Universitas Aisyiyah (Unisa) Jogja buka suara terkait narasi mahasiswa yang berpenampilan seperti wanita hingga kedapatan menyusup ke toilet beredar di media sosial. Berikut sederet pernyataan kampus
Diketahui, narasi tersebut muncul dari akun Instagram @mkc.unisa beberapa waktu lalu. Akun itu menyebut ada kesan pembiaran terkait mahasiswa laki-laki yang berpenampilan seperti wanita hingga menyusup ke toilet wanita.
"Sangat ironis melihat Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta kecolongan dan terkesan tutup mata terhadap oknum mahasiswa laki-laki Psikologi yang nekat berpakaian perempuan, menyusup ke kamar mandi mahasiswi, hingga menginap di kost lawan jenis," tulis akun tersebut dilihat detikJogja, Selasa (30/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kekecewaan kian memuncak karena alih-alih menindak tegas, oknum dosen melalui akun @innexxxxx justru kedapatan membuat konten bersama mahasiswa tersebut, sebuah tindakan permisif demi eksistensi digital yang menormalisasi penyimpangan kodrat," imbuh keterangan di akun tersebut.
Kampus Masih Investigasi
Pihak kampus buka suara soal hal itu. Kepala Biro Humas dan Protokol Unisa Yogyakarta, Sinta Maharani, mengatakan kasus ini sedang ditindaklanjuti oleh tim etik.
Sinta mengatakan Tim Etik Unisa Yogyakarta menjalankan proses investigasi sesuai dengan SOP yang berlaku.
"Hingga saat ini masalah yang terkait dengan mahasiswa yang bersangkutan masih dalam proses investigasi untuk menemukan kebenarannya," kata Sinta dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).
Belum Temukan Fakta Menyusup ke Toilet
Hasil investigasi sementara, tim kampus tak menemukan fakta mahasiswa itu menyusup ke toilet wanita.
"Hasil investigasi awal tidak ditemukan fakta mahasiswa tersebut masuk ke toilet perempuan. Saat ini UNISA Yogyakarta berharap semua masyarakat mengedapankan asas praduga tidak bersalah," sambungnya.
Sinta mengatakan, Unisa sebagai institusi pendidikan tidak mentolerir segala bentuk pelanggaran etika, baik yang dilakukan oleh mahasiswa maupun sivitas akademika lainnya.
"Selanjutnya UNISA Yogyakarta akan mengambil keputusan berdasarkan rekomendasi tim investigasi, baik berupa pembinaan maupun sanksi yang lebih berat, terngantung jenis pelanggaran yang dilakukan," ujar Sinta.
Pernah Drop Out Mahasiswa Terkait Kasus Serupa
Wakil Rektor III Unisa Jogja, Prof Mufdlilah, mengungkap ternyata pernah ada kasus hampir serupa. Saat itu, pihak kampus memberi sanksi tegas dengan melakukan drop out.
"Sementara itu untuk kasus kedua yang berkembang, mahasiswa berpenampilan tidak sebagaimana mestinya tengah mendapat pembinaan dari kampus," kata Mufdillah dalam keterangannya yang diterima detikJogja, Selasa (30/6).
Mufdlilah menyatakan kampus akan terus melakukan penguatan sistem pembinaan kemahasiswaan. Kampus juga mengevaluasi kebijakan guna memastikan terciptanya lingkungan akademik yang aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh sivitas akademika.
"Universitas mengajak seluruh pihak untuk menyikapi informasi secara bijaksana, mengedepankan tabayyun, serta menghindari penyebaran identitas pribadi maupun perundungan terhadap pihak-pihak yang terlibat," ujar dia.
"Sebagai institusi pendidikan, UNISA Yogyakarta meyakini bahwa penegakan aturan harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap martabat manusia, etika, dan prinsip pendidikan yang berkeadaban," imbuh Mufdlilah.
(afn/alg)

Komentar Terbanyak
Serangan Balik Tiyo Eks BEM UGM Usai Dituding Dekat dengan Tokoh PDIP
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Sebut Pelapor Dirinya ke Polisi Lagi Caper ke Presiden
Dituduh Dekat dengan PDIP, Eks BEM UGM Tiyo: Yang Menuding yang Harus Buktikan