Pemerintah Filipina menerapkan sistem kerja empat hari dalam seminggu untuk kantor pemerintahan mulai 9 Maret mendatang. Hal ini dilakukan akibat dari harga bahan bakar minyak (BBM) yang naik imbas terjadinya perang di Timur Tengah.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. langkah ini merupakan kebijakan sementara sebagai upaya pemerintah untuk menghemat energi dan mengurangi konsumsi BBM, seiring harga minyak global melonjak di tengah perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
"Dari pihak pemerintah, mulai Senin, 9 Maret, kami akan menerapkan sementara sistem kerja empat hari seminggu di beberapa kantor cabang eksekutif. Ini tidak termasuk kantor-kantor yang menyediakan layanan darurat atau layanan penting, seperti polisi, pemadam kebakaran, dan kantor-kantor yang menyediakan layanan garda depan kepada masyarakat," kata Marcos, berbicara dalam bahasa Filipina, dalam pesannya pada hari Jumat (6/3), dilansir media Filipina, The Inquirer, Sabtu (7/3/2026) sebagaimana dikutip detikNews.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu, saya memerintahkan semua lembaga pemerintah untuk menghemat dan mengurangi konsumsi listrik dan pengeluaran BBM sebesar 10 hingga 20 persen," tambahnya.
Untuk sementara waktu, Marcos juga melarang perjalanan dan aktivitas pemerintah yang tidak perlu, seperti rapat yang dapat dilakukan di dalam kantor.
Pengaturan ini akan tetap berlaku "sampai dicabut atau dibatalkan lebih awal oleh presiden," ujar Marcos.
"Untuk tujuan ini, semua lembaga dengan ini diperintahkan untuk merumuskan pedoman internal masing-masing untuk memastikan pemantauan dan dokumentasi yang tepat, termasuk verifikasi kehadiran, dan standar kinerja serta mekanisme pemantauan, sesuai dengan undang-undang, peraturan, dan ketentuan yang berlaku," demikian bunyi surat edaran yang dirilis pemerintah Filipina.
Marcos mengingatkan bahwa penutupan jalur strategis Selat Hormuz dapat berdampak langsung pada harga BBM lokal. Bahkan, diperkirakan harga bensin akan naik sebesar 7,48 peso (sekitar Rp 2.148) per liter, solar naik 17,28 peso (Rp 4.963), dan minyak tanah naik hingga 32,35 peso (Rp 9.290) mulai pekan depan.
"Kita adalah korban perang yang bukan pilihan kita," kata Marcos dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP. "Tapi kita yang mengendalikan bagaimana kita akan melindungi rakyat Filipina," imbuhnya.
(par/alg)

Komentar Terbanyak
Pak Dukuh Tanam Padi di Pekarangan Pakai 840 Galon Bekas, Segini Hasil Panennya
Apakah Gigitan Orong-orong Berbahaya? Cari Tahu Bekas dan Cara Mengobatinya
14 Orang Jadi Tersangka Baru Kasus Penyiksaan Anak Daycare Little Aresha Jogja