Jogja Financial Festival, LPS Siap Dongkrak Potensi Ekonomi Daerah

Jogja Financial Festival, LPS Siap Dongkrak Potensi Ekonomi Daerah

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Jumat, 03 Apr 2026 13:40 WIB
Pertemuan untuk mematangkan persiapan Jogja Financial Festival dan Jogja Run D-City di GIK UGM, Sleman, Jumat (3/4/2026).
Pertemuan untuk mematangkan persiapan Jogja Financial Festival dan Jogja Run D-City di GIK UGM, Sleman, Jumat (3/4/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja.
Jogja -

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) siap mendorong potensi ekonomi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) lewat gelaran Jogja Financial Festival pada 22-24 Mei 2026. Ajang ini menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas lembaga sekaligus meningkatkan inklusi keuangan masyarakat.

Ketua LPS, Anggito Abimanyu, mengatakan pihaknya bersama Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan telah berkomitmen memperkuat sektor keuangan di daerah.

"Jadi sekarang kami bersama-sama dengan BI, OJK, dan ini sudah ada komitmen dari Pak Perry, Bu Kiki, yang hadir di sela-sela jadwal yang padat," kata Anggito di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Sleman, Jumat (3/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, kolaborasi juga akan melibatkan pemerintah daerah hingga perbankan daerah untuk merumuskan berbagai insentif ekonomi.

"Nanti kami pastikan kolaborasi dengan Pak Walikota, Pak Direktur Utama BPD, yang akan memformulasikan insentif-insentif," ujarnya.

Menurutnya, Jogja Financial Festival tak sekadar pameran, tetapi juga menjadi wadah berkumpulnya seluruh ekosistem keuangan, mulai dari perbankan, pasar modal, hingga asuransi.

"Kemudian pelaku jasa keuangan, ada BPD, bursa efek, asuransi, fintech, kripto, semuanya berpartisipasi dan mengeksekusi," ungkapnya.

Anggito menyebut, DIY memiliki potensi ekonomi yang besar, namun belum diimbangi dengan penyaluran kredit yang optimal.

"DIY ini daerah yang wealthy, funding-nya kuat, tapi lending-nya sangat rendah. Surplusnya 31 triliun, tapi tidak tersalurkan," tambahnya.

Melalui Jogja Financial Festival, LPS bersama para pemangku kepentingan menargetkan peningkatan literasi dan inklusi keuangan, termasuk mendorong masyarakat yang belum memiliki akses perbankan menjadi lebih aktif dalam sistem keuangan.

"Target kami tahun ini 2 juta masyarakat yang unbanked menjadi bankable," pungkasnya.




(apl/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads