 anggota geng di sekitar lokasi.

3 Tersangka Ditahan

Polisi sudah mengamankan tiga orang tersangka dalam kasus ini. Mereka yang ditangkap yakni LTF (18) alias Lupek warga Gondokuman, YSF (18) alias Ucup warga Mlati, Sleman. Satu lagi pelaku masih di bawah umur inisial F (17) warga Sleman yang saat kejadian menjadi joki motor.

Sementara 3 pelaku pembunuhan dan 1 orang yang berperan menyediakan safe house bari pelaku masih dikejar. Dari empat orang itu, satu di antaranya merupakan otak dari kaburnya keenam pelaku lain yakni pria inisial SR.

Dari pemeriksaan ketiga pelaku yang sudah tertangkap, terungkap juga bahwa SR yang menyiapkan rumah untuk persembunyian pelaku.

"Dan yang bersangkutan yang menyiapkan rumahnya di sana. Karena yang kenal sama orang di sana, yang memiliki rumah itu yang turut serta membantu yang menyembunyikan," kata Adrian, Senin (1/6/2026).

Adrian saat itu mengatakan, polisi masih memburu SR yang diduga berperan penting dalam membantu pelarian para pelaku ke Cilacap. Penyidik juga masih mendalami hubungan SR dengan kelompok lain yang berada di lokasi persembunyian para pelaku.

"Mungkin nanti apabila sudah kita lakukan penangkapan, atau yang bersangkutan menyerahkan diri, sehingga kita baru bisa menggali apa hubungan dari yang bersangkutan dengan kelompok yang di Cilacap," tegasnya.




(dil/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads