Penjual Keris Beringharjo Jogja Laris Saat Libur Sekolah

Penjual Keris Beringharjo Jogja Laris Saat Libur Sekolah

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Kamis, 02 Jul 2026 15:36 WIB
Suasana toko keris milik Muhamamd Abdullah di Pasar Beringharjo Jogja, Kamis (2/7/2026).
Suasana toko keris milik Muhamamd Abdullah di Pasar Beringharjo Jogja, Kamis (2/7/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Jogja -

Penjualan keris di Pasar Beringharjo, Kota Jogja mengalami peningkatan signifikan di momen libur sekolah. Pembeli keris tidak hanya dari dalam negeri saja, tetapi ada yang dari Australia hingga Amerika.

Salah seorang penjual keris di Pasar Beringharjo, Muhammad Abdillah, mengungkapkan ada peningkatan penjualan dibandingkan hari biasa. Selama musim liburan, Abdillah dalam sehari, ia bisa menjual sekitar lima hingga 10 bilah keris.

"Kalau liburan sekitar lima sampai 10. Hari biasa malah agak menurun lagi paling ya sekitar satu atau dua, ya di bawah lima lah," kata Abdillah saat ditemui detikJogja di kiosnya, Kamis (2/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pedagang keris yang sudah berjualan selama 32 tahun itu mengungkapkan, keris yang paling banyak diminati saat masa liburan merupakan jenis suvenir yang dibanderol mulai Rp 75 ribu hingga di bawah Rp 1 juta. Sementara keris dengan harga di atas Rp 1 juta terjual lebih sedikit.

"Yang paling laku suvenir, mulai Rp 75 ribu, Rp 200 ribu sampai di bawah Rp 1 juta. Yang paling mahal jenis yang lama biasanya. Ada yang puluhan juta, Rp 10 juta, Rp 5 juta gitu. Terjual (yang mahal) tapi kan paling 1 bulan 1 atau 2," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Suasana toko keris milik Muhamamd Abdullah di Pasar Beringharjo Jogja, Kamis (2/7/2026).Suasana toko keris milik Muhamamd Abdullah di Pasar Beringharjo Jogja, Kamis (2/7/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja

Abdillah menyebut pelanggan berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Tak hanya itu, tetapi juga dari luar negeri seperti Australia, Belanda, dan Amerika Serikat.

"(Pembeli datang) Dari seluruh Indonesia. Kadang juga ada yang dari luar negeri. Biasanya Australia, ada yang Belanda, ada yang Amerika. Jadi malah sebetulnya ini pencintanya malah banyak juga yang luar negeri. Karena di sana keris ini sebagai barang antik," tuturnya.

Adapun keris yang dijualnya, kata Abdillah, berasal dari zaman yang beragam. Lama waktu dan kondisi keris turut memengaruhi harga keris yang dijualnya.

"(Usianya) Ada yang ratusan tahun. (Harga) Ya macam-macam, tinggal lihat kondisinya. Kita mulai dari ada yang Rp 1 juta, ada yang Rp 2 juta, ada yang Rp 3 juta, tinggal lihat kondisi. Kondisi barang, kalau kita ada standarnya, enggak asal memberi harga, karena kita juga di sini selain barang lama juga ada barang baru," ucapnya.

"Kita untuk nanti kalau khawatirnya kalau yang barang lama itu habis, kita sudah mulai bisa bikin barang-barang baru. Tapi yang bisa sejajarlah istilahnya begitu, walaupun supranaturalnya bagus yang lama daripada yang baru, tapi setidaknya seninya yang baru itu lebih meningkat," jelasnya.

Selain menjual keris, Abdillah juga melayani jasa perawatan atau jamasan keris. Menurutnya, perawatan dilakukan mulai dari proses pencucian hingga keris siap digunakan maupun disimpan sebagai koleksi.

"Ya kita merawat mulai dari mencuci sampai nanti siap dipakai. Keris itu ada tingkat-tingkatannya, mulai untuk hiasan atau koleksi, nah itu baru dijamasi. Kita juga njamasi keris," pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pembeli keris asal Tangerang, Saiful, mengaku memang berminat membeli keris sebelum berkunjung ke Jogja. Menurutnya, keris tersebut hanya ingin dia jadikan koleksi saja.

"Sebenarnya udah prepare jauh-jauh hari sebelum datang ke Jogja. Karena keris ini kan identik sama budaya Jawa ya, jadi ya buat kenang-kenangan aja ketika saya dan keluarga berkunjung ke Jogja," ungkapnya.

Suasana toko keris milik Muhamamd Abdullah di Pasar Beringharjo Jogja, Kamis (2/7/2026).Suasana toko keris milik Muhamamd Abdullah di Pasar Beringharjo Jogja, Kamis (2/7/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja

Saiful mengaku belum memiliki koleksi keris yang banyak. Ia menyebut keris yang ia beli di Jogja tersebut adalah satu-satunya keris yang ia miliki.

"Baru beli ini yang harganya Rp 150 ribuan ya tadi. Jogja-Solo itu kan kental budaya Jawa-nya, jadi ya saya bilang tadi cuma buat kenang-kenangan aja. Banyak yang bilang keris itu ada magis atau apa, tapi buat saya ini sekadar untuk oleh-oleh dari Jogja," katanya.




(apl/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads