Keris bukan sekadar senjata tradisional, tetapi juga simbol budaya yang sarat makna dan sejarah di Nusantara. Sejak masa kerajaan, keris telah dianggap sebagai pusaka yang memiliki nilai lebih dari sekadar benda fisik. Tak heran hingga kini, keris dihormati sebagai warisan budaya yang penuh filosofi.
Di balik bentuknya yang khas, banyak keris dipercaya menyimpan kisah dan keistimewaan tersendiri. Beberapa di antaranya bahkan dikaitkan dengan tokoh-tokoh besar, seperti Brawijaya V, yang dikenal sebagai raja terakhir Majapahit. Cerita-cerita inilah yang membuat keris tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga diselimuti aura legenda.
Lantas, apa saja keris pusaka yang paling melegenda di Nusantara? Lalu, bagaimana kisah di baliknya? Untuk mengetahuinya, mari simak kisah 6 keris pusaka paling legendaris berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal Keris dan Keistimewaannya
Keris merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang tidak hanya berfungsi sebagai senjata, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Sebagaimana dijelaskan dalam buku Keris karya Unggul Sudrajat dan Dony Satryo Wibowo, asal-usul kata keris memiliki beragam pendapat, mulai dari kata kris dalam bahasa Sanskerta yang berarti "menghunus" hingga harist yang bermakna "penjaga keselamatan diri".
Lebih dari sekadar benda, keris melambangkan sifat ksatria seperti kejujuran, keberanian, dan keteguhan. Dalam berbagai catatan sejarah, tokoh seperti Pangeran Diponegoro dan Jenderal Sudirman kerap digambarkan menyandang keris. Hal tersebut menunjukkan bahwa pusaka ini juga menjadi simbol perjuangan.
Kepercayaan terhadap keris juga berkaitan dengan filosofi keseimbangan hidup dalam masyarakat Jawa. Konsep ini berakar dari perpaduan unsur laki-laki dan perempuan yang harmonis. Dalam praktiknya, keris menjadi simbol hubungan antara manusia, alam, dan kekuatan spiritual.
Dari segi bentuk, keris memiliki struktur yang lengkap, mulai dari hulu, bilah, hingga warangka. Pembuatan keris tradisional oleh empu bahkan bisa memakan waktu lama karena memperhatikan nilai estetika dan filosofi.
Selain itu, keunikan keris terletak pada pamor dan bentuknya yang bisa lurus atau berlekuk (luk), yang masing-masing memiliki makna tersendiri. Sebagaimana dijelaskan dalam kajian perkerisan, hal inilah yang menjadikan keris sebagai pusaka yang istimewa dan bernilai tinggi.
Kisah 6 Keris Pusaka Paling Melegenda
Berbagai kisah tentang keris pusaka di Nusantara tidak hanya berisi sejarah, tetapi juga sarat dengan legenda, mitos, dan nilai budaya yang berkembang di masyarakat. Untuk memahami lebih jauh, berikut kisah 6 keris pusaka paling melegenda yang dihimpun dari buku Ragam Dhapur & Pamor Keris karya KRAT. Priyohadinagoro.
1. Keris Pusaka Mpu Gandring
Keris Mpu Gandring dikenal sebagai salah satu pusaka paling legendaris dalam sejarah berdirinya Kerajaan Singasari. Keris ini dibuat oleh seorang empu sakti bernama Mpu Gandring atas permintaan Ken Arok. Dalam kisahnya, keris tersebut sudah terkenal memiliki kekuatan luar biasa bahkan sebelum benar-benar selesai dibuat.
Konflik terjadi ketika Ken Arok mengambil keris tersebut sebelum proses pembuatannya tuntas. Dalam keadaan marah, ia justru menggunakan keris itu untuk membunuh sang empu. Tindakan ini menjadi awal dari kisah kelam keris Mpu Gandring yang penuh darah dan tragedi.
Sebelum meninggal, Mpu Gandring mengucapkan kutukan bahwa keris tersebut akan menelan korban hingga tujuh turunan Ken Arok. Kutukan inilah yang membuat keris ini semakin dikenal sebagai pusaka yang ganas dan misterius.
2. Keris Naga Sasra dan Sabuk Inten
Keris Nagasasra dan Sabuk Inten merupakan dua pusaka berbeda yang berasal dari masa Kerajaan Majapahit. Nagasasra dikenal sebagai dapur keris dengan bentuk luk tertentu, biasanya berjumlah sembilan, sebelas, atau tiga belas. Keunikan keris ini terletak pada detail pamor yang sangat halus dan indah.
Pada keris Nagasasra yang berkualitas tinggi, bagian bilahnya bahkan dilapisi emas pada alur tertentu. Proses ini dilakukan oleh ahli khusus dari lingkungan kerajaan, sehingga menambah nilai estetika sekaligus kemewahannya. Hal ini menjadikan keris tersebut tidak hanya sakti, tetapi juga bernilai seni tinggi.
Salah satu empu terkenal yang membuat keris Nagasasra adalah Mpu Ki Nom pada akhir masa Majapahit. Sementara itu, Sabuk Inten juga dikenal sebagai pusaka yang memiliki kekuatan besar dan sering dikaitkan dalam berbagai kisah legenda keris. Kedua keris ini menjadi simbol keagungan perkerisan di masa lampau.
3. Keris Pusaka Kala Munyeng Milik Sunan Giri
Keris Kala Munyeng memiliki kisah unik yang berkaitan dengan tokoh Wali Songo, yaitu Sunan Giri. Dalam cerita yang berkembang, keris ini tidak dibuat melalui proses biasa, melainkan berasal dari pena yang dilemparkan Sunan Giri saat menghadapi serangan pasukan Majapahit.
Konon, pena tersebut berubah menjadi keris yang berputar dan menyerang musuh hingga pasukan lawan kocar-kacir. Kejadian ini dipercaya sebagai bentuk pertolongan dari Tuhan atas doa Sunan Giri. Setelah pertempuran usai, keris tersebut kembali ke hadapan Sunan Giri dan diberi nama Kalam Munyeng.
Kisah ini menunjukkan bahwa keris tidak hanya dipandang sebagai benda fisik, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang kuat. Mekipun bentuk aslinya tidak diketahui pasti, keris Kala Munyeng tetap dikenal luas sebagai salah satu pusaka legendaris di Nusantara.
4. Keris Pusaka Kyai Condong Campur
Keris Kyai Condong Campur merupakan pusaka terkenal dari masa Majapahit yang sarat makna simbolik. Nama "Condong Campur" sendiri melambangkan keinginan untuk menyatukan perbedaan dalam satu tujuan. Secara bentuk, keris ini termasuk dapur lurus dengan ciri khas tertentu pada bilahnya.
Menurut legenda, keris ini dibuat oleh seratus empu dari berbagai daerah dengan bahan yang berbeda-beda. Hal ini membuat keris tersebut memiliki kekuatan besar, tetapi juga dipercaya memiliki sifat yang keras. Dalam kepercayaan masyarakat, pusaka ini memiliki karakter yang tidak mudah dikendalikan.
Bahkan, dalam kisahnya, keris ini pernah terlibat "pertarungan" dengan keris lain seperti Sabuk Inten dan Sengkelat. Akhirnya, Condong Campur dikalahkan dan dipercaya berubah menjadi Lintang Kemukus atau komet. Legenda ini memperkuat citra keris sebagai pusaka yang hidup dalam imajinasi budaya masyarakat.
5. Keris Pusaka Setan Kober
Keris Setan Kober merupakan pusaka yang dikenal karena kekuatan sekaligus sifatnya yang dianggap berbahaya. Keris ini dibuat oleh Mpu Supo Mandagri, seorang empu yang juga memiliki hubungan dengan tokoh-tokoh penyebar Islam di Jawa. Awalnya, keris ini bernama Bronggot Setan Kober.
Dalam perjalanannya, keris ini berpindah tangan hingga akhirnya dimiliki oleh Arya Penangsang. Konon, keris ini memiliki aura panas yang membuat pemiliknya mudah marah dan emosional. Hal ini terlihat dari sifat Arya Penangsang yang dikenal temperamental dalam berbagai kisah sejarah.
Keris Setan Kober juga dikenal sebagai pusaka yang "haus darah" karena sering dikaitkan dengan banyak korban. Hingga kini, bentuk asli keris ini tidak diketahui secara pasti. Hal ini diduga karena para empu enggan membuat tiruannya akibat dianggap membawa kesialan.
6. Keris Kyai Sengkelat Milik Brawijaya V
Keris Kyai Sengkelat merupakan salah satu pusaka penting dari masa pemerintahan Brawijaya V. Keris ini memiliki luk tiga belas dan dibuat oleh Mpu Supa Mandagri sekitar abad ke-15. Bahan pembuatannya bahkan dikaitkan dengan besi istimewa yang memiliki nilai sakral.
Awalnya, keris ini dibuat atas permintaan Sunan Ampel, namun kemudian diserahkan kepada Brawijaya V. Sang raja sangat mengagumi kehebatan keris tersebut dan menjadikannya sebagai pusaka kerajaan. Keris ini bahkan diberi gelar khusus dan disimpan di tempat terhormat.
Dalam kisahnya, keris ini sempat dicuri oleh Adipati Blambangan karena dianggap membawa kejayaan. Namun, berkat kecerdikan Mpu Supa, keris tersebut berhasil dikembalikan tanpa peperangan. Kisah ini semakin menguatkan posisi Sengkelat sebagai salah satu keris pusaka paling melegenda.
Demikian kisah 6 keris pusaka paling melegenda yang salah satunya milik Prabu Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit. Semoga menambah wawasan budaya ya, Dab!
Artikel ini ditulis oleh Mardliyyah Hidayati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di BeritaKlik
(num/aku)
Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja