Fenomena api misterius yang membakar puluhan barang di rumah warga Kasuran Mriyan X, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Sleman, tidak lagi muncul sejak tiga hari terakhir. Pemilik rumah, Mutfiana, menjelaskan soal itu termasuk terkait api yang tidak muncul setelah dipasang CCTV.
"Tiga hari ini aman (tidak ada kejadian kebakaran)," kata Fia saat ditemui wartawan di Kantor BPBD Sleman, Rabu (17/6/2026).
Dia mengatakan, kebakaran tidak terjadi lantaran keluarganya sudah mengevakuasi seluruh barang-barang yang mudah terbakar di lantai 1. Saat ini hanya tersisa lemari kayu, freezer, dan akuarium.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, perlu diketahui teman-teman, api ini eh alhamdulillah tidak terjadi lagi karena kita sudah mengosongkan rumah," ujarnya.
"Jadinya kalau misalnya kita masih ada barang-barang sesuai seperti di awal sebelum dipasangi CCTV, kan ada nih statement bilang kalau, 'Loh, setelah ada CCTV kenapa tidak terjadi terbakar gitu ya?' Ya karena sebelum ada CCTV, kita sudah relokasikan semuanya barang-barang yang mudah terbakar itu," lanjutnya.
Dia mengatakan total terdapat 127 kejadian kebakaran yang terjadi sejak fenomena itu pertama kali muncul. Keluarganya saat ini bersiap menempati lantai dua rumah yang disebut relatif aman.
"Pindah ke rumah atas, yang notabene memang aman ya. Yang di bawah sementara ini memang dikosongkan. Kita parkir juga masih mengungsi," bebernya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sleman Bambang Kuntoro mengatakan pihaknya hari ini menyerahkan hasil penelitian dari para akademisi ke Fia.
"Jadi Mbak Fia ini datang ke kantor BPBD mewakili keluarga untuk meminta hasil riset penelitian, observasi, dari teman-teman tim yang kemarin terjun untuk meneliti fenomena api di Sayegan. Hasil kajiannya, temuannya dari UGM, UPN, dan juga BBPTKG," kata Bambang kepada wartawan.
Bambang melanjutkan, setelah pengumuman terakhir dari pemerintah pada Senin (15/6), dua CCTV yang dipasang di rumah Fia juga telah dicopot. Pemerintah, lanjut Bambang, menyebut penelitian ilmiah sudah selesai dan saat ini penyelidikan dilimpahkan ke polisi.
"Sudah dicopot semua. Yang di (rumah) Fia ada dua di ruang depan dan ruang tengah," pungkasnya.
Fia Persilahkan Polisi Selidiki
Polisi turun tangan menyelidiki fenomena kebakaran berulang di rumah Fia. Ia pun mengaku mendukung langkah kepolisian itu.
"Saya dan keluarga membuka sekali untuk kepolisian dalam tahap penyelidikan," kata Fia.
Dia mempersilakan pihak kepolisian jika ingin melakukan prosedur pemeriksaan terhadap anggota keluarganya
"Kalau memang dibutuhkan apa pun terkait dengan hal tersebut, kami ya mengupayakan," jelasnya.
Lebih lanjut, dia membatah isu yang menyebut kebakaran tersebut direkayasa. Apalagi barang yang terbakar merupakan hasil jerih payahnya dan keluarga.
"Nabung buat beli spring bed, nabung buat beli baju. Kok ya tega banget, terus motifnya itu apa? Enggak mudah dapatnya butuh proses panjang mosok kita bakar sendiri," ujarnya.
Di sisi lain, Fia hari ini datang ke Kantor BPBD Sleman untuk meminta salinan hasil penelitian dari para akademisi. Sebab, sampai hari ini dirinya tidak diberitahu kesimpulan akhir para ahli terkait dengan fenomena api ini.
"Saya belum baca (hasil penelitian). Saya kemarin hanya membaca sekilas lewat media. Saya belum membaca full ini. Jadi saya kalau suruh menanggapi (hasil penelitian), saya belum bisa," pungkasnya.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit Kustiyadi, mengatakan pihaknya akan mencari apakah ada unsur kesengajaan atau tidak dalam peristiwa ini.
"Nanti, apakah ada hal-hal yang di luar fenomena alam, ini kami masih akan kumpulkan, sehingga fakta akan terungkap setelah ini," kata Wiwit ditemui di Kantor Bupati Sleman, Senin (15/6/2026).
"Dalam hal ini, kita mencari fakta-fakta. Apakah fakta ini nanti akan membawa kita ke mana? Jadi, kita mengumpulkan fakta yang ada di lapangan," imbuhnya.
(alg/ahr)

Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil