Nur Lenny Astia (33), perempuan asal Samarinda, Kalimantan Timur, membagikan ceritanya saat kulit wajahnya sempat menggelap setelah menggunakan skincare mengandung merkuri. Tya, begitu ia biasa disapa, kini telah berhasil mengembalikan wajahnya kembali seperti semula.
Dalam salah satu unggahannya pada tahun 2023 lewat akun TikTok @nurnnyas, Tya mengaku pertama kali menggunakan skincare mengandung merkuri pada 2014. Setahun kemudian, ia memutuskan berhenti menggunakannya.
Meski telah berhenti, efek penggunaan skincare tersebut masih dirasakannya hingga bertahun-tahun kemudian. Kulit wajahnya bahkan mengalami perubahan warna menjadi lebih gelap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tya menceritakan jika dokter menyebut kondisi tersebut kemungkinan besar berkaitan dengan okronosis, yakni kondisi kulit yang ditandai dengan perubahan warna menjadi kebiruan atau kehitaman.
"Dulu pernah ke beberapa dokter dan mendapat beberapa diagnosis salah satunya hiperpigmentasi tapi ada satu dokter yang aku rasa sangat relevan, dokter tersebut mendiagnosis bahwa kulit aku sudah terkena okronosis dan membutuhkan waktu penyembuhan yang sangat lama," ujar Tya, dikutip dari detikHealth, Jumat (7/8/2026).
"Dan kalaupun ada kesembuhan itu hanya akan di angka 80 persen karena kerusakan di kulit sudah sangat parah," sambungnya lagi.
Ia menuturkan menggunakan krim tersebut pada periode 2014-2015. Kondisinya diawali dengan munculnya flek hitam yang sulit menghilang. Tya sempat mengira itu efek dari paparan sinar matahari, tapi flek tersebut justru terus melebar.
"Tapi kok lama-lama nggak mau menghilang. Aku pakai krim itu dan akhirnya aku memutuskan untuk berhenti kan. Kubiarin aja tapi semakin aku berhentiin kayak dia semakin melebar terus," ceritanya dikutip BeritaKlik.
Semenjak saat itu, ia mulai menggunakan basic skincare dengan bahan yang aman. Tya juga mulai mencari informasi seputar edukasi penggunaan skincare yang baik dan benar, serta berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit. Di situ ia mengetahui bahwa krim merkuri sangat berbahaya untuk kondisi kulit wajah.
Setelah bertahun-tahun konsisten menjalani perawatan yang tepat, kondisi kulit Tya jauh lebih baik. Kulit wajahnya kini jauh lebih cerah dibanding beberapa tahun lalu.
Selain penggunaan skincare yang baik, perempuan yang kini tinggal di Jakarta ini menuturkan penerimaan diri menjadi kunci utamanya untuk konsisten dalam merawat kembali kulit wajahnya. Penerimaan tersebut membuatnya tak merasa terbebani untuk melakukan perawatan setiap hari selama bertahun-tahun.
Dengan penampilan barunya ini, Tya mengaku merasa jauh lebih percaya diri meskipun memang masih menjalani proses pemulihan. Meskipun ada banyak komentar negatif yang tidak mengenakkan, Tya menganggap itu semua sebagai motivasinya.
"Setelah kulit aku jauh lebih sehat, jujur itu semua semakin membuat aku percaya diri dan memengaruhi dalam bagaimana kualitas hidupku secara keseluruhan," ungkap Tya.
Tya mengatakan kejadian ini memberinya banyak pelajaran. Proses yang panjang mengajarkannya bahwa kulit yang sehat bukan hanya soal penampilan, tapi juga tentang bagaimana seseorang bisa nyaman menjadi dirinya sendiri.
"Prosesnya memang tidak instan, tapi setiap hal kecil yang aku lakukan konsisten, aku merasa akan membawa aku dalam perubahan yang berharga," tandasnya.
