Kasemo Sentono alias Mbah Bajiyo (81) warga Selorejo, Sodo, Paliyan, Gunungkidul, yang hilang sejak awal pekan lalu akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal di dalam luweng atau gua vertikal di Paliyan.
Kapolsek Paliyan AKP Slamet Riyanto mengatakan, penemuan jenazah korban berawal saat warga Mulusan, Paliyan, sedang beraktivitas di hutan milik Kementerian Kehutanan di Karangmiri, Mulusan, sekitar pukul 10.45 WIB tadi. Ketika menyusuri hutan tersebut, warga mencium aroma tidak sedap.
"Saksi lalu terus berjalan dan bau tidak sedap itu kok semakin tercium, ternyata saksi melihat ada orang dengan posisi tergeletak dan sudah membusuk di hutan," katanya kepada wartawan, Selasa (30/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengetahui hal tersebut, saksi berlari sembari berteriak bahwa dirinya melihat mayat di hutan. Selanjutnya saksi melaporkan kejadian itu ke perangkat desa dan diteruskan ke Tim SAR Gabungan.
"Lalu tim SAR Gabungan mendatangi lokasi tersebut. Setelah dicek benar bahwa mayat yang ditemukan adalah lansia yang selama ini dicari," ujarnya.
Tim SAR Gabungan lalu mengevakuasi mayat yang berada di dalam luweng Ngeleng. "Proses evakuasi sekitar satu jam, karena jam 12.00 itu jenazah sudah sampai dibawa ke rumah. Perkiraan kami yang bersangkutan sudah meninggal sekitar satu minggu," ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang kakek hilang usai pamit untuk mengunjungi rumah anaknya dengan cara berjalan kaki dari Paliyan ke Saptosari, Gunungkidul.
Kepala Kantor Basarnas Jogja, Rio Banupanitis mengatakan, bahwa kejadian berawal saat Kasemo Sentono alias Mbah Bajiyo (81), Selorejo, Sodo, Paliyan, Gunungkidul berada di rumah tetangganya, Senin (22/6/2026). Selanjutnya, sekitar pukul 11.00 WIB, Mbah Bajiyo berpamitan untuk ke rumah anaknya di Gebang, Kanigoro, Saptosari, Gunungkidul.
"Saat itu Mbah Bajiyo ke rumah anaknya dengan cara berjalan kaki," katanya kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).
Namun, hingga malam hari Mbah Bajiyo tak kunjung pulang ke kediamannya. Hal tersebut membuat keluarganya melakukan pencarian.
"Tapi sampai hari Rabu (24/6) yang bersangkutan tidak diketemukan. Karena itu keluarga melaporkan ke kami," ujarnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung mendatangi lokasi kejadian. Pencarian pun menyasar hingga tiga kilometer dari lokasi terakhir korban. Pencarian juga menggunakan drone thermal hingga ke kawasan Gua Ngeleng.
(dil/aku)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Sebut Pelapor Dirinya ke Polisi Lagi Caper ke Presiden
Kronologi Cekcok Ajudan Danrem Jogja Maraton Tanpa BIB Berujung Minta Maaf