Suka Duka Ratno Puluhan Tahun Tekuni Jasa Servis Kipas-Setrika di Tegalrejo

Suka Duka Ratno Puluhan Tahun Tekuni Jasa Servis Kipas-Setrika di Tegalrejo

Adji G Rinepta - detikJogja
Selasa, 27 Jan 2026 16:02 WIB
Ratno (64) salah satu penyedia jasa reparasi elektronik di jalan Pembela Tanah Air, Tegalrejo, Kota Jogja, Selasa (27/1/2026).
Ratno (64) salah satu penyedia jasa reparasi elektronik di jalan Pembela Tanah Air, Tegalrejo, Kota Jogja, Selasa (27/1/2026). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Kawasan Jalan Pembela Tanah Air, Tegalrejo, Kota Jogja, menjadi salah satu jujugan warga yang pengin reparasi atau servis alat elektronik rumah tangganya. Salah satu penyedia jasanya, Ratno (64), yang sudah menekuni usaha ini turun temurun.

Ratno merupakan salah satu dari sekitar lima lapak servis alat elektronik di ruas jalan yang tak jauh dari Kali Winongo ini. Dia mengaku menggantikan bapaknya yang lebih dulu membuka jasa servis elektronik.

"Saya meneruskan bapak, sudah 38 tahun, ya di sini terus," ungkap Ratno saat ditemui di lapaknya, Selasa (27/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di lapak Ratno, tampak sederet alat elektronik rumah tangga mulai dari kipas angin, sertrika hingga magicom. Dia menyebut barang-barang itu milik pelanggan servisnya.

ADVERTISEMENT

"(Elektronik yang dipajang) Ya punya orang, ada yang servisan belum diambil, ada yang sudah rusak-rusak ya dipajang," sambungnya.

Ratno biasa mendapat orderan untuk mereparasi bermacam peralatan elektronik rumah tangga seperti kipas angin, mesin pompa air, magicom hingga setrika. Pelanggannya tak hanya dari Kota Jogja, ada pula yang dari Gunungkidul.

"Dari Wonosari (Gunungkidul) ada, dari Kulon Progo ada, dari Bantul ada, iya (langganan), daerah Panggang," papar Ratno.

"Paling murah itu kalau kipas kecil-kecil itu Rp 40 ribu, magicom yang kecil Rp 50 ribu, yang besar Rp 60 ribu, kalau mesin pompa itu dulu murah, sekarang kawatnya aja mahal, sampai Rp 175 ribu itu spull," ujar Ratno mengungkap jasa servisnya.

Penyedia jasa lainnya, Cahyono Eko (40), mengaku meneruskan usaha ini dari ayah mertuanya. Eko mengaku belajar autodidak dari ayah mertuanya.

"Saya baru sekitar 3 tahun, sebelumnya bapak mertua saya dari tahun 90, saya meneruskan, bapak mertua sudah sepuh jadi di rumah," ungkap Eko.

"Dulu katanya bapak mertua saya pertama kali di sini, terus ada orang lain yang akhirnya buka di sini juga, cari rezeki bareng-bareng. (Keahlian) Saya dari mertua, saya nggak sekolah ini," imbuhnya.

Eko menerima jasa reparasi alat elektronik yang menggunakan dinamo sebagai penggerak. Namun menurutnya, dengan semakin banyaknya peralatan rumah tangga yang harganya miring, membuat masyarakat memilih beli baru alih-alih mereparasi alat lama yang rusak.

Eko pun mematok tarif mulai dari Rp 25-50 ribu untuk alat rumah tangga berukuran kecil. Sedangkan tarif jasa yang paling mahal yakni hingga Rp 150 ribu untuk mereparasi mesin besar seperti pompa air.

"Misalnya kayak blender kipas angin itu dulu harganya mesti di atas Rp 300 ribu ya, sekarang ada Rp 100 ribuan. Otomatis pada suka yang itu daripada yang mahal terus rusak dibenerin," papar Eko.

"Tapi kalau yang kecil-kecil tanya rusaknya apa, ternyata spare part-nya mahal, mereka pilih beli baru, banyak yang gitu udah biasa normal," pungkasnya.




(ams/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads