Postingan dengan narasi seorang alumni SMAN 2 Bantul mengalami perundungan hingga mengidap gangguan mental usai lulus sekolah menuai sorotan di media sosial. Terkait hal itu, Balai Pendidikan Menengah Bantul (Balai Dikmen) Kabupaten Bantul pun mendatangi sekolah hari ini.
Postingan itu diunggah akun Threads @gh05tx0 pada dua hari lalu. Dalam postingannya sosok tersebut juga mengunggah surat keterangan medis dengan nama dokter dan cap rumah sakit yang diblur.
Dalam surat keterangan medis itu disebutkan pemilik akun melakukan rawat jalan. Pada kolom diagnosisnya disebutkan sejumlah gangguan mental mulai dari depresi hingga bipolar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya Lulusan SMA Negeri 2 Bantul, Dan kalian Tau apa yang dapatkan setelah saya Lulus? Ya Betul, sesuai foto rekam medis saya, SAYA DIVONIS TERKENA MENTAL ILLNESS SETELAH LULUS," sebut akun Threads @gh05tx0 seperti dilihat detikJogja, Jumat (19/6/2026).
Baca juga: Eks Ketua BEM UGM Tiyo Panen Laporan Polisi |
Pengunggah akun tersebut mengaku dituduh melakukan kejahatan oleh guru. Dia juga merasa difitnah.
"Saya difitnah melakukan suatu keiahatan d sekolah oleh wali kelas Dan bk saya sendiri padahal saya yang membongkar kejahatan itu lucunya, saya malah dijadikan kambing hitam oleh guru-guru bajingan itu, Padahal sayalah pahlawannya. Parahnya, saya difitnah di arub wali murid tanpa sepengatahuan saya, hasilnya apa? saya dijauhi teman teman saya Karena orana tua mereka mengira saya anak yang tidak baik?, padahal saya tidak pernah sekalipun merokok, minum: dsb. Eh lucunva anak-anak di sekolah yang suka main judol Dan minum alkohol dibiarin sama bk," lanjut akun tersebut.
Dilihat pukul 12.07 WIB hari ini, postingan itu mendapat 6,6 ribu tanda suka, menuai 1.500 komentar, dan dibagikan sekitar 2,4 ribu kali. Terkait pemicu kasus perundungan tersebut, diduga terkait ujian semester yang pernah dibobol murid.
"Apa ini ada kaitannya beberapa tahun lalu terkait soal ujian semester yang berhasil di bobol murid ya ...," tanya akun @anw***
"Iya bu," jawab akun @gh05tx0 singkat.
Konfirmasi detikJogja
detikJogja pun mendatangi SMAN 2 Bantul untuk meminta klarifikasi terkait postingan ini. Saat ini pimpinan sekolah sedang melakukan pertemuan dengan Balai Dikmen Bantul. Akan tetapi, pihak sekolah tidak mau memberitahu detail agenda pertemuan tersebut.
Kepala Balai Dikmen Kabupaten Bantul, Ismunardi, enggan berkomentar terkait hasil pertemuan di SMAN 2 Bantul. Ismunardi menyerahkan semuanya ke pihak sekolah.
"Nanti ke sekolah aja. Sekolah yang akan memberikan keterangan," ujar Ismunardi singkat saat ditemui di SMAN 2 Bantul. Ismunardi pun bergegas meninggalkan awak media di lokasi.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Bantul, Isti Fatimah enggan memberikan keterangan sama sekali. Begitu pula dengan Wakaur Kesiswaan SMAN 2 Bantul, Suwondo.
Sedangkan Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengaku telah mengetahui kejadian tersebut. Menurut Setiadi, saat ini pihak terkait telah menindaklanjutinya.
"Itu kan anonim akunnya, kita kan belum tahu. Jadi siapapun pelapornya kita hormati, tapi masalah kebenarannya atau latar belakangnya kita belum tahu," ujarnya.
Oleh sebab itu, saat ini pihak sekolah dan Balai Dikmen Bantul tengah berkoordinasi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut.
"Kita bekerja dan merapatkan kasus tersebut. Jadi saat ini masih dalam proses, kita tunggu hasilnya dulu," ucapnya.
(ams/afn)

Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil