Tia Hasibuan Kasih Tips Bikin Film Menarik tapi Budget Terbatas di LA IndieMovie

Tia Hasibuan Kasih Tips Bikin Film Menarik tapi Budget Terbatas di LA IndieMovie

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Minggu, 21 Jun 2026 15:47 WIB
Produser Tia Hasibuan, hadir menjadi salah satu dewan juri di LA IndieMovie di Gedung Pertemuan Taman Perwacy, Minggu (21/6/2026).
Produser Tia Hasibuan, hadir menjadi salah satu dewan juri di LA IndieMovie di Gedung Pertemuan Taman Perwacy, Minggu (21/6/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

Produser kenamaan Tanah Air, Tia Hasibuan, hadir menjadi salah satu dewan juri di LA IndieMovie 2026 yang digelar di Jogja hari ini. Tia turut memberikan tips membuat film menarik dengan budget terbatas.

Workshop LA IndieMovie digelar selama dua hari pada Sabtu (20/6) dan Minggu (21/6) di Gedung Pertemuan Taman Perwacy, Bantul. Pada hari ini, agenda pitching dan challenge session. Dalam sesi ini hadir sutradara kenamaan Joko Anwar, produser Tia Hasibuan serta aktris Asmara Abigail.

Di sela sesi, Tia menyebut salah satu tantangan bagi sineas adalah budget. Ia menilai film yang menarik tetap bisa dibuat meski dengan budget terbatas asalkan pembuatnya realistis sejak tahap pengembangan cerita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan budget terbatas, pertama kan kita sebelum membuat film harus realistis, terutama produsernya. Kira-kira berapa budget yang mampu kita kumpulkan untuk membuat sebuah produksi film pendek," kata Tia saat ditemui detikJogja di lokasi, Minggu (21/6/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut produser film Pengabdi Setan hingga Ghost in The Cell itu, kemampuan membaca kondisi produksi menjadi penting agar ide yang dipilih benar-benar bisa diwujudkan menjadi film.

"Berangkat dari situ, ketika kita menemukan ide-ide cerita, ya kita harus mensortir mana yang kira-kira masuk dengan dana yang memang kita mampu untuk mencarinya. Karena kadang ada orang yang suka sama ceritanya, ya sudah iyain aja dulu. Cuma akhirnya cerita itu jadi tidak terealisasikan untuk difilmkan," ujarnya.

Untuk film pendek, Tia menyarankan sineas muda tidak memaksakan terlalu banyak karakter maupun lokasi. Menurutnya, fokus pada satu karakter justru bisa membuat cerita lebih kuat dan mudah dikembangkan dalam durasi yang terbatas.

"Kalau menurut aku fokus sama satu karakter aja. Lokasi juga enggak usah terlalu banyak, tapi dikuliknya dalam," katanya.

Ia menilai terlalu banyak karakter dan perpindahan lokasi dalam film pendek berisiko membuat cerita tidak berkembang maksimal. Padahal, durasi film pendek umumnya hanya sekitar 10 hingga 15 menit.

"Dalam durasi segitu juga kalau misalnya kita terlalu banyak lokasi, terlalu banyak karakter, mungkin penontonnya bingung. Karakter ini belum ter-develop dengan benar, durasi sudah habis," jelasnya.

Sementara salah satu peserta LA IndieMovie 2026, Nasrudin, mengaku mendapat banyak pengalaman dari ajang tersebut. Filmmaker asal Jakarta itu menilai program tersebut menjadi ruang bagi sineas muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas jejaring.

"Menurutku ini sebuah program yang di mana filmmaker-filmmaker emerging bisa mengolah kesempatannya, networking juga. Di sini jadi tempat yang asyik buat networking, mengasah kemampuan, terus materi-materi yang disampaikan narasumber itu daging-daging semua," katanya.

"Tentu selain pengalaman pitching pertama kali, ini juga jadi feedback yang oke dari para ahlinya. Mereka membaca skrip kami, membaca logline kami, lalu memberikan masukan-masukan yang sangat konstruktif yang bisa kita olah lagi," ujarnya.

Dalam kompetisi tersebut, Nasrudin mempresentasikan ide film bergenre horor yang dibalut kritik sosial. Menurutnya, isu sosial dalam film tersebut dikemas dengan sentuhan komedi agar lebih ringan dan menghibur penonton.

"Film kami sebenarnya film horor yang menyoroti sebuah kritik sosial, tapi dibalut dengan sesuatu yang fun. Jadi kritik sosial, tapi ada komedinya tipis-tipis," jelasnya.




(apl/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads