Momen manis terlihat saat pengukuhan Guru Besar di Universitas Gadjah Mada (UGM) beberapa waktu lalu. Dua profesor yang merupakan pasangan suami istri dikukuhkan secara bersamaan pada momen itu.
Pada upacara pengukuhan ini, keduanya saling mengucap terima kasih atas dukungan dan motivasi hingga meraih jabatan akademik tertinggi. Ucapan sayang pun terlontar dalam upacara tersebut.
"Akhirnya, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada suami tercinta, Prof. Drs. Edi Winarko, M.Sc., Ph.D. yang selalu memberikan ridho, doa, dan dukungan penuh dalam setiap langkah perjalanan karier ini. Dukungan dan pengertiannya menjadi sumber kekuatan yang memungkinkan saya untuk selalu terus berkarya," kata dalam keterangan tertulis UGM, dikutip Senin (13/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edi juga menyampaikan rasa terima kasih yang sama. Di mimbar akademik itu, dia berterima kasih atas kasih sayang yang tulus dari Tutik.
"Ungkapan terima kasih yang paling tulus saya persembahkan kepada istri saya, Prof. Tutik Dwi Wahyuningsih, atas kasih sayang, dukungan, motivasi, serta pengertian yang senantiasa diberikan sepanjang perjalanan kehidupan dan karier saya," kata Edi Winarko.
Dihubungi detikJogja, Edi mengungkapkan sebenarnya Surat Keputusan (SK) pengangkatan mereka tidak terbit bersamaan. Terbitnya SK itu sebenarnya terpaut 3 tahun.
"Jadi SK-nya itu sebenarnya keluarnya nggak bareng. Jadi istri itu keluar lebih dulu tahun Desember 2022. Terus saya itu baru keluar Oktober 2025 kemarin," ungkap Edi saat dihubungi detikJogja, Senin (13/4/2026).
Edi menyebut pengukuhan yang dilakukan bersamaan tersebut memang disengaja agar lebih praktis dalam persiapan acara. Selain itu, ia juga menyebut agar undangan yang datang juga bisa dalam satu waktu.
"Iya, memang disengaja (pengukuhan). Jadi SK-nya memang keluarnya tidak sama, cuma pelaksanaannya pengukuhannya yang dibarengkan. Jadi pengukuhan itu formalitas saja," tuturnya.
"Mirip dengan resepsi pernikahan sebenarnya. Ya, sekali jalan saja gitu, dibarengkan. Undangan ada dari keluarga inti, sanak saudara, kolega, mahasiswa bimbingan juga," ungkapnya.
Bagi Edi, momen pengukuhan bersama istri menjadi memori indah yang bakal terkenang. Sebab, baginya, UGM merupakan awal kisah cintanya bersemi dengan sang istri.
"Iya (ketemu dengan istri di UGM), cuma saya kan dulu S1 jurusan Matematika, kalau nyonya (istri) kan jurusan Kimia. Tapi dia adik angkatan, saya masuknya 1981 dan ibu 1982," ungkapnya.
"Punya ikatan khusus (UGM), sampai saat ini kita masih sama-sama di UGM. Kami sampai sekarang ya nggak pindah-pindah dari Jogja, tetap di sini," pungkasnya.
(afn/apl)
Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja