Harga Barang Pokok Naik di Pasar Beringharjo, Penjual-Pembeli Kompak Sambat

Harga Barang Pokok Naik di Pasar Beringharjo, Penjual-Pembeli Kompak Sambat

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Senin, 08 Jun 2026 13:53 WIB
Suasana Pasar Beringharjo, Kota Jogja, Senin (8/6/2026).
Suasana Pasar Beringharjo, Kota Jogja, Senin (8/6/2026). (Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja)
Jogja -

Harga barang kebutuhan pokok rumah tangga terus mengalami kenaikan selama beberapa hari di Pasar Beringharjo, Kota Jogja. Hal tersebut cukup berdampak terhadap pendapatan penjual serta daya beli konsumen.

Pantauan detikJogja di Pasar Beringharjo sekitar pukul 11.15 WIB, sejumlah pedagang kebutuhan pokok masih menanti pembeli di lapaknya. Sambil duduk di lapak kiosnya, mereka sembari menata barang dagangan seperti sayur-sayuran, bawang putih dan merah, hingga cabai. Dalam pantauan, pembeli juga tampak senyap dan tak banyak berlalu lalang di kawasan pasar.

Salah satu pedagang sembako, Joko, menyebut harga barang kebutuhan pokok hampir semuanya naik. Namun, bawang putih memang naik cukup signifikan selama tiga hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hampir rata-rata naik semua, tapi yang paling drastis itu bawang putih sekitar dua hari ini. Biasanya kulakan itu Rp 30 ribu, sekarang jadi Rp 35 ribu. Untuk harga jualnya dari Rp 35 ribu sekarang jadi Rp 40 ribu," ujar Joko saat ditemui detikJogja di lokasi, Minggu (8/6/2026).

Sementara untuk bawang merah, Joko menyebut juga ada kenaikan. Kenaikan juga terjadi di minyak goreng serta beras.

"Kalau bawang merah kemarin itu belinya Rp 48 ribu, sekarang udah Rp 54-55 ribu. Beras juga naik, tapi nggak banyak sekitar seribuan. Kalau Minyakita dulu di bawah Rp 20 ribu udah dapet, kalau sekarang rata-rata udah di atas Rp 20 ribu semua," lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan pedagang lainnya, Kardi. Ia menyebut bawang putih memang naik secara signifikan dibandingkan harga barang pokok lainnya.

"Tiga hari ini naik bawang kating itu jadi Rp 38 ribu, itu tadinya dari Rp 30 ribu. Ini kenaikan (harga) tertinggi sih di tahun ini, paling tinggi. Ini puncak naik bawang putih ya tahun ini itu ya sekarang ini," ungkapnya.

Joko dan Kardi sama-sama mengakui, sejumlah kenaikan barang pokok berimbas pada omzet penjualan.

"Pengaruh banget sama penjualan, biasanya ramai sekarang cenderung sepi. Omzetnya dulu sekitaran Rp 1 jutaan, sekarang sekitar Rp 600 ribuan," kata Joko.

"Dampaknya besar sekali, pembeli makin ke sini makin berkurang. Udah semingguan sedikit yang beli. Penurunan penjualan mungkin sekitar 20 persen," jelas Kardi.

Tak hanya pedagang, kenaikan barang pokok juga berdampak ke pembeli. Salah satunya Sri asal Kota Jogja, yang mau tidak mau memutar otak mengatur pengeluaran rumah tangga di tengah naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok.

"Menurut saya, emang hampir semua naik ya. Kemarin itu saya beli beras biasanya Rp 14 ribu sekarang udah Rp 16 ribu. Bawang (putih) sama brambang (merah) itu juga naik sampai Rp 40 ribu," katanya.

"Kita ngotak atik pengeluaran juga bingung, kalau dikalkulasi secara logika ya nggak nyambung. Mau tidak mau ya ngirit," lanjutnya.




(aku/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads