Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi kepada PSS Sleman berupa larangan satu laga kandang tanpa suporter dan denda hampir Rp 100 juta. Sanksi tersebut dijatuhi imbas dari tindakan indisipliner suporter saat laga tandang kontra Deltras FC pada pekan lalu.
Berdasarkan salinan keputusan Komdis PSSI yang beredar, PSS dijatuhi total denda sebesar Rp 97,5 juta atas empat pelanggaran berbeda dalam satu pertandingan. Sanksi terberat secara finansial datang dari aksi pelemparan botol air mineral yang dilakukan oleh para suporter yang berujung denda Rp 50 juta.
Kemudian, suporter PSS terbukti melakukan perusakan fasilitas stadion berupa dua buah tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan dua buah bangku stadion. Bahkan, bangku stadion tersebut dilemparkan ke arah lapangan. Akibatnya, PSS didenda Rp 15 juta dan hukuman satu laga tanpa suporter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, suporter terbukti merangsek masuk ke area lapangan pertandingan (invasi) dan menendang bola ke arah tribun. PSS didenda sebesar Rp 20 juta. Terakhir, kehadiran suporter PSS di laga tersebut melanggar regulasi Liga terkait larangan suporter tamu yang membuat PSS kenda denda sebesar Rp 12,5 juta.
Executive Representative PSS, Vita Subiyakti, membenarkan soal hukuman yang diterima Super Elang Jawa (Elja), julukan PSS.
"Benar, segera kami update nggih," kata Vita kepada awak media, Jumat (28/11/2025).
Vita kemudian menjabarkan, manajemen PSS menghormati keputusan Komdis PSSI. Saat ini, ia mengatakan, PSS tengah fokus menyiapkan laga kandang selanjutnya usai jeda kompetisi.
"PSS Sleman menghormati keputusan Komite Disiplin PSSI dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi bersama. Saat ini fokus kami adalah mempersiapkan tim menghadapi pertandingan berikutnya," ujar Vita.
"Kami juga mengajak PSS Sleman Fans untuk terus memberikan dukungan secara positif," lanjutnya.
Lebih lanjut, Vita mengonfirmasi jika laga kandang PSS terdekat menghadapi Persipal Palu pada 28 Desember mendatang digelar tanpa penonton.
"Benar, laga lawan (Persipal) Palu tanpa penonton," tegasnya.
(apu/ahr)
Komentar Terbanyak
Prodi Unggulan Mulai Turun Peminat, Rektor USD Soroti Sistem Penerimaan PTN
Tudingan Malpraktik RSUD Prambanan Buntut Naura Hilang Nyawa Usai CT Scan
Resmi Naik! Ini Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026 di Jogja