Pengakuan Alumni SMAN 2 Bantul Kena Mental Diduga Korban Bully Oknum Guru

Terpopuler Sepekan

Pengakuan Alumni SMAN 2 Bantul Kena Mental Diduga Korban Bully Oknum Guru

Tim detikJogja - detikJogja
Minggu, 28 Jun 2026 09:54 WIB
Ilustrasi bullying
Ilustrasi dugaan bullying di SMAN 2 Bantul. Foto: Freepik/freepik
Jogja -

SMA Negeri 2 Bantul tengah menjadi sorotan setelah salah seorang alumninya mengungkap menjadi korban perundungan (bullying) di sana. Korban diduga dirundung oknum guru.

Berawal Ungkap Kasus Kebocoran Soal Ujian

Pendamping korban, Dini Sandra, menuturkan awalnya korban diminta gurunya membongkar adanya kebocoran soal di SMAN 2 Bantul.

"Saat kelas 11, saat ujian berbasis komputer sempat ada kebocoran soal di SMAN 2 Bantul. Lalu anak ini, karena kebetulan Ketua Klub IT dimintai bantuan oleh salah satu guru," ujarnya saat dihubungi, Senin (22/6).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Diminta lah bisa tidak ini dicari siapa yang membocorkan pertama soal ini, soalnya itu bocornya dari SMAN 1 (Bantul)," lanjut Dini.

ADVERTISEMENT

Begitu korban menerima permintaan gurunya, dia berhasil menemukan siapa yang membocorkan soalnya.

"Nah, terus ketemu, dia bisa menemukannya," ucapnya.

Bukannya Apresiasi, Korban Malah Dibully

Dini melanjutkan, korban yang berhasil mengungkap pembocor soalnya bukannya diapresiasi, malah difitnah gurunya. Korban justru dituduh sebagai pelaku.

"Pada akhirnya anak ini bukannya mendapat terima kasih dari gurunya, tapi malah disebarkan ke pihak guru, orang tua murid kalau anak ini yang membocorkan soal. Padahal anak ini yang membantu mencari tersangka utamanya," ujarnya.

Dini berujar, bahkan ada guru yang meminta supaya orang tua murid menjauhi korban.

"Mungkin di situ mentalnya anak kita tidak tahu ya, karena umurnya juga masih belasan tahun. Jadi dia merasa lah dari yang tadinya temannya banyak karena pintar IT, sering ditanya ini itu kok tiba-tiba menjauh ya, kenapa ya? Gitu," ucapnya.

Bahkan, lanjut Dini, korban sempat bercerita kepadanya bahwa ada guru yang meremehkannya.

"Dari guru-guru juga sering, yang sering dia bahas itu ada seorang guru yang sering ketemu dan bilang ke anak itu 'halah-halah mas aku ndelokke rupamu wae melas' (halah mas, saya lihat wajahmu saja kasihan sekali), gitu," katanya.

Meski menerima penghinaan, korban berusaha menyelesaikan sekolahnya.

"Tapi anak itu mencoba untuk bertahan agar lulus dan berteman dengan satu dua orang yang masih mau berteman," ujarnya.

Pihak Sekolah Bungkam

SMAN 2 Bantul sendiri bungkam saat ditanya mengenai pengakuan Dini tersebut.

"Mohon maaf proses penanganan sudah sampai DP3AP2KB (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) Bantul," kata Wakil Kepala (Waka) Bidang Kesiswaan SMAN 2 Bantul, Suwondo, saat dihubungi detikJogja, Selasa (23/6/2026).

Suwondo melanjutkan, SMAN 2 Bantul saat ini masih menunggu hasil penanganan dari DP3AP2KB. SMAN 2 Bantul juga enggan memberikan keterangan lebih lanjut terkait korban yang membantu mengungkap kasus kebocoran soal.

"Jadi kami menunggu tindak lanjut sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur)," ujarnya secara singkat.

Namun, pihak sekolah sempat merilis pernyataan di media sosial Instagram. Sekolah mengatakan meminta maaf dan terbuka untuk dievaluasi.

"Kami siap bertanggung jawab atas kejadian ini. Apabila di kemudian hari terbukti adanya pelanggaran, penyalahgunaan wewenang, maupun kelalaian yang dilakukan oleh oknum pengajar atau pihak sekolah, kami siap menerima sanksi serta konsekuensi sesuai dengan aturan kepegawaian dan perundang-undangan yang berlaku," ujar SMAN 2 Bantul, Minggu (21/6).

Untuk diketahui, postingan dengan narasi seorang alumni SMAN 2 Bantul mengalami perundungan hingga mengidap gangguan mental usai lulus sekolah menuai sorotan di media sosial.

Postingan itu diunggah akun Threads @gh05tx0 pada dua hari lalu. Dalam postingannya sosok tersebut juga mengunggah surat keterangan medis dengan nama dokter dan cap rumah sakit yang diblur.

Dalam surat keterangan medis itu disebutkan pemilik akun melakukan rawat jalan. Pada kolom diagnosisnya disebutkan sejumlah gangguan mental mulai dari depresi hingga bipolar.

"Saya Lulusan SMA Negeri 2 Bantul, Dan kalian Tau apa yang dapatkan setelah saya Lulus? Ya Betul, sesuai foto rekam medis saya, SAYA DIVONIS TERKENA MENTAL ILLNESS SETELAH LULUS," sebut akun Threads @gh05tx0 seperti dilihat detikJogja, Jumat (19/6).

Pengunggah akun tersebut mengaku dituduh melakukan kejahatan oleh guru. Dia juga merasa difitnah.

"Saya difitnah melakukan suatu keiahatan d sekolah oleh wali kelas Dan bk saya sendiri padahal saya yang membongkar kejahatan itu lucunya, saya malah dijadikan kambing hitam oleh guru-guru bajingan itu, Padahal sayalah pahlawannya. Parahnya, saya difitnah di arub wali murid tanpa sepengatahuan saya, hasilnya apa? saya dijauhi teman teman saya Karena orana tua mereka mengira saya anak yang tidak baik?, padahal saya tidak pernah sekalipun merokok, minum: dsb. Eh lucunva anak-anak di sekolah yang suka main judol Dan minum alkohol dibiarin sama bk," lanjut akun tersebut.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Marak Kasus Bullying, Mendikdasmen Siapkan Aturan Sekolah Aman"
[Gambas:Video 20detik]
(apu/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads