UMY Beri Penghargaan Imam Besar Islamic Center New York M Syamsi Ali

UMY Beri Penghargaan Imam Besar Islamic Center New York M Syamsi Ali

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Sabtu, 23 Mei 2026 13:05 WIB
Penyerahan penghargaan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ke Ustaz H. Muhammad Syamsi Ali di Kampus UMY, Kasihan, Bantul, Sabtu (23/5/2026).
Penyerahan penghargaan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ke Ustaz H. Muhammad Syamsi Ali di Kampus UMY, Kasihan, Bantul, Sabtu (23/5/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Bantul -

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada Ustaz H. Muhammad Syamsi Ali dalam agenda Penganugerahaan UMY Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas dasar kontribusi Syamsi Ali dalam mempromosikan dialog antaragama, terutama di Amerika Serikat (AS).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmadi, kepada Syamsi Ali di Kampus UMY, Kasihan, Bantul pada Sabtu (23/5/2026). Diketahui, Syamsi Ali mengemban amanah sebagai Imam Besar Islamic Center di New York pada periode 2002 hingga 2014.

Nurmadi mengatakan penghargaan itu diberikan bukan semata karena Syamsi Ali merupakan kader Muhammadiyah, melainkan karena kontribusinya di tingkat global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"UMY memberikan pesan, memberikan penghargaan kepada anak bangsa, kepada kader Muhammadiyah, bukan karena kader Muhammadiyah, karena kontribusinya," kata Nurmadi dalam sambutannya, Sabtu (23/5/2026).

Menurut Nurmadi, posisi Syamsi Ali sebagai imam di Islamic Center New York memiliki peran strategis. Ia menyebut imam masjid di kota tersebut tidak hanya berperan dalam urusan keagamaan, tetapi juga memiliki posisi sosial dan politik di tengah masyarakat Amerika Serikat.

"Bapak Ibu bisa bayangkan seorang putra Kajang (Kecamatan di Sulawesi Utara) yang menjadi imam di sebuah kota New York. Imam masjid di kota New York itu perannya tidak seperti imam di masjid tempat saya tinggal. Imam itu adalah menempati posisi politik, pimpinan politik di sebuah negara namanya Amerika Serikat," ujarnya.

Nurmadi menilai dunia saat ini membutuhkan kekuatan penyeimbang dalam percaturan politik internasional. Menurutnya, negara-negara dengan populasi Muslim besar, termasuk Indonesia, memiliki peluang memainkan peran tersebut.

"Indonesia dengan umat Islam terbanyak di dunia, seharusnya memainkan peran itu. Bagaimana kita menjadi penyeimbang," ucapnya.

Muhammad Syamsi Ali dikenal sebagai ulama asal Indonesia yang telah menetap di Amerika Serikat sejak 1996. Ia pernah menjabat Imam Besar Islamic Center of New York pada 2002-2014 dan aktif dalam berbagai forum dialog antaragama internasional.

Syamsi Ali juga tercatat sebagai Presiden Nusantara Foundation serta pernah mendampingi Presiden AS kala itu, George W Bush, saat kunjungan ke Ground Zero pascatragedi 11 September 2001. Selain itu, ia masuk dalam daftar The Muslim 500 sebagai salah satu Muslim paling berpengaruh di dunia.




(apu/ahr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads