Jumlah guru besar di Indonesia masih jauh dari ideal. Dari sekitar 340 ribu dosen yang ada saat ini, hanya sekitar tiga persen yang sudah menyandang gelar profesor.
Kondisi tersebut disorot Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Achmad Nurmandi, saat Seminar dan Rapat Kerja Forum Dewan Guru Besar Indonesia (FDGBI) di Student Dormitory UMY, Kasihan, Bantul.
Menurutnya, minimnya jumlah profesor harus menjadi perhatian serius perguruan tinggi. Sebab, peran guru besar dinilai krusial dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, riset, hingga inovasi di berbagai sektor strategis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jumlah tiga persen menurut saya sangat sedikit dibandingkan dengan kebutuhan bangsa. Padahal, guru besar sangat penting untuk meningkatkan daya saing bangsa. Kita masih terus berjuang meningkatkan daya saing, terutama melalui pendidikan tinggi. Di situlah peran guru besar menjadi sangat menentukan," kata Nurmandi saat sesi diskusi, Jumat (13/2/2026).
Ia menilai, di tengah situasi global yang dinamis dan penuh ketidakpastian, keberadaan guru besar semakin penting. Terutama dalam memastikan kebijakan publik lahir dari proses akademik yang kuat dan berbasis riset.
"Rapat kerja ini penting bagi kita untuk mengartikulasikan kepentingan publik dalam kebijakan. Bagaimana kebijakan negara itu berbasis bukti, fakta, dan informasi. Tantangan kita di berbagai cabang ilmu adalah memastikan keputusan publik tidak lahir tanpa landasan akademik yang kuat," ujar dia.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Rapat Kerja FDGBI, Prof. Dr. Ulung Pribadi, mengatakan forum tersebut menjadi ruang konsolidasi pemikiran para profesor dari berbagai perguruan tinggi.
"Forum ini menjadi penjaga otoritas akademik dan moral keilmuan bangsa. Seminar dan rapat kerja menjadi ruang konsolidasi gagasan strategis dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi, riset, dan pembangunan nasional," jelas Ulung.
(aku/ams)
Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja