Polisi masih mengusut kasus pembunuhan pelajar inisial AA (18) di dekat SMAN 3 Jogja. Selain mengejar sisa pelaku yang masih buron, polisi turut mendalami sumber dana pelarian para pelaku.
"Nah ini yang lagi kita dalami (sumber dana operasional para tersangka), siapakah yang membiayai atau mereka solidaritas sesama mereka mengumpulkan uang ini lagi kita dalami," ujar Kasat Reskrim Polresta Jogja Kompol Riski Adrian di Umbulharjo, Jogja Selasa (9/6/2026).
Diketahui AA ditemukan tewas dekat SMAN 3 Jogja pada Minggu (17/5). Dia tewas dibacok usai papasan dengan 6 anggota geng di sekitar lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
3 dari 6 pelaku ditangkap saat bersembunyi di safehouse di Cilacap pada Rabu (20/5). SR (19) atau Tian yang menjadi otak pelarian pelaku yang sempat diburu akhirnya ditangkap beberapa waktu lalu.
Tian berperan sebagai narahubung antara para pelaku dan gangster di Cilacap yang menyediakan safehouse.
"Memang peran dari yang bersangkutan ini, memang para tersangka 3 orang yang kita tangkap di awal itu tidak mengenali orang yang ada di Cilacap. Penghubungnya itu si Tian," ungkap Adrian.
"Memang kalau menurut pengakuan si Tian, mereka salah satu dari orang yang di Cilacap itu pernah ke Jogja, pernah main-main ke Jogja, pernah ketemu sama Tian, sehingga saling kenalnya di situ. Pernah kopdar bareng, kopi darat bareng," imbuhnya.
Tian sendiri bukan orang asing di dunia kriminal. Dia beberapa kali terlibat kasus serupa dan pernah diproses hukum.
"Si Tian ini beberapa kali juga sudah inkrah di pengadilan. Kemarin juga sempat bulan yang lalu melakukan hal yang sama, tapi dia turut membantu, tapi dia saat itu diselesaikan secara RJ, namun dia melakukan lagi perbuatan ini. Dia memang residivis," terangnya.
Ia akhirnya dibekuk di rumah rekannya di Gondokusuman, Kota Jogja. Polisi menyebut Tian kabur dengan cara berpindah-pindah.
"Rupanya Tian ini setiap 3 hari berpindah-pindah tempat tinggal. Waktu saat kita melakukan penangkapan itu si Tian ini baru 3 hari di rumah kawannya itu, memang dia ini setiap 3 hari pindah-pindah untuk mengelabui petugas. Dan memang dari awal kejadian sampai kemarin tertangkap yang bersangkutan memang tidak pernah pulang ke rumahnya," sambung dia.
(afn/alg)
Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja