10 Makna Warna Menurut Fengshui untuk Membangun Suasana Ruangan

10 Makna Warna Menurut Fengshui untuk Membangun Suasana Ruangan

Mardliyyah Hidayati - detikJogja
Jumat, 24 Apr 2026 16:00 WIB
Makna Warna Menurut Fengshui untuk Membangun Suasana Ruangan
Suasana ruangan. (Foto: wuttichai1983/Freepik)
Jogja -

Warna bukan sekadar elemen estetika dalam sebuah ruangan, melainkan juga memiliki pengaruh besar terhadap suasana dan kenyamanan penghuni. Dalam berbagai konsep penataan interior, pemilihan warna sering kali menjadi langkah awal untuk menciptakan energi yang selaras. Oleh karena itu, makna di balik sebuah warna menjadi pertimbangan sebelum mengaplikasikannya pada hunian.

Fengsui identik dengan konsep yang bertujuan untuk mengetahui baik-buruknya atmosfer ruangan terhadap kondisi penghuninya. Warna memegang peranan penting dalam membentuk nuansa ruangan untuk ditinggali manusia. Dalam buku berjudul Solusi Feng Shui Lengkap yang ditulis oleh Mas Dian, dijelaskan bahwa warna bahkan bisa menjadi penolong dalam membenahi suasana ruangan yang dirasa kurang tepat.

Menariknya, setiap warna dalam fengsui memiliki makna dan energi tersendiri yang dapat memengaruhi perasaan, keberuntungan, hingga keseimbangan hidup. Lantas, apa saja makna warna menurut fengsui? Berikut ini 10 makna warna menurut fengsui yang bisa menjadi panduan dalam menata hunian detikers.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

10 Makna Warna Menurut Fengshui untuk Suasana Ruangan

Penggunaan masing-masing warna sebaiknya tidak berlebihan, sehubungan dengan lambang dan kesan yang dibawanya. Sebagaimana dalam buku Perspektif Feng Shui Kontemporer oleh Dewi Mariana, terdapat 10 makna warna dalam membangun suasana ruangan. Adapun berikut ini 10 makna masing-masing warna tersebut.

1. Warna Merah

Warna merah dalam fengsui dikenal sebagai warna yang bersifat stimulan dan dominan. Kehadirannya mampu menarik perhatian secara instan dan menciptakan kesan kuat dalam sebuah ruangan.

Secara visual, merah dapat memberikan ilusi ruang yang lebih kecil, tetapi justru membuat objek di dalamnya tampak lebih besar dan menonjol. Oleh karena itu, warna ini lebih sering digunakan sebagai aksen, misalnya pada dekorasi, bantal, atau ornamen tertentu.

Dari segi makna, merah berhubungan erat dengan energi kehangatan, kemakmuran, dinamika, dan semangat hidup. Warna ini sangat baik untuk membangkitkan gairah dan aktivitas.

Namun, jika digunakan secara berlebihan, merah juga dapat memicu emosi negatif seperti kemarahan, kegelisahan, bahkan agresivitas. Karena itu, penggunaannya perlu diseimbangkan agar tetap memberi energi positif tanpa menimbulkan tekanan emosional.

2. Warna Kuning

Kuning merupakan warna yang identik dengan pencerahan, kecerdasan, dan kejernihan berpikir. Dalam fengsui, warna ini dipercaya mampu merangsang aktivitas otak serta membantu proses pencernaan, sehingga sering dikaitkan dengan kesehatan dan vitalitas.

Kehadirannya dalam ruangan dapat menciptakan suasana yang cerah, hangat, dan penuh semangat. Selain itu, kuning melambangkan optimisme, kemampuan bersosialisasi, serta ketegasan dalam mengambil keputusan.

Namun, di balik sisi positif tersebut, warna kuning juga memiliki potensi membawa sifat negatif seperti kecenderungan berlebihan, ilusi kehebatan, hingga sikap kaku. Oleh karena itu, penggunaannya perlu disesuaikan agar tetap memberikan energi positif tanpa memicu kesan yang berlebihan.

3. Warna Hijau

Hijau merupakan simbol pertumbuhan, kesuburan, dan harmoni dalam fengsui. Warna ini erat kaitannya dengan alam, sehingga mampu menghadirkan nuansa segar dan menenangkan dalam ruangan.

Hijau juga melambangkan gerakan, peluang, serta memberikan efek relaksasi yang membantu tubuh dan pikiran beristirahat. Di sisi lain, hijau juga mencerminkan optimisme, kebebasan, dan keseimbangan.

Namun, jika tidak digunakan dengan tepat, warna ini dapat menimbulkan rasa iri, dorongan untuk terlalu produktif atau bahkan sikap idealis yang berlebihan. Oleh karena itu, pemilihan warna hijau yang tepat sangat penting untuk menjaga keseimbangan energi yang dihadirkan.

4. Warna Biru

Biru dikenal sebagai warna yang melambangkan kedamaian dan ketenangan. Dalam fengsui, warna ini sering dikaitkan dengan spiritualitas, meditasi, misteri, serta kesabaran.

Penggunaan warna biru dalam ruangan dapat menciptakan suasana yang menenangkan, cocok untuk ruang istirahat atau tempat refleksi diri. Selain itu, biru juga melambangkan kepercayaan, kesetiaan, stabilitas, dan ketepatan. Secara visual, warna ini mampu memberikan kesan ruang yang lebih luas.

Namun, penggunaan yang berlebihan dapat memicu perasaan melankolis atau bahkan membuat seseorang sulit mengambil keputusan. Oleh karena itu, keseimbangan dalam penggunaannya harus benar-benar diperhatikan.

5. Warna Ungu

Ungu merupakan warna yang mencerminkan kemewahan, spiritualitas, dan keseimbangan. Dalam fengsui, warna ini diyakini mampu meningkatkan vitalitas serta memberikan kesan impresif pada ruangan. Pada dasarnya, ungu merupakan warna yang dianggap well-balanced yang artinya seimbang.

Tidak hanya itu, ungu juga melambangkan kegembiraan, motivasi, bahkan obsesi terhadap sesuatu. Meski begitu, penggunaan berlebihan dapat membawa suasana duka atau tekanan emosional.

Terlebih, ia juga dapat memicu keinginan untuk menarik diri dari lingkungan. Oleh karena itu, warna ungu sebaiknya digunakan secara proporsional agar tetap memberikan efek positif.

6. Warna Merah Muda

Merah muda atau pink identik dengan kelembutan, kasih sayang, dan keromantisan. Dalam fengsui, warna ini berhubungan dengan persahabatan, kemurnian pikiran, serta kebahagiaan emosional.

Kehadirannya mampu menciptakan suasana yang hangat dan menenangkan. Akan tetapi, pengaruh warna pink juga sangat bergantung pada intensitas penggunaannya.

Dalam jumlah yang tepat, warna ini dapat membantu secara emosional dan melambangkan kedewasaan serta kepedulian. Sebaliknya, ketika jumlahnya berlebihan, pink justru mencerminkan semangat, energi tinggi, dan karakter yang dinamis.

7. Warna Jingga

Jingga atau oranye merupakan warna yang cerah dan penuh energi. Dalam fengsui, warna ini dikenal mampu mendorong komunikasi, interaksi sosial, serta meningkatkan konsentrasi.

Warna ini juga melambangkan kegembiraan, kecerdasan, dan keterbukaan. Di balik sifatnya yang hangat dan menyenangkan, oranye memiliki unsur merah yang cukup kuat, sehingga dapat memberikan kesan ruang menjadi lebih sempit.

Oleh karena itu, warna ini biasanya tidak digunakan untuk ruang-ruang kecil. Terlebih, penggunaannya yang berlebihan dapat memicu sikap pemberontakan atau ketidakseimbangan emosi.

8. Warna Cokelat

Warna cokelat memberikan kesan stabilitas, kekuatan, dan kehangatan. Warna ini juga melambangkan rasa aman, ketenangan, serta kemegahan. Warna ini kerap digunakan untuk menciptakan suasana yang nyaman dalam ruangan.

Di sisi lain, cokelat juga membawa kesan monoton, membosankan, bahkan depresif. Apalagi, penggunaannya yang berlebihan dapat menimbulkan naiknya energi yin yang tidak diinginkan.

Dalam tradisi Cina kuno, warna ini bahkan dikaitkan dengan simbol kematian. Oleh karena itu, penggunaannya perlu dipadukan dengan warna lain agar tidak mendominasi energi ruangan secara negatif.

9. Warna Putih

Putih melambangkan kemurnian, kesucian, dan awal yang baru. Dalam fengsui, warna ini sering digunakan untuk menciptakan kesan bersih, rapi, dan segar.

Warnanya yang sungguh terang mampu memantulkan cahaya dengan baik, sehingga ruangan terasa lebih terang. Kendati demikian, penggunaan warna putih yang berlebihan dapat menimbulkan kesan dingin, kosong, dan kurang hidup.

Ruangan bisa terasa terlalu minimalis sehingga kehilangan kehangatan kehidupan. Oleh karena itu, warna putih bisa dikombinasikan dengan warna lain sebagai aksen agar ruangan tetap terasa hidup

10. Warna Hitam

Hitam adalah warna yang kuat dan penuh misteri dalam fengsui. Warna ini melambangkan kekuatan, kemandirian, serta daya tarik yang magnetis. Hitam juga sering digunakan untuk memberikan kesan elegan dan tegas dalam sebuah ruangan.

Akan tetapi, warna hitam memiliki energi yin yang sangat tinggi, sehingga jika digunakan terlalu banyak dapat memicu suasana gelap, depresi, dan berat. Sebaliknya, jika terlalu sedikit, dapat menimbulkan rasa ketidakpastian. Oleh karena itu, hitam lebih ideal digunakan sebagai aksen atau untuk membingkai warna lain agar tercipta keseimbangan energi dalam ruangan.

Demikian itulah 10 makna warna menurut fengsui untuk membangun suasana ruangan dengan tepat. Semoga membantu kalian menentukan warna yang tepat untuk hunian ya, Dab!

Artikel ini ditulis oleh Mardliyyah Hidayati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik




(sto/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads