SMAN 1 Teladan Jogja Cetak Rekor Baru, 7 Siswa Tembus Kampus Luar Negeri

SMAN 1 Teladan Jogja Cetak Rekor Baru, 7 Siswa Tembus Kampus Luar Negeri

Tim detikJogja - detikJogja
Sabtu, 13 Jun 2026 06:30 WIB
SMA Negeri (SMAN) 1 Yogyakarta atau yang dikenal dengan nama SMA Negeri 1 Teladan Jogja di Wirobrajan, Kota Jogja, Jumat (22/8/2025).
SMA Negeri (SMAN) 1 Yogyakarta atau yang dikenal dengan nama SMA Negeri 1 Teladan Jogja di Wirobrajan, Kota Jogja, Jumat (22/8/2025). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jogja -

Sebanyak tujuh siswa SMA Negeri 1 Jogja kali ini diterima di kampus luar negeri. Prestasi ini menjadi rekor baru bagi sekolah yang dikenal dengan nama SMA Teladan ini.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Jogja, Sri Lestari, mengatakan jumlah siswa yang diterima di kampus luar negeri kali ini terbanyak jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun ini ada tujuh yang diterima dan ada tiga yang masih menjalani proses seleksi tahap akhir. Ada peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun 2024 ada empat yang diterima, tahun 2025 ada enam yang diterima, dan tahun 2026 ada tujuh yang sudah dinyatakan diterima, tiga masih proses," kata Lestari saat dihubungi detikJogja, Jumat (12/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama tiga tahun terakhir iya (paling banyak di tahun ini), dan semoga tahun depan lebih banyak lagi," imbuhnya.

Lestari menjelaskan, siswa yang berhasil menembus perguruan tinggi luar negeri tidak selalu siswa yang paling menonjol secara akademik.

"Sebenarnya siswa yang diterima di luar negeri menonjolnya tidak, tapi ada sisi plusnya, yaitu siswa mempunyai kemampuan bahasa asing yang lebih dibanding siswa lain. Untuk kemampuan akademik rata-rata di atas, tapi tidak menonjol banget. Di samping itu siswa mempunyai kemampuan sosial yang bagus," jelasnya.

Menurut Lestari, keberhasilan siswa diterima di kampus luar negeri tidak lepas dari berbagai upaya yang dilakukan sekolah.

"Kuncinya diawali dengan membangun budaya sekolah berwawasan global (global mindset), identifikasi siswa potensial sejak awal dan lakukan pembinaan intensif, kolaborasi dari berbagai pihak, serta mengintegrasikan proyek berbasis SDGs dan isu internasional dalam pembelajaran," terangnya.




(dil/apu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads