Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi contoh antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam membangun dan mengembangkan sport science.
Penandatangana MoU digelar dalam rangkaian Jogja Finansial Festival 2026 yang pagi ini dimeriahkan dengan Jogja Run D-City 2026.
Rektor UGM Prof Ova Emilia dalam sambutannya mengatakan MoU hari ini merupakan perpanjangan dari kolaborasi sudah terjalin sejak 2014 silam antara UGM dengan Kemenpora. Ova bilang hal ini merupakan awal langkah baru untuk sesuatu yang memang akan kita lakukan bersama-sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Khususnya dalam pengembangan kepemudaan dan keolahragaan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan inovasi," kata Ova, Minggu (24/5/2026).
Ova mencontohkan salah satu pengembangan bidang keolahragaan di UGM adalah dengan kehadiran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). UGM memiliki beberapa cabang UKM olahraga termasuk yang terakhir golf.
"Kami di sini bersama mahasiswa yang jumlahnya hampir 62.000 ini mempunyai unit kegiatan mahasiswa yang luar biasa, khususnya untuk berbagai jenis cabang olahraga. Bahkan yang terakhir itu golf pun ada di sini," ujarnya.
Oleh karena itu, Ova melihat ada keterkaitan antara perguruan tinggi dengan Kemenpora dalam pengembangan olahraga. Terutama kampus dalam hal mendukung sport science.
"Ke depannya, MoU-nya akan ditindaklanjuti khususnya oleh Fakultas FKKMK. Karena di sini khususnya untuk pengembangan bidang kepemudaan dan keolahragaan yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi," ucapnya.
"Dan nanti tentunya bukan hanya untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tapi juga melalui pendidikan, pelatihan, dan pengabdian kepada masyarakat yang dalam rangka pengembangan sport science," lanjutnya.
Penandatanganana MoU antara UGM dengan Kemenpora di bidang pemuda dan olahraga, Minggu (25/5/2026) Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja |
Ova berharap kemitraan dengan Kemenpora bisa memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kepemudaan dan keolahragaan nasional.
Sementara itu, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat saat membacakan sambutan Menpora menyampaikan apresiasi kepada Rektor UGM beserta jajaran atas komitmen dan dukungan dalam pembangunan kepemudaan dan keolahragaan nasional.
"Khususnya melalui kerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang tertuang dalam Nota Kesepahaman tentang pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang kepemudaan dan keolahragaan," ujar Taufik.
Momentum ini, kata Taufik, merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang kemitraan antara Kemenpora dan UGM dalam membangun fondasi kepemudaan dan olahraga nasional.
"Kerjasama ini juga menjadi bukti bahwa pembangunan olahraga dan kepemudaan tidak dapat dilakukan secara parsial, dibutuhkan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berdampak dan berkelanjutan," ujarnya.
Lebih lanjut, Kemenpora ingin membawa kolaborasi ini naik ke level berikutnya. Jika sebelumnya berfokus salah satunya pada pembangunan fisik, infrastruktur, maka ke depan akan memperkuat intelektual, infrastruktur agar olahraga Indonesia mampu bersaing di level global.
"Karena itu, kita harus mulai fokus membangun expertise, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mendorong pengembangan sport science yang lebih modern, terukur, berbasis inovasi," ujarnya.
Taufik melihat, olahraga hari ini tidak hanya berbicara tentang latihan fisik dan kompetisi. Ia bilang prestasi olahraga modern dibangun melalui riset, data, teknologi, sport analytics, sport nutrition, psikolog, olahraga, hingga artificial intelligence.
"Oleh karena itu, saya berharap fasilitas yang ada di lingkungan UGM tidak hanya menjadi sarana latihan tetapi juga berkembang menjadi salah satu pusat sport science nasional yang mempertemukan riset, teknologi, dan pembinaan atlet secara terintegrasi," tegasnya.
Pihaknya juga mengapresiasi kontribusi UGM selama ini sebagai mitra strategis pemerintah dalam penguatan kebijakan berbasis data dan riset. Termasuk melalui berbagai kajian pembangunan kepemudaan dan olahraga nasional.
"Saya percaya sinergi antara Kemenpora dan UGM dapat menjadi contoh bagaimana pemerintah dan perguruan tinggi bekerjasama membangun ekosistem kepemudaan dan olahraga yang modern, inovatif, dan berdaya saing global," katanya.
Sementara itu, di akhir acara Ketua Dewan Komisaris LPS Anggito Abimanyu memberikan sambutan dan penghargaan kepada Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, Wamenpora Taufik Hidayat, legend atlet basket Denny Sumargo, dan pelatih Timnas U-20 Nova Arianto.
Keempatnya mendapatkan penghargaan berupa kais basket dengan nomor punggung masing-masing yang memiliki makna tersendiri.
"Kaus ini saya buat, jadi saya ingin memberikan penghargaan, ini nomor punggung (yang saya berikan) ini akan punya arti," kata Anggito.
Adapun Chairul Tanjung mendapatkan nomor punggung 14 dengan nama CT yang berarti tahun disaat menjadi Menko Bidang Perekonomian. Kemudian Taufik mendapat nomor punggung 19, usia saat Taufik menjadi pemain bulutangkis no 1 dunia.
Kemudian Densu mendapat nomor punggung 22, sementara Nova mendapat nomor punggung 30.
(alg/ahr)

Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja